
"Baby R mana ?" Tanya Maya lemah. Wajahnya masih terlihat pucat. Matanya sendu seolah-olah enggan untuk terbuka.
"Baby R lagi di ruang sebelah"
"Gue mau liat baby R"
"Mama, baby R nya lagi bobo, ntar kalau sudah waktunya minum susu akan dibawa kesini" ucap Rio pelan berusaha untuk tidak membuat Maya khawatir. Walaupun kondisi baby R sudah mulai membaik, tapi baby R masih dalam masa pemantauan dokter.
"Bagiamana keadaan mama sekarang, masih sakit ?" Maya melirik Rio malas. Apa dia telinganya mengalami gangguan setelah habis menjalani operasi. Kenapa Maya mendengar Rio memanggilnya dengan sebutan mama dengan sangat lembut dan juga perhatian, bukannya dia sangat membenci Maya.
"Kenapa ?"
Maya memalingkan wajahnya dengan jengah dan menutup matanya dalam diam. Wajahnya seperti menyiratkan kalau sekarang ini dia enggan untuk berbicara dengan siapapun.
"Sebenarnya ada apa dengan Maya ?" Bathin Rion. Perubahan sikap Maya membuatnya merasa tidak nyaman saat ini. Apa Maya masih marah dengan dirinya ?
"Rio" panggil Bian pelan. "Sini" Rio menghampiri Bian.
"Ada apa ?"
"Ada sesuatu yang pengen gue bicarakan sama lo"
"Soal apa ?"
"Maya" ucap Bian cemas.
Rio dan Bian bergegas ke ruang kerja Rio dan duduk dengan wajah Bian tiba-tiba berubah bingung.
"Ada apa dengan Maya ?" Tanya Rio penasaran.
"Apa lo perhatikan kalau sepertinya ada yang berbeda dengan Maya ?"
"Iya.. sepertinya dia masih marah sama gue" Bian menggeleng.
"Sepertinya Maya sama seperti dulu"
"Maksud lo ?"
"Tadi saat gue kekamar Maya, masa ia dia memanggil gue Tuan Bian. Aneh kan ? Bukannya Maya biasanya manggil gue kak Bian"
"Ah mungkin Maya masih dalam pengaruh obat kali, makanya bicaranya sedikit ngelantur"
"Hmm bisa jadi ya" Bian mengetuk dagunya dengan jari telunjuk sambil memutarkan bola matanya. "Oh iya, Tante mana ?"
"Nggak tau gue, sehabis liat Maya yang masih dalam keadaan nggak sadarkan diri, tante pergi nggak pamit"
"Gue masih sanksi kalau tante bisa menangani fans fanatik lo"
"Tenang aja, nggak ada urusan yang nggak bisa ditangani tante kalau dia sudah bertekad untuk menyelesaikannya"
"Tapi ini masalah mama gue, gue nggak mau kalau sampai terjadi apa-apa dengan mama"
"Gue juga nggak akan ngebiarin mama mertua gue kenapa-kenapa. Kita percayakan aja semuanya sama tante"
"Hmm sepertinya ada yang lagi ngegosippin tante" ucap Tante yang tiba-tiba saja berada didepan pintu.
"Kalian sedang ngegosippin tante apa ?" Tanya tante sambil memincingkan matanya.
"Ini si Bian cuma menanyakan perkembangan si wanita ular itu aja kok tante"
"Haa... apa kalian tidak melihat berita ?"
"Berita ?" Jawab Bian dan Rio serentak. Belakangan ini mereka memang sibuk memikirkan bagaimana menyelamatkan mama dari dekapan si wanita ular, ditambah lagi dengan kondisi Maya yang memburuk dan diharuskan menjalankan opersi. Dua peristiwa itu benar-benar menyita waktu dan pikiran mereka. Mana sempat mereka melihat berita lagi.
__ADS_1
"Coba kalian liat di akun gossip saat ini"
"Idih, apaan sih tante.. masa ia kita nonton akun gossip" protes Rio.
"Ya sudah kalau nggak mau liat"
Bian segera meronggoh sakunya dan mengambim hpnya. Dia segera membuka akun gossip di youtube. Matanya membulat saat dia melihat pemberitaan disana. Semua akun gossip membicarakan tentang Alisya.
Seorang pengusaha wanita yang terkenal, ternyata menjalin hubungan dengan beberapa pengusaha dan petinggi negara sekaligus.
Alangkah terkejutnya Bian saat dia menonton youtube, disana terpampang foto-foto Alisya yang sedang bermesraan dengan beberapa pria, bahkan ada foto yang menampilkan Alisya sedang tidur bareng dengan pria-pria itu.
Oh my god..
Apa berita ini semuanya benar ?
"Gimana hasil kerja tante ?"
"Tante dapat foto-foto ini dari mana ?" Tanya Bian takjub.
"Foto apaan ?" Tanya Rio kepo.
"Mendapatkan foto seperti itu mudah bagi tante"
"Tapi kalau wanita ular itu menyangkalnya bagaimana tante ?"
"Tante masih banyak bukti yang lain, yang tidak bisa dia sangkal lagi"
"Gue liat dong" Rio mengambil hape Bian paksa dan melihat foto-foto Alisya yang sekarang lagi tranding no 1
"Ini mah nggak bisa membuat wanita seperti dia jera, tante" Ucap Rio pelan.
"Wahh... kamu tidak tau saja bagaimana kekuatan netizen. Kekuatan mereka kalau sudah bersatu itu mengalahkan kekuatan negara adi kuasa tau nggak. Membunuh seseorang, tapi tidak berdarah"
"Liat aja, aktris atau aktor korea. Mereka banyak yang bunuh diri karena bullyan para netizen"
"Semoga aja dia bunuh diri" umpat Rio dan diaminkan oleh tante dan Bian.
"Tapi bagaimana kita menyelamatkan mama" tanya Bian.
"Tante sudah mengirim orang untuk memberikan beberapa video kerumah wanita ular itu dan surat ancaman Kalau dia tidak mengembalikan mama kamu dengan cepat, maka semua video itu akan disebarkan ke media"
"Bagaimana kalau dia melapor ke polisi ?"
"Itu lebih bagus lagi, dengan dia speak up di depan kamera maka istri-istri para hidung belang yang menjalin hubungan dengan dia akan lebih leluasa menghakiminya. Jadi kita nggak perlu repot-repot mengotori tangan kita untuk menghukum wanita itu, cukup para netizen yang budiman saja yang menghakiminya"
"Wahhhh tante memang hebat" kagum Bian.
"Cih.. kalian itu yang terlalu kolot. Bagaimana kalau kita menjalankan rencana kalian yang bodoh itu. Bisa-bisa Maya akan celaka" Rio dan Bian terdiam.
Benar juga kata tante, bagaimana kalau mereka menjalankan rencana mereka dan kondisi Maya memburuk seperti kemaren. Maya dan baby R pasti akan celaka"
"Bagaimana kondisi Maya ?"
"Maya baik-baik saja tante, sekarang dia masih istirahat"
"Syukurlah" Tante menatap Bian.
"Sebaiknya kamu hubungi wanita ular itu sekarang, dan pura-pura kamu tidak perduli tentang pemberitaan tentang dia. Tanyakan saja tentang rencananya untuk mendapatkan Rio"
"Baik tante"
"Ingat, jangan sampai wanita ular itu tahu kalau Maya sudah melahirkan. Kondisi Maya dan baby R masih lemah"
__ADS_1
"Iya tante"
"Rio bakal memperketat penjagaan untuk Maya dan baby R tante" Ucap Rio tegas.
"Oh iya, apa kamu sudah menamai baby R ?"
"Belum tante.. tapi aku sudah punya beberapa nama yang bagus untuk baby R"
"Namanya apa ?" Tanya Bian kepo.
"Rahasia"
"Kok rahasia !!"
"Gue akan kasi tau nanti, aku mau kasi tau Maya dulu"
"Suami yang bagus" Puji tante sambil tersenyum manis kearah Rio.
Drittt... drittt...
"Hustt Alisya telp" Ucap Bian sambil memberi kode untuk hening.
"Hallo"
"Bian.. lo harus bantu gue sekarang" ucap Alisya to the point.
"Bantu apa ?"
"Gue butuh salah satu villa milik lo"
"Untuk apa ?"
"Gue butuh tempat tinggal untuk beberapa waktu"
"Ckkk emangnya gue bisa di bodohin sama lo ? Bagaimana dengan mama gue"
"Gue akan pertemukan lo sama mama lo"
"Kapan lo mau membawa mama bertemu sama gue"
"Sekarang juga.. dan gue tunggu lo di apartement gue" Alisya menutup telpnya terburu-buru.
"Bagaimana ini tante ?"
"Bagus.. dia sudah termakan umpan. Sekarang kamu kesana sendirian, buat dia percaya sama kamu. Setelah kamu mau pergi dari apartemennya, kasi kode sama tante. Tante akan memberikan suprise buat dia"
"Kejutan apa tante ?" Tanya Rio kepo.
"Mau tau aja kamu.." Kesal tante.
"Bian, sana kamu pergi.. ehhh tunggu dulu, sini hape kamu" Bian memberikan hapenya.
"Ok.. alat penyadapnya sudah dipasang. Jalankan rencana kita dengan sebaik-baiknya jangan buat celah sedikitpun atau jangan pernah mengasihani si wanita ular itu" tante menatap Bian tajam "Kalau kamu melakukan itu, kamu yang bakal tante hancurin"
"Tenang aja tante.. rasa benci aku mengalahkan rasa prikemanusiaan ku" Ujar Bian sambil menyengir sinis. Membuat tante menatapnya kagum.
***
Hallo teman-teman minta bantu dukungannya yah, agar cerita ini masuk ranking di Noveltoon biar lebih semangat lagi untuk membuat ceritanya.
Oh iya jangan lupa commentnya yah, karena dari comment kalian bisa menjadi inspirasi cerita aku disini
Terimakasih
__ADS_1