Baby El

Baby El
Bab 24


__ADS_3

"Me-menikah Tuan," ulang Selma dngan tergagap, mimpi apa dia sampai Tuan ini mengajaknya menikah.


Sebatiann mengangguk pasti, sebenarnya dia sudah cukup lama memikirkan ini. Tapi beru kali ini dia berani mengatakan, melihat bagaimana Selma diperlakukan seperti itu oleh ibu kandungnya sendiri membuat Sebastian semakin ingin melindungi Selma.


Sebenarnya Sebastiansudah tahu perjanjian yang Marlina dan Ibu Selm buat, Selma benar-benar terpaksa menyewakan rahimanya. Lebih tepatnya dia tidak tahu kalau rahimnya akan disewakan oleh ibunya.


Selma dibawa ke kinik milik Johan, Ani hanya mengatakan jika mereka akan melakukan donor darah. Namun, nyata selma dibuat tidak sadar dan saat itu merekan melakukan inseminsi pada gadis itu. Semuanya terlambat saat Selma tahu dia hamil. Tentu saja dia tidak bisa melakukan apa-apa, apalagi ibunya selalu mengancam akan meng\=hentikan pengobatan bapaknya jika sampai sesuatu terjadi pada kandungan Selma.


Gadis itu masih mematung di tempatnya, mencoba mencerna pa yang baru saja terjadi. Semua begitu cepat seperti mimpi, jujur Selma memang menaruh hati pada Sebastian. Siapa yang tidak jatuh cinta pada pria tampan dengan hati yang lembut seperti Sebastian.


Tapi Selma sadar perasaannya itu salah, dia selalu menepis dan berusaha mengubur perasaan itu. Tapi hari ini, seperti mimpi yang jadi kenyataan saat kata menikah keluar dari bibir pria bermata sipit itu.

__ADS_1


"Selma, kau baik - baik saja." Sebastian bangkit dari duduknya, ia melambaikan tangan di depan wajah Selma yang menatp kosong.


"Eh ... iya. Maaf Tuan , saya hanya terkejut." Selma yang gugup langsung menunduk dan mundur beberapa langkah, wajahnya memerah karena Sebastia berdiri tepat didepannya.


Sebastian tersenyum kecut, ia mengira Selma menghindar dan tidak nyaman berada didekatnya.


"Pernikahan ini demi El, aku tidak ingin dia kehilangan sosok ibu. Kau tidak bisa terus di sini sebagai babysister El. Tapi jika menikah denganku kau bisa terus di sampingnya, mendampingi El sampai dia siap nanti. Aku ingin memberi El kelurga yang utuh, pikirkan tawaranku Selma. temui aku saat kau akan mengatakan iya." Pria itu melangkah menjauh dari Selma.


Dengan hati yang patah Selma menyusul langkan Sebastian yang sedang menunggunya di ambang pintu. Pria itu membukakan pintu kamar untuk Selma keluar.


Selma menghentikan langkahnya tepat didepan Sebastian, ia mengambil nafas dalam sebelum berucap." Tuan tidak usah menunggu jawaban saya, saya setuju dengan Pernikahan ini."

__ADS_1


"Baik, kalau begitu aku kan mengatur pernikahan kita secepatnya," jawab Sebastian mantap.


" Baik, kalau begitu saya permisi Tuan," Ujar Selma sebelum berlalu menjauh.


Sebastian menatap punggung Selma yang perlahan menghilang dari pandangannya. Tatap sebatian sangat sulit diartikan. Pria itu bimbang, apakah keputusan dia sudah benar. Haruskan dia menikahi Selma yang tidak mencintainya?


Semua yang ia ucapkan tadi hanyalah kebohongan semata, meskipun dia tidak sepenuhnya bohong. Sebastian memang ingin memberikan keluarga yang utuh untuh El, Sebastian yakin Selma akan setuju dan tidak mungkin menolah jika Sebastian mengatakan hal mengenai El.


Tapi di sisi lain, laki-laki itu juga ingin membuka hati pada Selma. Semua tak lepas dari ucapan ibunya beberapa hari yang lalu. Beliaulah yang mencetuskn ide agar Sebastian menikah dengan Selma, Sofia begitu menukai ibu kandung El itu. Sofia yakin Selma gadis yang baik.


Sebastian pun tak meraguakn kebaikan hati Selma. Sejak Selma berkerja di rumah ini Sebastian selalu memperhtikan cara wanita itu berkerja dan merawat El. Selma bahakn lebih perhatian dan telaten merawat El daripada Marlina istrinya, tentu saja saat itu Sebastian beumthu jika Selma adalah ibu kandung El varo.

__ADS_1


__ADS_2