
Pagi itu Ali, dikejutkan dengan suara seseorang yang sedang muntah-muntah di wastafel yang ada di dapur.
Ali yang tengah memakai dasi dan ketika itu ia masih berada di kamar langsung beranjak dari kamar dan menemui Fatimah yang kala itu sepertinya sedang muntah-muntah.
"Kamu kenapa sayang?" ucap Ali, yang kini sudah berada di belakang Fatimah. Sambil mengelus elus punggung Fatimah. Karena kala itu Fatimah masih memuntahkan sesuatu yang ada di perutnya.
"Entahlah Mas, tiba-tiba saja perutku terasa sangat mual sekali. Dan makanan yang aku makan semalaman semua sudah aku muntahkan barusan." cerita Fatimah kepada sang suami.
Setelah Fatimah sedikit merasa lebih baik. Ali kemudian memapah Fatimah untuk bisa duduk di kursi meja makan.
Dengan sekatan, Ali kemudian mengambilkan air hangat untuk sang istri. Dan ia pun juga meminumkannya kepada Fatimah.
"Mungkin kamu masuk angin. Jangan suka tidur terlalu malam. Saat ini aku memang sedikit sibuk di kantor. Jadi, jangan menunggu ku jika aku pulang larut." ucap Ali, mengingatkan sang istri untuk tidak menunggunya di saat iya pulang telat ke rumah.
__ADS_1
"Ini bukan soal itu mas. Entahlah, belakangan ini memang aku merasa badanku tidak enak semua." ujar Fatimah kepada sang suami. Mencoba menceritakan apa yang ia mengalami. Fatimah merasa gampang letih, capek dan juga merasa tubuhnya sangat tidak nyaman.
"Apa kita ke dokter dulu sebelum aku berangkat bekerja? Nanti kita ke dokter dulu ya. Periksakan dirimu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu." ucap Ali merasa khawatir
"Ya sudah, sebelum Mas Ali berangkat ke kantor kita periksa dulu."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sebelum Ali berangkat ke kantor. Ali pun kemudian membawa sang istri untuk berobat ke dokter.
Hati Ali semakin deg-degan dan was-was ketika sang dokter memanggil dirinya untuk ikut masuk ke ruangan praktek sang dokter.
Dengan segera Ali pun kemudian ikut masuk ke ruangan. Yang saat itu sang dokter baru saja selesai memeriksa Fatimah.
__ADS_1
Begitu Ali masuk ke ruangan praktek sang dokter. Senyum Fatimah justru mengembang ketika ia masih berbaring di atas tempat tidur. Hal itu pun cukup menyita perhatian Ali.
"Silakan duduk pak Ali." ucap seorang dokter wanita itu napak ramah kepada Ali.
Ali kemudian duduk dengan sopan.
"Istri saya sakit apa Dokter? Tadi pagi dia muntah-muntah dan dia bercerita kepada saya kalau tubuhnya terasa sakit semua dan lemas." ucap Ali menceritakan keadaan sang istri tadi pagi.
"Tidak terjadi apa-apa dengan istri Pak Ali. Tapi justru ada kabar baik tentang kalian berdua. Tentang kondisi Ibu Fatimah." ucap dokter tersebut.
"Kabar baik apa dokter?" Ali pun nampak penasaran.
"Selamat ya Pak Ali, sebentar lagi pak Ali akan menjadi seorang ayah. Saat ini Bu Fatimah sedang mengandung. Mungkin usia kandungan masih berusia 4 Minggu. Jadi sekitar 1 bulan lah. Jadi untuk proses selanjutnya, Bu Fatimah akan kami lakukan pengecekan darah. Untuk benar-benar memastikan secara akurat jika Bu Fatimah benar saat ini tengah mengandung." ucap dokter tersebut kepada Ali menjelaskan.
__ADS_1
Senyum Ali pun langsung mengembang ketika mendengar sang istri kini tengah berbadan dua karena sejak 7 bulan mereka menikah ini adalah kabar yang juga sangat ditunggu-tunggu oleh Ali dan juga Fatimah yaitu memiliki keturunan.
"Ali kemudian langsung berdiri dari duduknya. Dan menghampiri Fatimah yang masih berbaring di atas tempat tidur. Ali kemudian memeluk Fatimah dan memberikan selamat kepada sang istri karena kini sang istri tengah mengandung anaknya.