Bad Liar

Bad Liar
7 SELESAI (?)


__ADS_3

"Akhirnya ya Tuhan,"


"Whoaaa kita dah selesai!!"


"Wah bakal jarang ketemu nihh...."


"Susah Banget tadi,"


Dan banyak lagi ocehan kelegaan dari siswa siswi kelas 12 SMAN 8 Yogyakarta. Selama 1 Minggu mereka menghadapi ujian sekolah dan akhirnya selesai. Di sekolah mereka ujian sekolah memang terlambat karena suatu hal. Jadi UN dulu baru US.


Selesai ujian terakhir, mereka semua berkumpul bareng teman-teman mereka masing-masing. Saling bercerita dan ada yang bernostalgia juga. Mereka memanfaatkan waktu yang masih ada sebelum kembali mempersiapkan diri untuk kuliah.


Tak terkecuali Cahaya and the gank. Seperti biasa mereka berkumpul di taman belakang sekolah. Kecuali Ira sih, tadi ia pamit ke toilet dulu.


Gladis sedang menempel pada Cahaya, Dewa juga sedang berduaan, tapi dengan Gavin. Mereka sedang memainkan permainan melegenda, ML.


Mereka semua memilih menunggu Ira dengan kesibukan masing-masing sebelum bertukar cerita.


Tapi Cahaya malah cemas dengan Ira. Dari 3 hari belakangan ia sering melihat Ira mengerutkan keningnya. Seperti menahan sakit. Namun hanya samar karena tertutup poni Ira. Sebelum ujian Ira memutuskan untuk potong rambut dan membuat poni. Dia terlihat sangat imut sekarang membuat Cahaya ingin memakannya.


Cahaya berharap harap cemas, ia tentu saja khawatir. Bagaimana tidak?! Ira istrinya bukan? Tapi bilanglaph Cahaya brengsek karena sudah menikah tapi masih punya pacar.


Toh gue ga cinta sama dia, dia juga ga cinta sama gue, bebas dong


Begitulah pikiran Cahaya. Namun kadang ia berpikir bahwa Ira mencintai nya. Ira perhatian dan mengurus dirinya dengan sangat baik. Ia sabar dan pengertian terhadap Cahaya. Dan semua itu membuat Cahaya jadi geer. Dan itu juga membuat Cahaya berpikir ia juga mencintai Ira.


Namun pikiran itu ia tepis jauh-jauh karena teringat Gladis. Ia sungguh cinta pada Gladis dan sungguh sayang padanya.


Beberapa menit kemudian Ira terlihat berlari menghampiri teman-temannya.


"Maaf.... Hh.. aku lama ya...hh.." ujar nya terengah-engah..


"Etdah ngapa Lo lari-larian si Ra, santai aja kali." Jawab Gladis yang mengangkat kepalanya dari bahu Cahaya.


"Ni minum, kasian banget Lo" Ujar Cahaya sambil menyodorkan minuman ke Ira. Ira pun mengambilnya dan meneguknya sampai habis.


"Etdah Ra, Lo lagi lomba ya? Minum segitunya banget" Ujar Dewa terkekeh. Ira pun hanya ikut terkikik dan kemudian dia duduk di sebelah Gavin.


Gavin merasakan panasnya tubuh Ira saat bergesekan dengan lengannya.


"Dari mana sih Ra?" tanya Gavin heran. Ia pun menghentikan aktivitas nya.


"Dari toilet lah.." jawab Ira sambil mengusap peluhnya.


Gavin pun menatap Ira curiga. Jarak toilet dan taman hanya sekitar 10 meter. Masa dengan jarak segitu Ira bisa berpeluh.


"Eh, btw tadi kalian gambar apa?" Tanya Ira sambil memotong Gavin yang hendak melemparkan pertanyaan lagi.


"Wih, gambaran gue tadi bagus banget. Gue ngegambar Kakashi, anime Naruto itu Lo.." Seru Dewa menggebu.


"Dih cuma itu Lo Wa? Gue dongg....gue gambar..." Saat Cahaya mau meneruskan perkataannya speaking sudah bersuara duluan.

__ADS_1


"Kepada Cahaya Galaksi kelas 12 Dimohon kembali ke Lab komputer dan menghadap Bu Nania. Sekarang!"


Cahaya pun langsung tertawa terbahak bahak.


Semua orang di taman memandang nya.


"Kamu kenapa sih Ya?" tanya Gladis.


"Ahahaha udah deh nanti pada gue ceritain. Gue mau ke Bu Nania dulu. Ahahaha" ujarnya tak berhenti tertawa. Ia lalu pergi menghadap guru BP itu, sedang teman-temannya melanjutkan acara mengobrol mereka.


.


.


.


"Ira gue pulang!!!" Seperti biasa Cahaya pulang ke apartemen setelah mengantar Gladis. Ira sudah pulang dari tadi dan sekarang ia sedang membantu Bu Ning di dapur.


Mendengar suara Cahaya Ira pun bergegas keluar dapur dan menghampiri Cahaya di depan.


Ia menyalami Cahaya lalu membawakan tas Cahaya ke atas.


"Yaudah cepetan ganti seragamnya, sekalian aku cuci. Kalo mau mandi ya sana mandi tapi cepet ya setelah itu makan siang." Ujar Ira sambil menyodorkan baju ganti Cahaya.


"Iya makasih Iraaa... Sini bajunya." Cahaya pun membuka seragam nya. Ira masih disitu sambil mengambil tumpukan baju di keranjang.


"Nih " Ujar Cahaya menyodorkan baju dan celananya pada Ira. Namun ia malah belum memakai baju dan celananya. Ia hanya memakai boxer.


"Nanti ah gerah. Ini seragamnya, katanya mau di cuci.." Goda Cahaya. Cahaya memang sering menggoda Ira jika di rumah.


Ira mencoba mengambil seragam namun tak kunjung dapat karena menutup mata.


"Ihh Ra, bisa ga sih? mending buka mata ya biar cepet." Godanya lagi. Selagi tangan Ira menggapai seragamnya dia cepat-cepat pakai baju dan celananya.


"Beneran ga mau buka mata? Ntar nyesel loh."


Akhirnya Ira sedikit membuka matanya dan ternyata ia melihat Cahaya sudah memakai bajunya.


"ihh dasar nyebelin!" Ira mengambil seragam lalu keluar kamar. Cahaya terkekeh lalu ia rebahan sebentar.


Cahaya menoleh ke arah meja belajar Ira. Di atas meja Ira sudah banyak tumpukan buku bahasa Inggris.


Sepertinya Ira memang ingin ke sana- batinnya.


Jujur saja ia juga tak rela. Ira sudah menemaninya hampir 3 tahun. Jika Ira pergi pasti seperti ada yang hilang.


Namun ia menakutkan satu hal. Ira dan dia memang suami istri, namun tak pernah melakukan kegiatan suami istri. Tentu karena masih SMA. Namun Ira akan pergi ke luar negeri. Di sana pasti 'bebas' . Ia takut Ira akan masuk ke dunia 'bebas' juga.


Memikirkan nya saja ia Sudah sangat marah, apalagi jika memang terjadi. Namun disisi lain ia berpikir apakah ia berhak mendapat itu semua jika hatinya saja bukan untuk istrinya? Ia sayang pada Gladis dan tak ingin melepaskan nya. Tapi ia juga tak ingin melepas Ira.


"Atau gue coba ngomong ke Ira saja? Ah tapi nanti gue dikira yang nggak-nggak lagi. Atau, sebelum Ira pergi gue minta Ira itu-itu dulu? Ah tapi ini tidak adil bagi Ira. Argh! Bagaimana ini?"

__ADS_1


"Cahaya ayo makan!" Seru Ira dari dapur.


"iyaa!" Jawab Cahaya. Ia pun keluar dan makan siang bersama Ira dan Bu Ning. Selama makan Cahaya tak bisa tenang. Ia terus membayangkan kalau Ira bermain dengan lelaki lain sedangkan ia suaminya tak pernah mencicipi tubuhnya.


(Oke dia tak sadar kalau dia dulu sering diberi job oleh Ira karena bipolar nya. Ia jadi melupakan kejadian-kejadian yang lalu)


Trangg!


Tanpa sadar Cahaya membanting sendok nya


"Astaga! Cahaya kamu kenapa sih?! Ngagetin aja..." Ujar Ira. Bu Ning juga sama terkejutnya.


"Ah... maaf. hehehe" Ujar Cahaya. Mereka pun melanjutkan makannya. Selesai makan Cahaya menyuruh Bu Ning untuk ke pasar saja.


"Bu Ning. Ibu ke pasar saja biar saya sama Ira yang membereskan." Bisik Cahaya.


"Lah den, persediaan masih cukup kok. Masak mau beli lagi. Lah Aden juga kenapa bisik-bisik?" tanya Bu Ning sambil bisik bisik juga.


"Ayolah Bu. Ya?ya?" Jawab Cahaya memohon. Bu Ning akhirnya mengerti maksud Cahaya. Ia pun mengangguk setuju


"Non Ira, saya ke pasar dulu ya non. Non gapapa kan bersihin sendiri? Soalnya kalo sore sayuran udah layu non." Pamit Bu Ning.


"Oh iya Bu, Ndak papa kok. Ada Cahaya juga. Hati-hati ya Bu!" Jawab Ira tanpa banyak tanya dan curiga.


Akhirnya Bu Ning keluar.


"Aku bantu ya Ra?" ijin Cahaya. Ira pun menghentikan aktivitas nya mengangkat piring.


Ia menoleh ke Cahaya.


'"Aku?" Tanyanya.


Cahaya malah salah tingkah sendiri.


"Masa ga boleh aku kamu sama istri sendiri sih .." Jawab Cahaya.


Sekarang Ira lah yang di buat salah tingkah. Ia merasa tersanjung. Baru kali ini dalam 3 tahun Cahaya menyebut dirinya 'istri'. Sudah lama ia memendam perasaan pada Cahaya dan sekarang hatinya sangat berbunga-bunga.


"A.. apa sih" Ujar Ira sambil berbalik ke wastafel.


"Cie... cie ada yang salting.... Uhh istriku imut deh... pengen dimakan." Goda Cahaya. Melihat wajah Ira memerah membuat Cahaya semakin gencar menggodanya


"Istri ku, sini aku bantu saja.." Ujar Cahaya. Ira masih blushing sekarang.


"Isriku kok diem aja. Minta di cium nihh?"


"Ahh... Cahaya stop!" Seru Ira tak tahan.


"Kenapa? kamu marah dengan suami mu? Ha? Mau di hukum kamu nanti malam?" Goda Cahaya lagi. Godaan Cahaya kali ini membuat Ira bertambah malu. Ia mulai berfantasi liar.


"Apa sih Ya?!"

__ADS_1


"Mau ngelakuin malam ini?"


__ADS_2