Bad Liar

Bad Liar
13 MASA LALU CAHAYA


__ADS_3

Ok guyss jadi disini aku bakal ceritain masa lalu cahaya dan kenapa dia bisa sekejem itu kadang2 :"( . Maaf ya kalau lebih banyak narasi daripada dialog..


Seorang anak berumur 12 tahun berjalan bersama sahabatnya menuju sebuah taman. Disitu lah mereka berdua sering bermain dari pulang sekolah sampai sore nanti.


Anak itu Cahaya dan sahabatnya Gavin. Mereka sudah sahabatan semenjak mereka kecil karena orang tua mereka juga rekan bisnis.


Cahaya dan Gavin naik jungkat jungkit sambil berbagi cerita.


"Vin. Aku heran. Kenapa wajahku tak mirip Kakak ataupun Ibu. Aku mirip ayah hanya mata dan warna rambutku." Keluh Cahaya. Sebenarnya dia juga sudah lama merasa aneh dengan dirinya. Gavin yang di tanya tanya bungkam sambil mengedikan bahu tanda dia tak tau.


"Hufftt..... Apa yang sebenarnya terjadi??" Tanya Cahaya. Kali ini dia tanya dengan dirinya sendiri karena jika berbicara dengan Gavin, sama saja ia berbicara dengan patung bergerak tapi tak bisa ngomong.


Namun, sebenarnya Gavin itu pendengar yang baik. Hanya ia enggan untuk menanggapi.


"Gavin!! Ayo melakukan penelitian!!" Seru Cahaya menggebu. Gavin yang mendengar seruan Cahaya langsung menoleh.


"Terserah kau." Jawabnya.


Mendengar itu Cahaya langsung kegirangan.


" Kalau begitu ayoooo!!!" Ujar Cahaya sambil menarik Gavin ke rumahnya.


Sampai di rumah Cahaya yang untungnya kosong, mereka mengendap ke kamar papa dan mama Cahaya. Gavin yang enggan masuk berjaga di depan kamar Om nya itu sambil menonton tv . Cahaya masuk. Ini bukan pertama kalinya ia masuk kamar ayahnya, tapi ia tak pernah menjelajah kamar orangtuanya.


Dia heran karena sekalipun ia tak pernah melihat data dirinya seperti akta/pun surat kelahirannya. Juga fotonya saat masih bayi. Makanya dia merasa aneh.


Cahaya mencari data dirinya di setiap berkas yang papanya simpan di rak dokumen. Di sana ada beberapa album yang telah ditulisi. Ada album kakaknya, pernikahan papa mamanya dan album dia di sekolah. Namun, tetap tidak ada albumnya saat bayi.


Iapun mencari akta/surat keterangan lahirnya. Namun beberapa menit mencari tetap tidak ada.


Cahaya pun berpindah ke laci meja papanya. Sialnya itu terkunci.


Cahaya mulai menyerah. Ia tidak menemukan apa-apa di sini. Ia melihat foto keluarga yang di pigura di meja ayahnya. Ia mengambil nya dan menatap pigura itu.


Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan?


Batin Cahaya.


Ia pun menaruh kembali pigura itu. Namun,ada yang menarik perhatiannya. Ada sedikit kertas di belakang pigura yang menyembul. Karena penasaran Cahaya menariknya hati-hati.


Saat melihat itu dia bingung. Di gambar kertas tadi ada seorang perempuan yang sepertinya masih sangat muda menggendong seorang bayi yang kira-kira usianya belum genap satu tahun.


Cahaya membalikan kertas itu dan ada tulisan di sana.


*Namanya Cahaya Galaksi. Jangan biarkan dia mencariku. Jaga dia baik-baik. Aku menyayanginya .Sampai jumpa.


\-lalitawulan*\-


Mata Cahaya membalak. Ia meneliti wajah perempuan tadi. Dia benar-benar mirip dengan Cahaya. Hidung nya, bibirnya, senyumnya. Benar- benar mirip.


Lamunannya terbuyarkan saat suara kaleng yang jatuh mengagetkannya.

__ADS_1


Ah dia lupa. Itu adalah sinyal bahwa ada keluarganya sudah pulang yang di buat Gavin. Cepat-cepat ia mengembalikan semua seperti semula dan keluar kamar.


Iya yakin itu kakaknya karena papa dan mamanya tak mungkin pulang siang begini.


"Gimana?" Tanya Gavin. Cahaya menunduk lesu. Dia pun ikut duduk di depan tv bersama Gavin. Sepertinya kakaknya sudah naik ke lantai 2.


"Sepertinya benar Vin." Ujarnya lirih.


Gavin hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda bahwa dia mengerti.


" Kita harus cari tau siapa Lalita Wulan. Dia jawaban kita satu-satunnya. "Ujar Cahaya kembali semangat. Gavin pun mengiyakan.


Sebulan setelah itu, Gavin terus meminta tolong pada ayahnya untuk melacak keberadaan Lalita Wulan ini. Sampai akhirnya ditemukan titik terakhir keberadaannya. Yaitu di sebuah Club Malam di Bandung.


Untungya semua murid kelas 6 ada tour terakhir ke bandung dan itu sangat kebetulan.


Gavin dan Cahaya melancarkan aksinya. Waktu itu memang benar benar sudah terakhir bagi kelas 6 dan sudah menjalani ujian. Malam setelah mereka tiba di sana, Cahaya dan Gavin kabur. Mereka mencari tempat kerja ibu Cahaya.


Namun sayang nihil. Si penjaga Club bilang kalau hari itu adalah hari libur Wulan. Namun si penjaga baik hati karena memperbolehkan mereka menginap di club hingga esok hari.


Esok harinya pihak sekolah kebingungan karena 2 anak didiknya hilang. Mereka segera menghubungi ke dua orang tua anak murid itu.


Papa Cahaya panik. Dia takut Cahaya mengetahui keberadaan Wulan. Sebenarnya ia sudah curiga dengan gelagat Cahaya. Namun, dia hanya acuh.


Segeralah papa dan mama cahaya serta mama Gavin datang bandung. Sampai Di sana pada sore harinya, tujuan mereka hanya satu. Tempat Wulan. Entah kenapa insting Haico mengatakan itu. Untungnya sebelum ke Bandung ia diberi informasi oleh ayah Gavin, rekan kerjanya.


Namun sepertinya mereka terlambat.


Pagi menyambut Cahaya dan Gavin. Mereka langsung pergi sarapan. Mereka ada di tempat itu sampai club di buka.


Sore hari, club buka dan para pekerja mulai datang.


Cahaya pikir ibunya bekerja sebagai bartender, namun saat melihat langsung, dunianya runtuh seketika.


"Mama...." panggil nya lirih di depan wanita itu. Penjaga kemarin yang menunjukan pada Cahaya yang mana Wulan.


Wulan terkejut dengan kehadiran anak kecil di depannya. Mengingatkan nya dengan anaknya.


"Ini Cahaya ,ma...." panggil Cahaya.


Memori dia dan anaknya berputar. Kepalanya mulai sakit. Wulan terjatuh.


"Mama!" Seru Cahaya lalu menolongnya. Gavin hanya memperhatikan itu semua. Wajah wulan terangkat. Ia mencoba mencari obatnya. Segera ia memakannya.


"Mama.. kau baik-baik saja?? ma.... aku rindu padamu...." Ujar Cahaya menangis. Itu membuat Wulan tambah pening . Egonya mulai berubah. tatapannya jadi berbeda.


Ia menatap nyalang Cahaya yang memelukanya.


"Lepas!" ujarnya penuh penekanan.


Cahaya tersentak dan melepasnya.

__ADS_1


"Kau! Kau yang merusak hidupku. Kau yang mengambil anakku..... Aku benci dengan muu ...." Seru Wulan.


Untungnya mereka berada di lorong jadi lebih sepi.


"Ma... Ini aku anakmuu... Cahaya.. Cahaya Galaksi.." Seru Cahaya menangis.


"Tidak. Anakku sudah meninggalkan ku. Orang itu juga dengan mudahnya mencampakkanku... Aku benciiii!!!!!" Teriak Wulan histeris. Lalu cahaya di dorong nya hingga membentur tembok.


"Akhh!!!" Rintih Cahaya. Melihat itu, Gavin pun mendekati Cahaya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Gavin. Perlahan-lahan Cahaya kehilangan kesadaran. Sedangkan Wulan pergi begitu saja. Di saat yang tepat orang tua Cahaya dan Ibu Gavin datang


Segeralah mereka membawa Cahaya ke rumah sakit.


Saat mereka ada di rs, Gavin menceritakan semua yang terjadi pada mereka. Haico merasa sangat bersalah. Ia telah melakukan hal yang salah. Mendengar itu, Istrinya yang awalnya tak tau apa-apa jadi tau. Bahkan selama ini ia hanya tau bahwa Haico mengadopsi Cahaya dari panti asuhan. Ia tak tau jika Cahaya itu anak kandung Haico dengan perempuan lain.


Mau tak mau Haico menjelaskan semuanya.


"Benar. Cahaya adalah anakku dan Wulan. Beberapa tahun lalu, aku membuat kesalahan dengan tidur dengannya. Dan lahirlah Cahaya. Waktu hamil, dia memintaku menikahi nya. Aku menolak karena sudah ada kamu dan Pelita. Namun aku tetap menafkahinya. Kita membuat perjanjian jika anak itu sudah besar biar aku yang mengurusnya dan setelah itu hubungan kami berakhir sampai disini. Dan aku tak tau jika sekarang ia menjadi pekerja malam." Akunya.


Setelah kejadian itu, Cahaya menjadi sosok lain yang berubah ubah. Kadang dia ceria namun juga kadang Tiba-tiba ia marah, kesal, dan bisa melakukan hal di luar nalar. Seperti, ia pernah hampir membakar rumah sakit saat dia dipindahkan perawatan di Yogya.


Dia juga pernah nyaris terjun layang dengan melepaskan paralayang nya. Untunglah Gavin menyelamatkannya.


Gavin yang menjadi saksi hidupnya. Hubungan Haico dan istrinya yang tadinya merenggang jadi dekat lagi karena mereka mengkhawatirkan kondisi Cahaya.


Mereka sudah tak mempermasalahkan lagi Cahaya anak siapa. Bagi mereka Cahaya tetaplah anak mereka. Wulan juga tak pernah lagi muncul setelah kejadian itu. Dia amat menyesal telah membuat Cahaya terluka.


Cahaya dikonsultasikan ke beberapa psikiater. Namun semua jawaban mereka berbeda-beda. Ada yang bilang Cahaya Bipolar ada juga yang bilang dia altar ego. Namun yang pasti, itu dilatar belakangi oleh trauma di masa lalunya dan mungkin ada faktor keturunan juga. Orang tua Cahaya paham dan setelah itu tak pernah lagi membawa Cahaya ke psikiater. Mereka menjaga Cahaya sebaik mungkin. Mereka menjaga perasaannya agar tak terjadi sisi buruknya muncul.


Saat Cahaya SMA orang memilih menikahkan Cahaya dengan sahabat mereka. Tujuannya hanya untuk mempererat hubungan saja. Karena anak mereka yang cowok hanya Cahaya. Sedangkan anak Sahabatnya dua-dua nya cewek. Haico tak tau siapa diantara 2 cewek itu yang akan menikah dengan Cahaya. Dia dan Sahabatnya sepakat untuk membuat suatu kebohongan agar mereka mau.


Dan akhirnya Cahaya malah menikah dengan Ira, sahabatnya se genk. Dan itu membuatnya merasa dikhianati setiap melihat Ira. Orang tua mereka tak tau apa susah mereka alami 3 tahun ini.


flasback off


Dan disinilah Cahaya sekarang. Menemani seorang yang sudah setia sabar dan perhatian padanya selama 3 Tahun. Tanpa dia juga memberikan apa yang Ira inginkan. Tanpa tahu bagaimana penderitaan Ira. Ia sudah ingat sepenuh nya. Tapi kenapa penyesalan datang di akhir?(Iya lah kalo di depan mah namanya pendaftaran. )


Ia sudah tak peduli Gladis. Tak peduli dengan Dewa yang mungkin akan menghabisi nya. Ia hanya peduli dengan kondisi Ira. Ia benar-benar butuh Ira membuka matanya kembali.


Saat semua keluarga berkumpul di lorong rumah sakit do depan ruang operasi, Cahaya menceritakan semuanya. Pada keluarga ny dan pada keluarga Ira. Semua yang telah mereka lalui dia ceritakan secara detail.


Awalnya emang dapet bogem dari bapaknya Ira. Dan Haico juga kena semprot.


Namun akhirnya mereka semua bisa memahami. Mereka berdoa bagi Ira. Semoga Ira baik-baik saja. Namun sudah 2 minggu dan tak ada perubahan yang berarti setelah operasi itu.


Untunglah mereka sudah lulus.


xixi


**siapa yang pusing sama ceritanya? Semoga ngerti ya maksud aku :) Sebenernyaaku tu uda ga da ide ini... riquess dong mau gimana? maklumlah otak anak SMP 😪

__ADS_1


Jadi, mohon bantuannya banget ya kak ♡**


__ADS_2