
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 sore. Seorang pria masih tidur dengan begitu pulasnya dengan tidak mengenakan pakaian bagian atas.
Ia hanya mengenakan celananya jeansnya di saat ia tiduran dengan begitu pulas di salah satu kamar hotel yang ada sebuah diskotik.
Tapi kala itu, Ali hanya sendirian di sana.
Tak berselang berapa lama, Ali mengerjakan matanya.
Saat kedua matanya sudah terbuka. Ali berusaha untuk mengamati seluruh ruangan kamar dengan seksama.
Rasa kantuk yang mendera dirinya beberapa jam lalu lambat lain mulai hilang.
Saat ia kini sudah tersadar. Ali kemudian terduduk di atas tempat tidur untuk memulihkan staminanya. Karena ia merasa sangat begitu lelah.
"Sial, kenapa aku jadi menginap di sini. Bunda pasti khawatirkan aku." ucap Ali, yang kemudian ia langsung bergegas untuk mencari ponselnya.
Saat ia sudah menemukan ponselnya. Ia langsung menyahut ponselnya tersebut dari atas nakas. Lalu ia mengecek daftar panggilan masuk.
Dan yang membuat ahli geram adalah. Ponselnya ternyata mati karena kehabisan baterai.
"Habis aku. Aku pasti dimarahin Ayah dan Bunda." Ali kemudian memungut kemejanya yang tergeletak di lantai. Kemudian ia mengenakan kemejanya itu kembali dengan gerakan cepat dan terburu-buru.
Ali berniat untuk segera meninggalkan kamar hotel. Tapi yang mengherankan. Hanya ada dirinya saja yang berada di hotel. Sedangkan teman-temannya yang lain sudah tidak ada bersamanya.
__ADS_1
"Sialan, mereka meninggalkan aku sendirian di hotel. Pasti mereka mengerjai ku lagi. Mereka sengaja kabur karena tidak mau membayar sewa hotel. Dasar miskin." gerutu Ali.
Ali kemudian segera meninggalkan kamar hotel untuk check out.
Sesampainya di meja resepsionis. Ali menanyakan tentang pembayaran kamar hotel yang ia gunakan bersama teman-temannya semalam.
Dan benar saja, teman-temannya ternyata curang.
Mereka pergi meninggalkan kamar hotel terlebih dahulu karena tidak mau membayar kamar hotel tersebut. Dan akhirnya, mau tidak mau Ali pun membayar tagihan hotel yang mereka sewa semalam.
"Selalu aku yang dirugikan. Tapi tidak apa apa lah. Kasihan juga mereka. Kalau aku tinggal minta uang sama ayah pasti di kasih." ucap Ali, yang kemudian ia meraih dompetnya dan membayar sejumlah tagihan yang disodorkan oleh seorang petugas resepsionis.
Dan tagihan yang harus Ali bayar pun membuat mata Ali melongok.
"Kenapa tagihannya banyak sekali Mbak?" tanya Ali kepada resepsionis yang sedang mengurusi masalah pembayarannya.
"Ini adalah tagihan total sewa kamar hotel beserta minuman yang kalian pesan tadi malam. Minuman yang kalian pesan semalam adalah minuman terbaik yang ada di club' kami." ucap petugas resepsionis itu lagi.
Mau tidak mau, Ali pun kemudian mengeluarkan kartu kreditnya untuk di gunakan membayar semua tagihannya.
Setelah selesai dengan urusan bayar membayar. Ali langsung keluar dari club' tersebut sambil menyempitkan matanya.
Karena mereka sudah berada di sana sejak kemarin siang. Dan Ali baru keluar setelah 2 setelah 24 jam lebih berada di klub tersebut
__ADS_1
"Habis aku. Aku pasti akan dimarahin Bunda sama Ayah" ucap Ali dalam hati, sambil berjalan ke arah tempat parkir Ali untuk mengambil sepeda motornya.
Sampainya di tempat parkir. Ali langsung mengenakan helmnya. Kemudian ia langsung menyalakan motor dan langsung tancap gas pergi dari club'.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ali mengendarai sepeda motornya untuk agar ia bisa cepat sampai di rumah.
Padahal matanya masih sedikit pening akibat mabuk-mabukan semalam.
Dan membuat keseimbangan Ali untuk pengendarai motor sedikit tidak stabil.
Karena pada saat itu Ali sangat terburu-buru ingin cepat sampai di rumah. Membuat Ali benar-benar tidak fokus dalam mengendarai sepeda motornya. Yang ada di pikiran Ali hanya ingin cepat sampai di rumah.
Tepat di tengah perjalanan. Ketika Ali hendak berbelok. Tiba-tiba saja ada seseorang yang hendak menyeberang. Dan hal itu seketika membuat Ali terkaget. Dan kemudian mengerem motornya dengan begitu mendadak.
Sehingga kontrol Ali dalam mengendalikan motornya pun menjadi terganggu. Alhasil, Ali pun kini terjatuh dan terpelanting dari motornya.
Bruk......
"Astaghfirullah." sebuah suara merdu nan lembut tengah beristighfar. Ketika ia melihat seseorang terjatuh.
Karena seseorang tadi hampir menabraknya. Tetapi orang tersebut lebih memilih untuk membelokkan sepeda motornya ketika seseorang itu hampir saja menabrak Fatimah.
Seseorang itu terjatuh sampai terguling-guling di bahu jalan.
__ADS_1