Assalamualaikum Ya Fatimah

Assalamualaikum Ya Fatimah
Insiden


__ADS_3

"Astaghfirullah." sebuah suara merdu nan lembut tengah beristighfar. Ketika ia melihat seseorang terjatuh.


Karena seseorang tadi hampir menabraknya. Tetapi orang tersebut lebih memilih untuk membelokkan sepeda motornya ketika seseorang itu hampir saja menabrak Fatimah.


Sampai sampai seseorang itu terjatuh terguling-guling di bahu jalan.


Fatimah yang hendak menyeberang itu pun menjadi sangat panik. Karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri seseorang terjatuh dari sepeda motornya. Karena mencoba menghindari dirinya yang hampir saja akan tertabrak.


Ali terpelanting beberapa meter dari motornya. Fatimah yang saat itu hendak menyeberang jalan. Untuk mengantarkan makan siang ayahnya. Di buat panik dengan kejadian yang baru saja ia alami.


Beberapa orang di tempat itu pun kemudian mengerumuni Ali yang sudah terkapar di bahu jalan.


Sahut-sahutan rasa cemas seseorang memenuhi kepala Fatimah. Karena pada saat itu Fatimah tahu bahwa orang tersebut sebenarnya ingin menghindari dirinya.


Fatimah merasa bertanggung jawab.


Ia kemudian memberanikan diri untuk ikut mengecek kondisi Ali yang terjatuh itu.

__ADS_1


"Pak bisa tolong bukakan helmnya. Kita harus segera mengecek keadaan kepalanya. Karena tadi kepalanya sepertinya terbentur." ucap Fatimah, kepada salah seorang bapak-bapak yang kala itu juga turut mengerumuni Ali.


Bapak-bapak tersebut pun kemudian bilang kepada Fatimah jika ia takut nanti malah di tuduh penyebab Ali kecelakaan.


Karena tidak ada yang berani membukakan helm tersebut. Maka Fatimah pun dengan berani bicara pada bapak bapak itu jika ia akan bertanggung jawab untuk semua kejadian itu.


"Jika ada apa-apa nanti saya yang akan bertanggung jawab Pak. Saya hanya ingin melihat keadaan kepalanya?" ujar Fatimah.


Karena Fatimah sudah berkata seperti itu. Maka bapak-bapak tersebut mau untuk membuka penutup kepala Ali.


Saat helm Ali dibuka, benar saja. Darah segar mengucur dari pelipis Ali. Dan sepertinya luka itu cukup serius.


"Langsung bawa dia ke rumah sakit saja mbak. Ada rumah sakit tidak jauh dari sini." sahut salah seseorang memberi saran.


Karena Fatimah panik. Ia kemudian menelpon ayahnya.


Mungkin ayahnya punya solusi untuk masalah yang saat ini sedang ia alami.

__ADS_1


Dan tak berapa lama kemudian. Hasan, Ayah Fatimah pun datang dan langsung menemui Fatimah di lokasi.


"Ada apa ini nak?" tanya Hasan lembut kepada sang putri.


Fatimah kemudian menjelaskan kepada sang ayah perihal kejadian yang sebenar-benarnya.


Dengan dibantu beberapa orang yang ada di lokasi. Hasan kemudian membawa Ali ke sebuah rumah sakit terdekat. Yang tidak jauh dari area kecelakaan tersebut.


Setelah membawa Ali ke rumah sakit. Kini Ali sedang ditangani oleh seorang dokter di UGD.


"Jadi kejadian yang sebenarnya seperti apa dan siapa yang salah?" tanya Hasan pada sang putri.


"Fatimah tidak tahu siapa yang salah ayah. Pas itu Fatimah hendak menyeberang. Dan tiba-tiba saja dia datang dan hampir menabrak aku. Padahal Fatimah sudah hati hati saat hendak menyebrang. Tiba-tiba saja dia muncul dari tikungan dengan kecepatan yang tinggi. Dia sepertinya kaget saat Fatimah hendak menyebrang. Lalu ia membelokkan motornya dan terjatuh. Seperti itu ceritanya ayah." ucap Fatimah, menceritakan tentang kejadian tersebut.


"Setau Fatimah, dia berjarak sangat dekat dengan Fatimah. Karena mungkin ia ingin menghindari tabrakan. Maka ia membelokkan sepeda motornya sambil melakukan pengereman. Dan oleh sebab itulah dia tersungkur dan terjatuh. Untung saat itu dia mengenakan helm. Jadi ketika ia terjatuh, kepalanya masih terlindungi oleh helmnya. Tapi tetap saja kan. Dia terluka di bagian dahinya." Jelas Fatimah yang merasa kasihan dengan seseorang yang tadi hampir menabraknya.


Mendengar penjelasan sang putri. Hasan pun menganggukkan kepalanya paham.

__ADS_1


"Ya sudah, jangan khawatir. Dia memang terluka di bagian pelipisnya. Tapi mudah-mudahan lukanya tidak parah. Kita tunggu saja di sini. Dia sedang di tangani oleh dokter." ujar Hasan terlihat tidak panik.


"Ya Ayah. Semoga saja tidak apa-apa. Aku lega jika aku sudah memberitahu Ayah. Karena ayah bisa mengambil sikap dan tindakan."


__ADS_2