Assalamualaikum Ya Fatimah

Assalamualaikum Ya Fatimah
Sikap jengkel Ali


__ADS_3

"Tadi kamu dari mana Han? tanya Prasetya, saat sang istri baru saja masuk ke kamar.


"Aku baru saja dari kamar Ali. Biasa mengobrol." ucapan Hanin, yang kemudian ia melepaskan hijabnya. Saat dia sudah memasuki kamar karena malam itu ia hendak beristirahat.


"Sepertinya kamu begitu mengawatirkan Ali?" tanya Prasetya, begitu melihat Hanin nampak begitu khawatir tentang sikap anak laki-lakinya tersebut.


"Setiap ibu itu pasti mengkhawatirkan anak-anaknya. Sebenarnya bukan khawatirkan bagaimana, hanya mengkhawatirkan kalau mereka bersikap buruk Mas. Apalagi mendidik anak kan sudah menjadi kewajiban kita sebagai orang tua. Jika kita salah didik, kita juga kan yang malu. Apalagi Ali itu kan anak laki-laki. Anak laki-laki itu harus didik dengan benar. Karena kelak ia akan menjalankan rumah tangganya. Dia akan menjadi imam bagi anak orang lain, calon istri Ali. Jadi dari sekarang tugas kita ini adalah menyiapkan Ali untuk menjadi seorang imam yang baik.".Jawaban Hanin, Prasetya kemudian terkekeh.


"Kok mas malah tertawa sih. Apanya yang lucu?" ucap Hanin, yang merasa heran saat sang suami tertawa.

__ADS_1


"Maaf sayang, bukannya aku ini menertawakan ucapan mu. Aku hanya terkagum dengan cara pikiranmu bisa sampai sejauh itu. Sebagai seorang ibu, kamu luar biasa dedikasinya sama anak-anak. Kamu begitu khawatirkan kelakuan anak-anak kita. Aku minta maaf ya, jika selama ini aku kurang dekat dengan anak-anak. Kamu tahu sendiri kan aku sibuk kerja. Dan sebenarnya bukan aku terlalu sibuk. Tapi anak-anak memang lebih dekat sama kamu daripada sama aku."


"Ya aku ngerti, tapi mas harus juga berusaha untuk bisa dekat sama anak-anak."


"Aku suka dengan cara pikiranmu. Lain kali aku juga harus tegas sama Ali. Jika dia meminta ini dan itu. Mungkin aku tidak akan terlalu cepat dan mudah untuk mengabulkan semua keinginannya. Apalagi beberapa waktu lalu dia meminta uang 10 juta sama aku. Dan saat itu aku langsung transfer ke rekeningnya. Dan Ali bilang, katanya kan itu untuk memperbaiki sepeda motor dia. Aku langsung kirim saja saat itu. Lain kali aku akan lebih selektif untuk memberikan dia uang."


"Itulah yang tadi aku bahas sama Ali. Aku tidak ingin dia itu terlalu dimanja Mas. Ajarkan dia itu bertanggung jawab. Meskipun kita mampu, ajarkan semua hal yang dia inginkan jangan kita penuhi. Jika itu soal gaya hidup. Supaya dia belajar bertanggung jawab dan berpikir."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Sejak kejadian kemarin bunda sama ayah menjadi protektif sama aku.


Ini tidak dibenarkan. Bagaimana pun caranya aku harus bisa mengembalikan kepercayaan Bunda sama Ayah.


Guman Ali di dalam kamarnya. Ketika ia memikirkan jika saat ini sikap kedua orang tuanya sudah berubah.


Ini juga gara-gara teman-teman yang membiarkan aku sendirian di kamar hotel.


"Coba saja mereka berinisiatif untuk membangunkan aku dan tidak membiarkan aku di hotel. Aku tidak akan sampai sore berada di hotel.Sial, ini juga gara-gara mereka. Liat saja, ku balas kalian."

__ADS_1


Ali merasa jengkel saat ia ditinggal sendirian di hotel oleh temen temennya.


Tidak hanya di biarkan sendirian di hotel. Tapi dia juga harus membayar semua tagihan tagihan minuman yang sudah mereka gunakan pada malam itu.


__ADS_2