
Cahaya sampai apartemen nya pukul 7 malam. Sepulang sekolah dia menuju kantor ayahnya untuk sekedar membantu ayahnya. Saat masuk apartemen, dia sudah disambut oleh bau makanan yang menggoda perutnya. Iapun melangkahkan kakinya ke dapur. Ia melihat istrinya, Ira, sedang berkutat dengan bumbu masak di dapur.
Seketika moodnya untuk makan rusak. Ia sungguh membenci perempuan itu. Dulu dia memang sahabatnya, namun setelah pernikahan itu, dia benci sebenci-bencinya.
Akhirnya Cahaya memilih untuk mengabaikan Ira dan langsung melangkah menuju kamarnya. Belum 3 langkah, suara Ira sudah menyambutnya.
"Ah Cahaya, kamu udah pulang. Mau makan dulu? ini aku udah masak." Ujar Ira ceria.
"Kemana Bu Ning?" Tanya Cahaya dingin. Bahkan ia tidak membalikan badannya untuk sekedar membalas Ira.
"Oh.. Bu Ning sudah pulang ke kampungnya tadi pagi. Anaknya lahiran, terus dia minta mau berhenti, tapi aku ga bolehin terus aku suruh cuti 6 bulan deh." Jawab Ira sambil menghidangkan makanan yang telah di buatnya.
"Memang siapa lo kasih keputusan kayak gitu?" Tanya Cahaya sarkastik.
Seketika Ira membeku dan tak bergeming.
"ma.. maaf" Cicitnya.
"Jangan pernah bertindak seolah lo ratunya. Gue gak Sudi dengan perempuan kayak lo!!" desis Cahaya tajam.
Ira hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Dan sekali lagi, gue ga akan pernah Sudi makan makanan lo!!" Setelah mengatakan itu dengan penuh tekanan, ia pergi ke kamarnya.
Sedangkan Ira, ia menatap makanan yang ia buat dengan nanar.
"Hh... Fighting Ra! Kamu kuat." teguhnya pada diri sendiri.
Iapun makan sendirian di meja makan itu.
Selesai makan ia membereskan piring kotor dan tak lupa menyisihkan makanan di freezer agar jika sewaktu-waktu Cahaya lapar tinggal memanaskan nya. Ia pun menuju kamarnya dengan Cahaya. Mereka memang satu kamar karena apartemen hanya memiliki dua kamar dan kamar satunya sudah di pakai Bu Ning, ART mereka.
Ceklek...
Ira membuka kamarnya dan melihat sekeliling, tapi yang dicarinya tak ada. Ia menghela nafas lega lalu menuju ke meja belajarnya. Ia mulai membuka buku dan menulis jawaban dari soal yang ada di buku.
Sedangkan Cahaya yang baru saja keluar dari kamar mandi,
kaget karena ada Ira di kamar.
Mendengar suara pintu di buka dari kamar mandi, Ira pun membalikan badannya dan melihat Cahaya keluar dari sana.
"Ah kamu habis mandi, kukira kemana. Oh iya sebentar bajumu belum kulipat. Ku ambil dulu." Ira beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan ke arah pintu keluar hendak mengambil pakaian Cahaya. Tapi tangannya langsung ditarik oleh Cahaya.
__ADS_1
"ahh... Cahaya, le..pas.." Pintanya kesakitan. Cengkraman Cahaya di tangan kirinya memang sangat kuat.
Cahaya lalu melemparnya ke tembok dan tangan satunya mencengkram rahang Ira.
Ira sangat takut sekarang. Setiap malam selalu begini. Cahaya memiliki bipolar. Dan yang membuat Ira menderita adalah bipolar itu akan semakin manjadi pada malam hari.
Ira harus menerima ini. Siang hari dibenci, malam hari disakiti.
"Heh, Lo ngapain ngebolehin Gladis Dateng ke sini hah?! Gue ga mau ya Gladis tau kalo Lo istri sampah gue." ujar Cahaya.
"a..aku bakal bawa dia ke... apartemen kakak." jawab Ira takut. Rahang dan tangannya semakin sakit karena cengkraman Cahaya.
"Besok kemas barang Lo dalem koper gue. Terus minggat sana ke kakak Lo bawa barang seperlunya. Dan jangan bilang apa-apa ke kakak Lo itu. Ngerti?!"
Ira pun menjawabnya dengan mengangguk. Cahaya pun melepaskan cengkeramannya.
"Cepet ambil baju gue!!" Perintahnya.
Ira pun segera mengambil baju Cahaya di ruang jemuran dan menyerahkan nya pada Cahaya
Selesai Cahaya berganti baju, Ira kembali mengerjakan tugasnya. Dua jam kemudian Ira melirik Cahaya yang masih belum tidur sedang menonton tv.
"Ular, beliin gue sate di komplek depan. Gue laper." Ujar Cahaya tiba-tiba. Ira yang mendengar nya pun terkejut sambil melirik jamnya.
"Sekarang sudah hampir jam 10 Ya," jawab Ira.
"Lo kan istri gue. Istri wajib memberi makan suaminya. Lagian Bu Ning libur, gue belum makan." ujarnya dengan senyum evilnya.
"Tapi udah malam. Kenapa ga makan masakan ku aja, tadi. . " belum selesai Ira berbicara Cahaya sudah berdiri dengan kemarahan yang membuncah.
Cahaya berhenti di depan Ira yang tertunduk laku menjambaknya hingga mendongak.
"Berani Lo nyuruh gue? NYARI MATI LO??!!" Bentak nya.
Ira hanya bisa memejamkan matanya.
"Sekali lagi Lo nyuruh gue makan makanan sampah Lo itu, Lo mAti!" Desis Cahaya. Ira gelagapan lalu mengiyakan ucapan Cahaya. Cahaya pun melepas jambakanya dan membiarkan Ira keluar untuk membeli makanan untuknya.
Di luar, Ira menatap sekitarnya. Tak mungkin akan ada taxi lewat. Akhirnya ia memilih menggunakan sepeda.
Malam itu ia menembus dinginnya malam untuk bisa membelikan suaminya sate.
Karena jaraknya yang cukup jauh, tanpa sadar Ira melamun.
__ADS_1
"*Mom, dad Indi ga mau nikah. Indi ga siap. Apalagi dia lebih muda. Indi ga mau..." Sore itu mommy dan Dady Ira dan Indi sedang bingung harus berbuat apa.
Mereka tidak mau nyawa mereka sekeluarga terancam karena tidak menikahkan putri mereka dengan anak seorang kepala agen F.C.A. Mereka adalah agen perlindungan atau ya bisa dibilang bodyguard terbesar di Asia Tenggara.
"Kamu harus bertanggung jawab Indi. Ini semua karena ulahmu. Kita sedang di ambang kematian dan kehancuran." Desak Dady nya.
Pasalnya Indi, kakaknya itu telah membobol keamanan sistem F.C.A. Mereka sangat marah dan ternyata berita itu sudah tersebar. Satu-satunya cara ialah menikahkan kedua keluarga itu agar tak terjadi kesalahpahaman soal keamanan sistem yang bisa dibobol oleh orang luar.
Indi adalah seorang ahli IT yang handal. Kemampuannya tak diragukan lagi.
Sedangkan Ayah cahaya, Haico, tengah mencari cara agar anaknya mau menikah karena ini demi reputasi perusahaan mereka. Jika berita itu berhasil meluas pastilah perusahaan mereka akan hancur.
Setelah mengetahui berita peretasan keamanan itu, Haico tentunya marah dan tidak terima. Akhirnya ia mengancam papa Indi untuk menikahkan anak mereka agar reputasi tak hancur.
"Dad aku sungguh tak mau." keukeuh Indi. Ira yang melihat itu hanya diam dan melihat.
"kenapa tidak Ira saja?" Tanya Indi.
"Karena kamu yang berbuat. Kamu mau kita bangkrut dan dikejar kejar polisi?" Tanya mommy nya.
"hh oke baiklah "
Akhirnya Indi jengah dan pasrah.
Paginya saat acara pernikahan akan dimulai, Indi malah pergi kabur. Seisi rumah panik. Akhirnya Ira harus berkorban demi keluarganya. Untungnya keluarga Haico tak mengetahui nama asli si peretas*.
Di sisi lain. Cahaya Pov
*Haico sedang menjelaskan apa yang terjadi. Namun sayang nya Haico tidak mengetahui nama si peretas itu karena orang tuanya tidak mengatakannya.
"Trus aku nikahin wanita yang bahkan aku ga tau namanya gitu pa? hh ga lucu pa.." Jawab Cahaya.
"Cahaya papa mohon. Sekali ini saja. Kau boleh berbuat apapun yang kau mau setelah menikah. Papa akan kasih semua yang kamu mau. Gimana?" Ujar Haico coba bernegosiasi.
"oke. Apapun yang kumau. Syarat pertama, jangan suruh aku jadi pengganti perusahaan. Kan ada kak Liu dan suaminya."
Haico hanya menghela nafas dan pasrah. Ini demi semua yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
"Baiklah."
Akhirnya paginya Cahaya melangsungkan pernikahan itu. Betapa terkejutnya karena peretas itu adalah Ira, salah satu sahabat baiknya. Sebelum ia bisa berbicara ia harus mengucap janji di atas altar.
selesai acara Gavin menuntut penjelasan. Ia juga bingung. lalu Ira menjelaskan semua. Tapi ia tak percaya. Ini pasti akal akalan Ira dan keluarganya saja.
__ADS_1
Cahaya yakin ini semua tipuan .
*ok end flashback nya**