Baby untuk Mr. R

Baby untuk Mr. R
Part 25


__ADS_3

"Bian... akhirnya kamu datang juga. Kenapa lama sekali" Kesal Alisya yang sudah 3 jam menunggu Bian di apartement nya.


"Gue mengindar dari kerumunan orang diluar"


"Apa mereka masih disana ?" Bian mengangguk santai.


"Mereka siapa ?"


"Orang gila"


"Ckk, lo yang gila"


"Sekarang ayo kita pergi"


"Tunggu.. mama mana ?" Bian menatap Alisya waspada. Dia harus bertemu sang mama terdahulu sebelum dia membawa wanita ular ini keluar dari markasnya.


"Ikut gue" Alisya memasuki sebuah ruangan, disana terlihat mama sedang tertidur pulas.


"Ma.. mama" panggil Bian pelan, dia tidak mau mengejutkan mamanya dengan keberadaannya disini yang tiba-tiba.


"Mama lo nggak akan sadar"


"Apa yang lo perbuat sama mama gue, haaa" bentak Bian.


"Gue cuma berikan obat tidur sama mama lo, biar dia nggak merepotkan kita nantinya"


"Sialan lo, berani-beraninya lo memberikan mama gue obat tidur" Bian mendekati Alisya dengan geram. Kalau saja dia tidak memikirkan sang mama saat ini, pasti sudah Bian hajar dia.


"Gue lakukan itu juga demi kebaikan mama lo. Apa lo mau melihat mama lo kambuh ?"


Bian terdiam, mama nya memang memiliki gangguan emosional jika berada dikeramaian orang. Dia akan menjadi orang yang susah di kendalikan.


"Cepat pergi, sebelum mama lo sadar"


Bian menggendong sang mama yang masih terlelap tidur di ikuti Alisya yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian ala suster lengkap dengan wig dan kaca mata tebalnya.


Mereka menerobos keramaian orang dengan begitu mudah, karena mereka tidak mengenali Alisya sama sekali dan itupun dibantu dengan acting Bian yang cukup meyakinkan.


"Bian, bagaimana dengan Rio dan Maya ?" Tanya Alisya sambil membuka wig dan kaca matanya yang sudah dari tadi membuatnya risih saat mereka dimobil.


"Tenang saja, mereka urusan gue" ucap Bian dengan sangat yakin.


"Bagus.. gue mau secepatnya lo pisahkan mereka berdua"


"Gue juga pengen menjauhkan mereka.. dari wanita seperti lo"


"Apa lo sudah mendapatkan hati wanita idaman lo itu"

__ADS_1


"Tentu.. siapa yang tidak mudah tertarik sama paras gue"


"Ckk.. ya.. paras lo memang ganteng tapi sayangnya gue tidak tertarik dengan orang yang hanya bermodalkan tampangnya saja"


"Ckk siapa juga yang ingin lo tertarik sama gue.. najis gue sama lo"


"Kita sudah sampai" Ucap Bian saat mereka tiba di salah satu villa Bian yang sudah dia persiapkan untuk Alisya.


"Lumayan" Ucap Alisya dengan senyuman tipisnya.


Baru memasuki gerbang depan, Alisya sudah dikerumuni banyak orang. Kali ini bukan para wartawan seperti yang di apartement nya tetapi para istri dari pria yang dikencaninya.


Mereka tampak murka melihat wajah Alisya. Kalian tau bagaimana kejamnya ibu-ibu jika mereka sedang marah.


Yupp... Alisya dijambak habis-habisan, wajahnya dicakar hingga berdarah di bagian jidad dan pipinya. Bajunya saja robek dimana-mana karena tarikan dari ibu-ibu yang murka.


Teriakan Alisya meminta tolong tidak terdengar akibat suara amukan ibu-ibu yang senang melampiaskan amarahnya yang terpendam saat ini.


Gembel..


Seperti itulah gambaran Alisya saat ini. Rambut acak-acakkan, baju yang rombeng dan tubuh penuh luka.


Dari kejauhan Bian melihat tante yang sedang memberikan kode supaya dia menjalankan plan B. Berpura-pura sebagai pahlawan kesiangan.


"Ibu-ibu berhenti" Teriak Bian membuat beberapa ibu-ibu menghentikan aksinya.


"Jangan lanjutkan lagi, nanti dia bisa mati" Teriak Bian lagi dan berhasil, ibu-ibu berhenti melakukan aksinya yang anarkis.


Ckkk gue nggak akan termakan dengan rayuan minta tolong lo


"Seret dia ke kantor polisi" Teriak seorang wanita dari kejauhan yang tak lain tak bukan adalah teriakkan dari tante.


"Jangan bawa dia kekantor polisi" ucap salah satu wanita yang sengaja dibayar tante untuk memperkeruh suasana.


"Bagaimana kalau kita gunduli dia, kita arak dia keliling kampung dengan plang didadanya yang bertuliskan PELAKOR" teriaknya


"Jangan" Teriak Alisya memohon. Dia bahkan menepis tangan ibu-ibu yang mencoba merengkuhnya, namun kekuatannya tidak besar untuk melawan aksi para ibu-ibu.


Gunting dan alat cukur yang sudah di bawa wanita suruhan tante langsung di pergunakan oleh ibu-ibu untuk menggunting rambut Alisya. Hasilnya benar-benar karya yang luar biasa. Bian sampai mengabadikan Alisya di hape yang dia punya.


Tubuh Alisya di ikat seperti kerbau yang siap di eret kemanapun, didadanya terdapat plang yang bertuliskan AWAS ADA PELAKOR GILA.


Namun belum sempat Alisya di arak, wartawan sudah berdatangan. Mereka sangat bersemangat mengambil gambar Alisya dengan cukuran kepalanya yang asal-asalan.


Beberapa wartawan bahkan menertawakan dia dengan terang terangan. Dan ada juga yang mengatakan "Mbak, kemana para suggar daddy nya ?? Kok nggak ngebatuin"


Perkataan mereka membuat Alisya marah, tapi dia tidak berdaya dengan keadaannya sekarang.

__ADS_1


"Syukurin lo" Bathin Bian. Dia kembali kemobil, melihat kondisi mama dan segera membawanya kerumah Rio untuk bertemu Maya dan juga cucunya.


"Bian" ucap Mama pelan dengan matanya yang sedikit terbuka.


"Kita mau kemana ?"


"Bian akan membawa mama ketemu sama wanita yang Bian sayangi" ucap Bian bahagia.


***


"Maya.. kamu mau melihat anak kita ?" Tanya Bian lembut.


"Saya sudah meminta beberapa pelayan untuk membawa baby R kesini, maaf kan saya Tuan jika saya tidak meminta izin terlebih dahulu kepada Tuan"


"Tuan" Rio mengerutkan dahinya. Kenapa Maya nya memanggil dirinya dengan sebutan Tuan lagi ?


"Untuk apa meminta izin, baby R kan anak kita. Anak kamu dan juga anak aku"


Maya memalingkan wajahnya, dia tak suka ditatap Rio dengan tatapan seperti itu.


"Maya, aku sudah mempersiapkan beberapa nama untuk baby R, kamu pilih nama mana yang cocok untuk baby R kita"


"Apa pendapat saya akan didengarkan ?" Tanya Maya ketus.


"Tentu.. nama pilihan kamu pasti akan menjadi nama yang terbaik untuk baby R"


"Apa kamu mau mendengar nama nya ?"


"Apa setelah saya memilih nama untuk baby R, saya boleh meminta sesuatu sama Tuan ?"


"Tentu, kamu boleh minta apa saja"


"Apa saja !!"


"Iya.. apa saja"


"Kalau begitu, saya ingin mengakhiri semua ini" Ucap Maya dingin.


"Mengakhiri !!" Rio menatap Maya bingung. Apa yang ingin diakhiri Maya.


"Kamu mau mengakhiri apa ?"


"Semuanya... semua tentang saya dan juga tuan Rio yang terhormat"


Rio saling beradu pandang. Tatapan mata Maya terlihat dingin sedangkan tatapan Rio terlihat kebingungan. Sebenarnya istrinya kenapa ? Apa maksudnya dengan mengakhiri tentang dirinya dan juga Maya. Apa dia ingin...


"Kamu ingin kita mengakhiri semuanya ?" Tanya Rio memperjelas kata-kata Maya. Maya mengangguk mantap.

__ADS_1


"Ka-kamu mau..." Rio menarik nafasnya dalam-dalam. Dia tidak sanggung untuk meneruskan kata-katanya. Rio takut apa yang difikirkannya sama dengan apa yang Maya maksudkan.


"Cerai"


__ADS_2