
Dengan masih mengenakan penutup kepala berupa helm. Pria itu kemudian berjalan ke arah Fatimah. Setelah ia berhasil untuk membuat Fatimah berjalan mundur. Karena pria itu terus berjalan maju untuk mendekati Fatimah.
Tentu saja Fatimah takut dan ia berjalan mundur. Karena ia takut bersentuhan dengan pria itu.
"Kamu mau apa?" tanya Fatimah akhirnya, karena ia merasa terintimidasi.
Pria itu tak menjawab, justru ia malah semakin merangsak maju untuk bisa lebih dekat dengan Fatimah.
Fatimah pun makin takut. Apalagi saat itu waktu sudah hampir petang dan jalanan sepi.
tidak mengeluarkan suara sepatah kata pun pria itu terus perang sekarang Fatimah.
sedangkan Fatimah sendiri yang saat itu sudah diajarkan oleh sang ayah untuk bisa melakukan sedikit bela diri karena Hasan mengajarinya untuk menjaga dirinya membuat Fatimah menggunakan sebisanya apa yang ia bisa saat pria itu melawan ke arah Fatimah Fatimah pun juga melakukan pembelaan diri dengan upaya yang ia bisa.
__ADS_1
tetapi tidak secepat justru kini menyekap Fatimah dan langsung mendorong tubuh Fatimah ke sebuah pagar yang berada di sisi jalan.
suasana yang sepi di jalanan kala itu benar-benar membuat Fatimah tidak bisa untuk berteriak minta tolong karena tangan pria tersebut membungkam mulut Fatimah.
Ada apa yang dilakukan oleh pria itu dengan sebuah gerakan di atas tersebut ingin membuka cadar yang Fatimah kenakan tapi sebisa mungkin Fatimah mempertahankan cadarnya.
"Tolong jangan sentuh aku!" Fatimah memohon dengan penuh kesungguhan pada seorang pria itu.
dia itu pun sedikit terkesiap saat Fatimah memohon untuk tidak dibuka cadarnya.
seperti tidak mengindahkan ucapan Fatimah lelaki tersebut dengan sekuat tenaga kemudian membuka jodoh yang dikenakan Fatimah sedangkan Fatimah terus berusaha untuk tetap mempertahankan sadarnya.
tapi usaha Fatimah sepertinya sia-sia karena tenaga pria itu lebih kuat darinya.
__ADS_1
dengan satu gerakan cepat pria itu kini berhasil membuka cadar milik Fatimah sehingga wajah Fatimah kini bisa ia lihat dengan begitu jelas karena pria itu karena ketika itu pria tersebut berada dekat di hadapan.
begitu cadar itu terbuka pria itu sedikit tercengang melihat wajah Fatimah yang kini sudah bisa ia lihat sedangkan Fatimah sendiri seperti melutuki dirinya karena ia tidak mampu untuk mempertahankan sadar yang ia kenakan untuk membuat pria manapun tidak bisa melihat wajahnya.
dan pada saat yang bersamaan ketika pria itu lengah dengan pukulan keras Fatimah langsung menendang bagian ******** pria tersebut sehingga pria tersebut belum mengaduk kesakitan.
dan pada saat itulah dengan cepat Fatimah langsung berlari untuk meninggalkan pria tersebut.
sedangkan pria itu kini masih terkapar di tanah sambil memegangi *********** karena kala itu Fatimah dengan begitu keras.
sesampainya di rumah Fatimah langsung melaporkan kejadian tersebut kepada sang ayah Hasan Fatimah pun menceritakan kejadian yang ialah kejadiannya tidak enak kan yang ia alami.
Hasan pun kemudian langsung bergegas menuju lokasi yang sudah Fatimah tunjukkan.
__ADS_1
tetapi begitu Hasan telah tiba di tempat kejadian ternyata bila tersebut sudah tidak ada.
kemudian Hasan pun kembali ke rumah untuk menemui putrinya Karena pada saat itu Fatimah begitu syok saat mendapat serangan yang tiba-tiba dari seorang pria yang misterius yang Bahkan pria tersebut sudah berhasil membuka cadarnya.