Assalamualaikum Ya Fatimah

Assalamualaikum Ya Fatimah
Pasangan yang tepat


__ADS_3

Bulan berganti bulan. Perusahaan baru yang kini sedang dikelola oleh Ali sedang berkembang pesat.


Kegigihan dan juga kejeniusan Ali dalam melobi beberapa partner bisnisnya membuat perusahaan yang ia dirikan kini bisa berkembang menjadi lebih besar daripada sebelumnya.


Saat perusahaannya kini mulai berkembang. Ali pun berniat untuk membeli sebuah hunian sederhana yang lokasinya tidak jauh dari rumah kedua orang tuanya saat ini.


Ali berkeinginan hidup mandiri bersama Fatimah. Dan sejak awal memang Ali ingin membeli hunian dengan uang yang ia hasilkan sendiri.


Saat ini keuangan yang di miliki Ali sudah memungkinkan baginya untuk membeli sebuah hunian yang nyaman. Meskipun tidak mewah, tapi bagi Ali itu dari hasil keringatnya sendiri.


Setelah mendapatkan persetujuan dan juga dukungan dari kedua orang tuanya. Baik dari kedua orang tua Ali maupun keluarga Fatimah. Ali pun membeli sebuah rumah.


Dan kini mereka sudah tinggal di rumah mereka sendiri. Tidak lagi menopang di rumah Prasetya dan juga Hanin.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Sarapannya Mas." ucap Fatimah sambil meletakkan satu piring nasi goreng di hadapan Ali. Ketika ia mau berangkat ke kantor.


Saat itu Ali sudah mengenakan baju yang sangat rapi untuk ia pergi ke kantor.


"Terima kasih sayangku." ucap Ali berterima kasih kepada sang istri. Karena sejauh ini Fatimah begitu merawatnya dengan baik.


Fatimah tahu di masa-masa perjuangan Ali. Fatimah tidak berhenti untuk memberikan doa, support dan juga pengertian dikala Ali banyak meluangkan waktunya untuk pekerjaannya.


Kini sudah 7 bulan mereka menikah. Pasangan muda itu memang belum dikaruniai seorang anak. Terapi hal itu tidak membuat di permasalahkan.


Ali mempercayakan rezeki anak itu kepada Allah untuk kapan mereka akan memiliki momongan.

__ADS_1


Fokus Ali saat ini adalah mengembangkan bisnisnya. Mengembangkan perusahaannya untuk bisa lebih maju. Agar kedepannya masa depan keluarganya bisa terjamin. Dan kelak jika ia sudah memiliki anak. Ia sudah memiliki rumah, tabungan dan persiapan yang lainnya yang lebih matang.


Kegigihan Ali dalam menjalani rumah tangganya dan sebagai imam yang baik sangat diapresiasi oleh Zainab dan juga Hasan.


Meskipun Ali dan juga Fatimah sudah hidup mandiri sendiri. Tetapi setiap akhir pekan mereka selalu membagi waktu untuk bermain ke rumah orang tua mereka. Baik ke rumah orang tua Ali ataupun ke rumah orang tua Fatimah.


Seperti pada hari Minggu lalu ketika Ali mengajak Fatimah untuk bermain dan bersilaturahmi kediaman orang tuanya. Mereka pun disambut baik oleh Hasan dan juga Zaenab.


Kebahagiaan benar-benar terpancar dari kedua pasangan muda tersebut. Dan hal itu membuat hati Hasan senang dan juga tenang. Karena sang putri kini hidup bersama laki-laki yang tepat.


"Ibu lihat kamu begitu bahagia hidup bersama Ali. Ali bersikap baik sama kamu kan sayang." tanyakan tanya Zaenab kepada Fatimah. Ketika mereka berada di dapur membereskan sisa-sisa makan siang pada hari Minggu kala itu.


"Ali adalah seorang suami yang baik Bunda. Dan dia sangat bertanggung jawab. Sekarang ini dia sedang sibuk dengan perusahaan yang baru ia rintis bunda. Dan Fatimah selalu mendukung Ali. Jadi bunda tidak perlu khawatir dengan kehidupan Fatimah sekarang. Karena Fatimah sudah bahagia hidup bersama dengan Mas Ali."

__ADS_1


"Syukur alhamdulillah sayang Bunda ikut bahagia Mendengarnya."


__ADS_2