
"Cahayaaa!!!! kemari kamu! Dasar anak nakal!!"
pagi-pagi seperti biasa, Bu Nania sudah dipusingkan oleh anak didiknya yang bernama Cahaya Galaksi. Sudah 2 tahun Bu Nania menangani tingkah Cahaya. Mulai dari masalah tidak berseragam lengkap, bolos Pelajaran, tawuran, hingga tingkahnya yang pernah membakar pos satpam.
Bu Nania sendiri sangat pening dengan kelakuan ajaib Cahaya ini. Tapi ia bersabar karena ini memang tugasnya sebagai guru BP dan walikelas nya yaitu 11 IPA-4 di SMAN 8 Yogyakarta.
Pagi ini, Cahaya berbuat ulah lagi. Kali ini dia menyalakan petasan di depan kantor kepala sekolah. Jadilah adegan kejar-kejaran antara Bu Nania dan seorang satpam sekolah di sepanjang koridor kelas 11.
"Hosh...hosh... okeh.... beren...ti....ca..ha..ya.. kita... baik..baik
..aja... ngomong nya..." Ujar Bu Nania pasrah dan berhenti dengan nafas tak beraturan.
Sedang Cahaya akhirnya berhenti dan tersenyum bangga.
"Nah gitu dong buk. Dari tadi kek. Kalo gitu kan ga perlu olahraga pagi-pagi." ujarnya sambil mengambil posisi tiduran di lantai.
"hh...hhh... kalo gitu ayo ikut ibu masuk kelas aja. Pelajaran udah mau dimulai."
"Ya buk! Sabar aku mau tiduran bentar . Panas tau buk..." elaknya. Alhasil inilah yang didapatkan oleh Cahaya.
"CAHAYAAA GALAKSIIIII!!!!! MASUK KELASS..... SEKARANGGGG!!!!!"
"iya-iya elah... gitu aja sensi.."
Akhirnya pagi itu, Bu Nania sukses membujuk Cahaya untuk masuk kelas dan mengikuti pelajaran.
Tapi, yang namanya Cahaya, ia tak mungkin diam begitu saja. Saat Bu Nania menerangkan sebuah tata tertib baru, Cahaya mengangkat tangannya.
"Buk!" serunya. Sontak seisi kelas menengok ke arahnya.
"Apa lagi Cahaya.."Jawab Bu Nania dengan penuh penekanan.
"Ah ibu ga seru. Giliran saya ga tanya di bilang 'kamu tu dengerin ga sih'. Eh pas saya mau tanya malah diginiin." Jawab Cahaya dengan muka cemberut.
Dengan dia bertingkah seperti ini membuat kaum hawa dalam kelas menjerit histeris. Pasal nya Cahaya adalah cowok terganteng di kelas mereka. Dia tinggi, putih, dan kesannya juga imut. Kekurangannya cuma satu yaitu nakal.
ini cast nya Cahaya

oke back to story'
__ADS_1
"Hh.... iya, ada apa Cahaya.." Jawab Bu Nania dengan sabar.
"Gajadi Bu, ngambek saya." Jawab Cahaya sambil melipat tangannya.
Bu Nania sudah menahan marahnya hingga wajahnya memerah.
"hh yasudah kita lanjutkan saja." akhirnya perwalian hari itu berjalan lancar dengan cahaya yang asik tertidur di kursinya.
.
.
.
Istirahat pertama pun dimulai. Seluruh penjuru sekolah telah mendengar bel itu. Cahaya bersama Gavin dan Dewa keluar dari kelasnya. Diikuti Gladis dan Nadhira. Ya seperti novel-novel lainnya, mereka adalah Genk. Tiga cowok dan 2 cewek. Pastinya seru kan? iya dong.
Kenalin ni Gavin Abipratama. Dia adalah orang paling cuek dan paling dingin di antara 4 orang lainnya. Tapi otaknya wuihh... tak diragukan. Panteslah, soalnya dia itu udah bekerja di perusahaan ayahnya sebagai asisten CEO. CEO nya itu kakaknya. Jadi yahh dia paling sibuk di antara lainnya. Dia punya cewek, lebih tepatnya udah tunangan sih,wkwkwk. Namanya Indira. Oke to the poin aja, dia itu kakaknya Nadhira.
Lanjut ada Dewa. Sekalian deng ya sama adiknya Gladis. Mereka ini kembar. Nama belakang mereka adalah Mcschoth. Mereka blasteran amerika- Brazil. kok bisa tinggal di indo? bisa dong. Nenek mereka orang Brazil tapi udah lama netap dia indo. Sifat mereka?? hmmm sama-sama gesrek.
Terakhir ada Nadhira. Nadhira Quirra Sudjardjo. Dia orang indo-belanda. Dia orangnya paling kalem, paling tertutup di antara teman-teman nya. Tapi ternyata dia menyimpan rahasia besar dengan Tuan Muda Kita ...... Cahaya.
Oke ga usah bahas itu, ntar jadi spoiler.
Seperti biasa, Gladis dan Nadhira membawa bekal setiap hari. Bukannya apa, tapi mereka tidak suka berada di kantin karena berdesakkan. Biasanya Gladis dan Nadhira akan membawa makanan seperti kue kering, sandwich, roti selai, muffin, dll. Sedangkan ketiga cowok itu tinggal membawa minuman nya. Mereka kompak banget sii.
"Eh Cahaya, gue numpang rumah Lo dulu deh, boleh ga? Lo kan tinggal sendiri " Dewa memecah kegiatan mereka siang itu.
Cahaya sendiri terkejut.
"hmmm?! rumah gue? Ga deh nggak. Ee... Oma mau tinggal di apartemen gue. Nah iyaa..." jawabnya terbata. Ia bingung harus gimana.
"Emang acara apa Lo tinggal rumah gue?" timpalnya.
"Ya bosen aja, Oma pergi 1 Minggu." jawab Dewa.
Lalu Gladis menyahut.
"Iya nii. Oh iya kalo gitu gue nginep rumah Lo gimana Ra?"
Ira yang ditanyai langsung tersedak kaget.
__ADS_1
"ukhhuk...."
Galdispun gelagapan dan langsung menyodorkan susu ke Ira.
"Kenapa si Lo ? santai kali." Ujar Gladis.
"Nggak tapi kaget aja." Jawab Ira sambil melirik Cahaya. Dan tepat saat itu Cahaya melotot ke arahnya.
"Ah... Maaf ya bukannya apa, tapi... mmm.. itu Kak Indi mau ngajak aku... bantuin dia lembur di perusahaan. Iya lembur." Ujarnya berkilah.
Ira sempat melirik ke Gavin, namun untungnya Gavin diam saja.
"Yah Lo berdua mah ga asik. kita ga pernah main ke tempat Lo tau Ra. Dan Cahaya ga pernah ngajak kita ke apart Lo. Main cuma di rumah Oma." Gerutu Dewa.
"Iya nih... ayolah Ra.... Daripada gue bosen Dirumah." Rengek Gladis.
Ira hanya menghela napas dan berpikir.
"Mmm 3 hari lagi. Berarti besok weekend Lo boleh ke rumah gue. Gimana?" Tawar Ira. Dan dengan cepat Gladis menyanggupinya dengan tersenyum sumringah.
"Oke.."
Sedangkan Dewa yang melihat itu tak mau kalah.
"Tu Gladis di bolehin. Ntar gue dirumah sendiri dong. Ayolah Ya..."
Setelah perengekan panjang akhirnya Dewa juga dibolehin. Namun bolehnya saat weekend. Dan itupun hanya 2 hari.
Gavin yang melihat itu tentu tak curiga lagi. Dia sudah tau semuanya. Bagaimana tidak? Dia berhubungan dengan kakak Ira, Indi. Dia sudah tau kalau Ira dan Cahaya sudah menikah 1 tahun lalu.
Sebenarnya mereka menikah karena hubungan kerjasama keluarga Cahaya dan Ira. Saat itu seharusnya Indi lah yang menikah. Namun Indi kabur dan akhirnya Ira lah yang harus menggantikan. Indi kabur dengan alasan umur. Mereka beda 6 tahun lebih tua Indi(berarti juga Gavin dan Indi beda 6 tahun). Saat kabur Indi bertemu Gavin, yang hendak menghadiri pernikahan sahabatnya Cahaya, namun sebagai pengganti ayahnya. Dan Indi pun meminta tolong pada Gavin untuk membawanya pergi.
Gavin mengenali wajah Indi karena beberapa kali mereka meeting kerjasama bersama. Akhirnya ia menolong nya dengan membiarkan Indi dalam mobilnya sedang ia menghadiri pernikahan itu.
Alangkah terkejutnya karena yang di nikahi Cahaya adalah Ira, sahabat satu gengnya bersama Cahaya juga. Cahaya pun sama terkejutnya (Ira gak terkejut karena memang sudah tau dari awal ). Setelah itu ia meminta penjelasan pada mereka berdua.
Dan Ira pun menceritakan semuanya. Mulai dari situ Gavin mengerti. Namun Cahaya tidak . Mereka sepakat merahasiakan ini demi persahabatan mereka. Di rahasiakan karena... Gladis dan Cahaya sebenarnya berpacaran. Dan mulai dari situ Cahaya sungguh membenci Ira.
#nalar sendiri ya kenapa Cahaya membenci Ira#
Dan kalian tau? Sampai detik ini, satu tahun ini, Cahaya masih berpacaran dengan Gladis walau sudah menikah dengan Ira.
__ADS_1
##