Assalamualaikum Ya Fatimah

Assalamualaikum Ya Fatimah
Kebahagiaan Fatimah dan Ali.


__ADS_3

Saat wajahnya di tatap Ali seperti itu. Membuat Fatimah semakin deg-degan. Karena ia tidak bisa menjawab pertanyaan Ali dengan kata kata. Fatimah yang sangat mengerti apa yang dimaksud dengan Ali. Hanya bisa mengangguk kepalanya.


"Fatimah, aku mencintaimu. Kamu sangat cantik, saat pertama kali melihatmu. Dan aku sudah jatuh cinta padamu."


"Terima kasih sudah memilihku untuk menjadikan aku seorang istri. Tuntun aku agar aku bisa menjadi seorang istri yang baik. Aku akan berusaha untuk menunjukkan kepadamu. Sikap ku sebagai seorang istri yang berbakti pada suaminya."


Mendengar ucapan itu, Ali pun tersenyum.


Dan akhirnya, pada malam itu juga. Kedua pengantin muda, dan pasangan pengantin baru itu pun melakukan ritual melepaskan masa lajang mereka sama sama.


Melepaskan status mereka sebagai seorang gadis dan perjaka.


Malam itu akhirnya menjadi malam yang panas bagi seorang pejaka bernama Ali dan seorang gadis bernama Fatimah.


Keduanya yang masih suci itu kini sudah tidak suci lagi. Melainkan kini mereka telah melepas masa lajang mereka.

__ADS_1


Di atas tempat tidur yang sangat empuk, hangat dan juga nyaman. Fatimah dan juga Ali saling memadu kasih dan percintaan mereka untuk pertama kalinya. Setelah sah menjadi pasangan suami istri.


Bagi Fatimah dan juga Ali, keduanya tidak menyangka. Dan tidak mengira bahwa hubungan badan untuk pertama kalinya pada saat itu sangat membuat keduanya mendapatkan sebuah pengalaman yang baru dan awal dari sebuah hubungan suami istri.


Dan di dalam kamar Ali itu saksinya. Hawa pendingin ruangan kala itu tidak mampu untuk mendinginkan keduanya yang tengah panas kala itu.


Hawa AC yang dingin di kamar Ali tidak mampu untuk memberikan kesejukan bagi dua insan yang dilanda hawa panas di saat mereka bercinta untuk pertama kalinya.


Sejak Ali menyentuh Fatimah dan mengagumi tubuh sang istri yang saat itu benar-benar ia bisa sentuh dari ujung kepala hingga kaki. Membuat Ali berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah menyakiti wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya tersebut.


Setelah beberapa jam kemudian, ketika adzan subuh telah berkumandang. Fatimah terbangun dan kemudian ia langsung bergegas ke kamar mandi.


Sesampainya di sana ia pun kemudian melakukan mandi wajib. Setelah ia selesai, Fatimah kemudian membangunkan Ali untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang ia lakukan.


Dan Ali pun menurut dan tidak banyak bicara.

__ADS_1


Setelah adzan Subuh selesai. Ali kemudian mengambil penutup kepala dan mengajak Fatimah untuk melakukan salat subuh berjamaah bersama.


Dan pada saat itu, untuk pertama kalinya Ali menjadi pemimpin salat bagi Fatimah.


Selesai salat, Fatimah pun kemudian mencium tangan Ali dengan begitu takzimnya.


"Terima kasih istriku, untuk apa yang sudah kamu lakukan tadi malam. Aku tidak menyangka bahwa tadi malam adalah malam yang berharga bagi kita berdua. Karena kita sama-sama baru saja melepas sebuah status. Dan aku senang melewati nya bersama mu." ucap Ali.


"Sama-sama wahai suamiku. Aku juga sangat bahagia menjalani pernikahan ini bersamamu. Dan mulai hari ini semoga kita bisa menjalani hari demi hari. Minggu demi Minggu, bulan demi bulan tahun demi tahun dengan baik sebagai sepasang suami istri."


Dan Ali pun tersenyum mendengar perkataan Fatimah. Ia pun kemudian memberikan kecupan ke kening Fatimah dengan begitu sayangnya.


Ternyata pilihan Ali tidak salah walaupun ia menikah di usia muda. Dan dengan keadaan finansial yang belum siap tidak membuat apa yang ia niatkan menjadi terhalang.


Ali kini sangat terpacu untuk bisa lebih mendewasakan diri. Untuk menjadi suami yang baik dan juga mencari nafkah dengan lebih semangat lagi untuk seseorang yang harus ia nafkahi.

__ADS_1


__ADS_2