
"Cerai"
Rio menatap Maya marah. Dia tidak menyangka kalau Maya akan mengatakan kata yang laknat itu.
Perceraian..!!
Apa Maya begitu ingin pergi dari sisi Rio. Apa salag Rio, apa ini karena rencananya dan Bian untuk menjebak Alisya.
"Maya, aku akan menganggap kamu tidak pernah mengatakan itu" Jawab Rio ketus. Rio berusaha untuk tenang, walaupun sekarang dia sangat marah.
"Kenapa !!!"
"Maya, kamu baru habis melahirkan tidak baik membicarakan masalah ini"
"Bukannya sejak awal tugas saya disini hanya untuk melahirkan baby R"
"Maya!!" Bentak Rio kesal.
Ya dulu dia memang hanya menginginkan baby R, tapi sekarang Rio sangat mencintai Maya dan juga baby R. Dia tidak mau melepaskan mereka.
"Rio !! Apa-apaan kamu" Teriak tante marah yang masuk dengan tiba-tiba saja diruangan Maya.
Bentakkan Rio terdengar hingga diluar ruangan membuat beberapa bodyguard hanya menunduk ketakukan. Untung saja Bian dan mama nya beristirahat dulu di kamar tamu. Kalau mereka ikut menjenguk Maya kan bisa menimbulkan masalah lagi.
"Kenapa kamu membentak Maya !! Apa kamu tidak liat kondisi Maya yang masih lemah gitu"
Rio menarik rambutnya sendiri. Dia juga tidak ingin membentak Maya tapi ucapan Maya sudah kelewatan.
"Ada apa sayang ?" Tanya tante lembut saat mendekati Maya yang menatap Rio sedih.
"Maya tante.. Rio tidak tau salah Rio dimana, dia malah...ahhhh" Teriak Rio frustasi. "Dia malah meminta Rio untuk menceraikannya" Ucap Rio lesu.
"Ooo.. kamu sudah memintanya ??" Tanya Tante pelan sambil menatap Maya membuat Rio menatap Tantenya dengan tatapan sangat kesal.
"Tante sudah tau kalau Maya akan menceraikan Rio" tante mengangguk sambil melirik Rio jengah.
"Apa kamu butuh pengacara, sayang ?"
"Tante !!" Bentak Rio.
"Kamu berani bentak tante"
"Kenapa tante malah membantu Maya"
"Kenapa ? Kamu tidak suka ?"
__ADS_1
"Tante.."
"Bagaimana rasanya" Rio menatap tante bingung. "Sakit, jika istri kamu meminta cerai sama kamu ?"
"Bukan lagi sakit tante.. dunia aku serasa mau runtuh"
"Ckkk" cibir Maya.
"Asal kamu tau, apa yang kamu lakukan itu lebih menyakitkan buat Maya"
"Rio tidak melakukan apa-apa tante"
"Bohong" sela Maya pelan.
"Kalau yang tante maksud prilaku Rio terdahulu sama Maya, Rio akui Rio salah. Tapi saat ini Rio benar-benar sangat mencintai Maya dan juga baby R"
"Kalau begitu kenapa kamu tega mau mengkhianati aku ?" Teriak Maya terisak.
"Aku tidak pernah mengkhianati kamu, Maya"
"Kamu berniat menjalin hubungan dengan Alisya kan ?"
"Tapi itu demi menyelamatkan ibu kamu Maya"
"Rio... dengarkan tante" ucap tante berusaha meleraikan pertengkaran Maya dan Rio. "Apapun dalih kamu, tetap saja ada niat kamu mengkhianati istri kamu. Apa kamu pernah berfikir apa yang akan terjadi saat kamu menjalankan rencana kamu dan itu diketahui oleh Maya" Rio terdiam, dia tidak memikirkan resikonya. Dia tau pasti Maya akan marah, tapi Rio berfikir Maya akan mengerti apa yang dia lakukan adalah demi menyelamatkan mama nya.
"Kalian adalah sepasang suami istri, setiap masalah seharusnya didiskusikan bersama, maka masalah itu akan lebih mudah diatasi tanpa membuat masalah yang baru di pernikahan kalian. Ingat !! Sekarang kalian sudah memiliki Baby R, jika kalian tidak bisa menyelesaikan sebuah masalah, yang terluka bukan hanya kalian tapi baby R juga"
"Maafkan Rio tante"
"Seharusnya kamu meminta maaf sama Maya"
"Sekarang Rio mengerti kenapa Maya meminta Rio untuk bercerai" wajah Rio berubah sendu. Ini semua memang salahnya. Jika saja dia melakukan rencana iti dan ternyata mengakibatkan Maya menjadi salah paham maka akhir dari semuanya adalah perpisahan mereka.
"Apa kamu menyesalinya ?" Rio mengangguk menunduk. Dia tidak berani melihat mata Maya, Rio merasa benar-benar bersalah.
"Tenang saja.. Maya tidak akan menceraikan kamu"
"Ta-tapi kenapa ?"
"Kami masih mau tetap cerai sama aku" Ucap Maya sarkas.
"Nggak" ucap Rio cepat.
"Perceraian ini ide tante, untuk membuat keponakan tante ini sadar kalau hubungan kamu dan Maya itu lebih penting dari apapun"
__ADS_1
"Maaf" Rio berlari dan memeluk Maya dengan erat. Air matanya tak terasa mengalir, entah sejak kapan dia berubah menjadi pria yang melankolis seperti ini.
"Jangan seperti itu lagi"
"Aku janji, aku nggak akan seperti ini lagi. Dan aku berjanji, aku nggak akan membiarkan wanita manapun mendekati ku"
"Apa kami bilang ?? Jadi tante nggak boleh deketin kamu ?"
"Ehh bukan itu maksud Rio tante.. wanita yang rio maksud itu wanita penggoda"
"Bagaimana kalau ternyata kamu yang menggoda wanita lain" Ketus Maya.
"Nggak mungkin"
"Tenang saja Maya, apa kamu tidak pernah mendengar julukan Rio dulu"
"Julukan !!"
"Pria dingin anti wanita"
"Pria dingin .. kalau itu Maya setuju tante. Tapi kalau anti wanita" Maya menatap Rio seksama "Sepertinya itu salag tante.. kalau Rio anti wanita kenapa dia begitu ahli"
"Itu karena aku sudah tergoda sama kamu" ucap Rio malu.
"Yakin !!" Ucap Maya tidak yakin.
"Sangat yakin.. dan aku nggak akan pernah biarin kamu pergi dari hidup aku" kecup Rio. "Dan satu hal lagi, kalau bibir ini mengucapkan kata Itu lagi. Aku yakin kan kalau kamu akan mendapatkan hukuman yang terberat dari aku"
"Hukuman apa ??"
"Aku akan membuat kamu ketergantungan sama aku selama hidup kami sampai kamu lupa kalau kamu pernah mengatakan kalau kamu mau pergi dari aku"
"Caranya ?" Rio tersenyum penuh kelicikkan. Dia menatap manik mata Maya sangat dalam. Tangannya kini mulai bermain di pipi Maya dengan penuh kelembutan. Perlahan tubuhnya pun ikut naik diatas tempat tidur Maya membuat sepasang mata yang melihat tingkahnya menatap geram.
"Kamu ini... kalau lupa yah, kalau Maya itu habis melahirkan" jewer tante keras.
"Sakit tante.."
"Keluar sana.." Usir tante membuat Maya tertawa geli melihat Rio yang tak berdaya dihadapan tante.
Kemana perginya Rio yang dulu. Pria yang selalu memasang wajah dingin. Pria yang selalu mengeluarkan kata-kata kasar, dan pria yang selalu berprilaku buruk terhadap dirinya.
"Maya.. hikss.. tante, Rio masih mau bersama Maya"
"Kamu kalau disini, otak kamu akan semakin ngeres.. kasian Maya.. sana pergi" dorong tante hingga tubuh Rio terpaksa keluar dari ruangan Maya.
__ADS_1
"Dasar tuh anak, bisa-bisanya mesum didepan orang tua. Dulu disuruh nikah aja nggak mau, sekarang.. uhhf" gerutu tante.
"Tante... Rio kenapa dulu tidak mau menikah ?"