Assalamualaikum Ya Fatimah

Assalamualaikum Ya Fatimah
Kemantapan Ali


__ADS_3

"Bagaimana ini Mas. Ali sudah menginginkan untuk menikah padahal Ia baru saja lulus dari kuliah dan ia belum memiliki pekerjaan apakah nantinya keluarga pihak perempuan akan mau menerima Ali sedangkan Dia baru saja lulus kuliah dan sama sekali tidak punya pengalaman dalam dunia kerja.


itulah yang saat ini aku sedang pikirkan sebenarnya aku bukannya tidak setuju dengan keinginan Ali untuk yang melakukan ta'aruf itu hanya saja Aku ingin dia mengesahkan kemampuan dulu setahun 2 tahun dalam dunia bekerja karena bagaimanapun dia kan akan menjadi kepala rumah tangga dan ia akan bertanggung jawab untuk menafkahi pasangannya aku sih tidak meragukan kemampuan Ali hanya saja dia akan sama sekali belum punya pengalaman soal bekerja. dan aku takut hal itu akan mempengaruhi pernikahan mereka.


itulah yang juga sedang aku pikirkan Kenapa tiba-tiba anak kita ingin menikah aku pun juga tidak tahu.


"Coba kamu bicara lagi dengan Ali seperti apa kemantapan dirinya Jika ia nanti menikah apakah dia sudah siap dengan segala konsekuensinya. Karena menikah anak orang dia harus siap menjadi imam." ucap Hanin yang tidak main-main dengan ucapannya. Sebagai seorang Ibu. Hanin tentu saja merasa kawatir.


"Besok aku akan bahas soal ini pada Ali lagi. Untuk lebih memantapkan niatnya. Soal pekerjaan, aku bisa bantu Ali. Hanya saja soal niat ini lah yang harus dia pupuk." ungkapan setia yang juga tidak ingin memberikan izin kepada putranya untuk melepas masa lajang.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


hai Bapak ingin menegaskan ini sekali lagi sama kamu benar memang kamu berniat untuk menikah Jika benar.


bener Ayah kali sudah siap sebelum terakhir ini Ali sudah memikirkannya dan ini begitu mantap untuk meminang gadis itu Tapi sebelum Ali meminangnya sudah kelihatan sekali ingin perundingan dulu sama ayah sama Bunda untuk mencari solusinya.


oke sekarang ayah sudah tahu tetapi yang mau jadi pertanyaan ayah di sini adalah Jika kamu menikah apakah nanti kamu siap untuk mencari nafkah dan menafkahi seseorang yang akan kamu nikahi karena hal itu pun juga tidaklah mudah seperti apa yang kamu pikirkan.


menikah itu sekali seumur hidup hal seperti mama dan seperti ayah sama Bunda ayah dulu juga berjuang sama Bunda berbagai macam rintangan dan halangan dalam ujian rumah tangga Sudah Ayah sama Bunda lalui dan kamu pun juga sudah tahu kan jika selama menikah Bunda sama Ayah pun juga tidak baik-baik saja banyak masa-masa sulit yang sudah Bunda sama Ayah lalui dan semoga kamu juga bisa belajar dari sana.

__ADS_1


Ali paham ayah.


baiklah jika kamu sudah paham tentang hal ini besok ajak Ayah untuk pergi ke rumah Pak Hasan ayah akan menemanimu ke sana untuk meminang gadis yang bernama Fatimah itu yang kamu inginkan untuk menjadi pasanganmu kita coba dengan berkomunikasi besok dan seperti Apa hasilnya kita lihat saja nanti seperti apa.


adapun kemudian tersenyum lega karena tak ternyata ayahnya mendukung keinginannya.


terima kasih Ayah sudah memberikan Ali restu untuk melakukan hal ini.


telinga satu lagi pesan ayah menikah itu tujuannya untuk ibadah bukan untuk sekedar bersenang-senang banyak hal yang bisa kamu raih dalam sebuah ikatan pernikahan tidak hanya kamu memiliki teman hidup Tapi dibalik itu kamu juga harus melaksanakan segala kewajibanmu dan ingat mereka itu adalah menyempurnakan agama dengan dengan menikah kamu akan menjadi seorang iman imam dan juga pencari nafkah untuk keluargamu dan di sanalah radang pahala itu akan mengalir untukmu maka jalanilah semuanya itu dengan benar dengan ajaran-ajaran yang sudah agama kita contohkan

__ADS_1


Yayah kali tahu insya Allah ayah Ali akan bisa melakukan itu semua.


__ADS_2