
"Ali, boleh Bunda masuk?" tanya Hanin, ketika ia sedang berada di samping pintu kamar Ali. Ketika itu Hanin sengaja menemui sang putra untuk mengajak putranya bicara.
"Masuk Bunda, masuk saja." jawab Ali, yang kemudian ia langsung beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Hanin.
"Tumben bunda main ke kamar Ali. Pasti ada sesuatu hal yang penting yang akan Bunda omongkan. Kalau tidak, tidak bunda kan jarang pernah samperin Ali ke kamar?" ucap Ali kepada Hanin.
Hanin pun tersenyum, kemudian ia duduk di salah kursi belajar Ali. Sambil menghadap ke arah putranya. Hanin mencoba untuk berbicara kepada sang putra.
Hanin merasa ada beberapa hal yang harus ia bicarakan pada putranya. Karena sebagai seorang ibu. Hanin memiliki feeling jika anaknya itu saat ini sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak ia ketahui.
"Bunda kan selalu berada di rumah. Dan Bunda juga tidak bisa mengontrol mu di luar sana. Sebagai seorang ibu, bunda pasti memiliki kekhawatiran terhadap kamu. Kamu memang bukan anak bunda satu-satunya. Tapi kamu adalah putraku satu-satunya. Sebagai seorang ibu, bunda berkewajiban untuk selalu menginginkanmu."
__ADS_1
"Iya Bunda, terima kasih sudah selalu mengingatkan Ali. Dan terima kasih sudah perhatian Ali."
"Itu Sud jadi kewajiban Bunda. Bunda mau tanya satu hal sama kamu. Dan bunda berharap kamu jawab jujur pertanyaan Bunda."
"Katanya saja bunda. Apa yang ingin bunda tanyakan?" tanya Ali.
"Tempo hari ayah sudah bilang sama Bunda. Kalau kamu pernah minta uang sama ayah. Padahal belum lama juga kamu juga minta uang kan sama Bunda dengan alasan yang sama untuk perbaiki sepeda motor kamu. Dan jumlahnya pun saat kamu minta sama ayah itu cukup banyak. Pertanyaan Bunda, Jika kamu meminta uang sebanyak itu untuk apa?"
"Maksud Bunda, dengan uang sebanyak itu kamu gunakan untuk apa? Bunda rasa jika untuk memperbaiki motor saja jumlahnya tidak akan sebanyak itu. Dan Bunda pikir motormu juga baik-baik saja. Bahkan kamu masih pulang dan pergi mengendarai motor. Maksudnya bunda, jangan pernah berbohong sama ayah dan bunda. Jika kamu menyalahgunakan uang untuk hal-hal yang tidak baik. Bunda dan ayah akan sangat tegas sama kamu sayang. Bukan karena ayah bunda tidak sayang. Justru karena Bunda sayang sama kamu."
"Tenang Bunda, Ali tidak macam-macam kok. Dan uang itu memang untuk perbaikan beberapa hal yang terjadi di motor Ali. Ali memodifikasi motor itu dan memodifikasinya pun memerlukan uang yang tidak sedikit Bunda." jawab Ali berbohong.
__ADS_1
"Tapi kan sebelumnya kamu sudah mendapatkan jatah dari ayah kan setiap minggunya. Ayah selalu memberikan kamu uang. Bahkan kamu juga sudah diberikan kartu kredit sendiri. Apa itu kurang?"
"Ya nggak juga Bunda. Bunda kan tahu Ali bis itu tidak tegaan sama teman-teman Ali. Jika Ali boros soal uang. Kadang Ali menggunakan uang itu untuk membantu teman-teman Ali. Terkadang Ali bayari makanan teman Ali." Ujar Ali, yang sepenuhnya semua perkataannya tidak benar.
Maaf ya bunda, Ali berbohong untuk hari ini. Ali membohongi bunda sama ayah kalau sebenarnya uang yang kalian kasih sebagian Ali gunakan untuk minum-minum bersama teman-teman Ali.
"Ya sudah kalau begitu. Mungkin kali ini bunda akan percaya dengan perkataan Ali. Tapi bunda akan terus memantau kali. Ini bukan karena kami mengekang mu. Tapi ini sudah tugas sebagai orang tua yang harus mengawasi putranya. Ya sudah kalau gitu istirahatlah biar kamu badannya lebih enakan dan besok-besok beraktifitas lagi."
"Ya bunda, selamat malam."
"Malam sayang." jawab Hanin, yang kemudian ia berjalan menuju pintu kamar Ali. Dan keluar dari kamar putranya.
__ADS_1