Bad Liar

Bad Liar
23 PENJELASAN


__ADS_3

Keluarga Ira di rumah menunggu anak-anak mereka pulang. Setelah 2 jam barulah suara mobil memasuki jalan rumah.


Ira, Dava, Vander, dan Indi keluar dari mobil. Kirara tidak ikut pulang karena memilih menjaga Cahaya dulu. Dan mobil yang mereka bawa pulang adalah mobil Cahaya yang di bawa Ira karena yang satunya tadi mobil Kirara.


"Ya ampun Ira kamu kenapa sih?? Bikin khawatir aja tiba-tiba pergi." Sapa Mommy nya. Ira pun hanya tersenyum kecut.


"Maaf mom, dad, pa, ma, oma, Uncle, aunt, tadi tu Ira kelupaan sesuatu di kampus makanya cepat-cepat pergi sebelum kampus di tutup." jawab Ira sambil menunduk.


"Yaudah. Ayo lanjutin pestanya." ujar Bibinya. Mereka semua pun langsung berhamburan dan saling mengobrol. Ira duduk di sofa dekat jendela kebun sendirian dengan minumannya. Mama dan Mommy nya lantas menghampiri dia.


"Sayang, kenapa melamun sih? Mikirin Cahaya?" Tanya Mamanya lembut.


"Eh?! Enggak kok ma, mom. Cuma kangen aja.."Jawab Ira.


"Kok bisa Cahaya pergi ga kasih kabar? Kamu berantem sebelumnya sama dia?" sahut Momynya. Ira berpikir sejenak.


Ah ini alasan yang bagus. pikirnya.


"Mm.. Iya Ma." Jawabnya lesu.


"Ya ampun kami kira masalah serius. Kalo gitu kamu cari dia. Minta maaf terus suruh dia pulang." Nasehat mamanya.


"Iya. Sayang banget lo. Kan sekarang ulang tahun kamu, dan Cahaya sampai ga dateng." sahut Mommy nya.


Ira mengangguk.


"Iya mom, Ma, Makasih." Jawabnya.


"Cahaya kalo marah emang gini?" (mama)


"Mm.. Iya. Tapi biasanya dia cuma ngambek terus diemin aku beberapa hari aja. Ga sampe kayak gini." Jawab Ira.


"Maklumi Cahaya ya Ra," Ujar Mamanya sambil memeluk Ira. "Makasih juga udah mau terima Cahaya apa adanya. Karena kamu Cahaya sekarang udah berubah. Makasih banget Sayang..." imbuhnya. Ira pun memeluk dia balik.


"Iya Ma. Ira akan selalu terima Cahaya dalam hidup Ira kok." (Ira)


"Yaudah kalo gitu ga ada masalah serius kan? Mommy bilang ke dady sama papa mu dulu ya. Mereka tadi cemas kalau-kalau ada masalah serius." Ujar sang Mommy lalu pergi menghampiri suami dan besannya.


"Kalau ada apa-apa kamu boleh lo cerita ke mama. Mama juga mamamu, mama Cahaya. Yah walau kami udah ga bisa bantu tapi seenggaknya jangan pendam sendiri oke?" Ira mengangguk.


Maaf ma Ira udah bohongin kalian semua. Biar aku dan Cahaya yang mengurus masalah ini. Batinnya.


.


.


.


"*Kak! Please... jangan... maaf. Maafin aku kak..." jerit seorang gadis di seberang jalan. Cahaya sedang berada di halaman kampus hendak menghampiri Ira di perpustakaan.


Suara itu...


Cahaya pun segera keluar halaman kampus dan melihat perempuan tempo hari, Avi, kembali di jambak dan di seret oleh kakaknya. Cahaya segera berlari dan menendang Cowok itu.

__ADS_1


Buagh!!


"Heh! Pahlawan lo dateng lagi nii.." Ujar si cowok dengan nada mengejek.


"Lo udah janji ga bakal sakitin tu anak kan?!" gertak Cahaya sambil membawa gadis itu dalam pelukannya.


"Jadi, lo sekarang jadi malaikat nya? Jadi malaikat si anak busuk ini?!" sarkas Cowok itu.


"Lo udah kalah dari tantangan yang lo buat sendiri dan ngingkarin janji. Cih pecundang!!" Ejek Cahaya.


"Sikap gue ke dia ga ada urusannya sama lo. Tapi asal lo tau, gue ada urusan lo." Ujar cowok itu langsung pergi dengan motornya.


Cahaya melihat cewek dalam pelukannya tadi. Avi sudah terkulai lemas. Segeralah Cahaya memboyongnya dan memasukan ke dalam mobil untuk menuju rumah sakit.


Selesai ini itu urusan rumah sakit, Cahaya memasukan Avi ke rawat inap kelas VVIP. Dokter yang menanganinya lantas menemui Cahaya.


"Maaf Dik, apa kamu saudaranya?" Tanya dokter itu.(Dalam bhs inggris)


"Ya. Saya saudaranya" jawab Cahaya(Dalam bhs inggris)


"Ah dia hanya kelelahan dan sedikit demam. Sebaiknya dia istirahat setidaknya 1 minggu. Dia juga mengalami sedikit trauma dan menurut saya itu karena kecelakaan bertahun-tahun silam. Makanya ia harus istirahat agar tak menganggu otaknya" ujar si dokter.(Dalam bhs inggris*).


Kecelakaan?!


"*Baiklah dok. Terima kasih." Jawab Cahaya lalu masuk ke kamar inap Avi.


Apa kau memang Avi yang itu?? Kau mengalami kecelakaan. Batin Cahaya.


Tak lama kemudian Avi terbangun.


Avi membuka matanya dan melihat sosok Cahaya di depannya.


"Tak usah aku tak apa." Jawab nya.


"Hah... Cahaya. Kau Cahaya Galaksi?? untunglah..." Ujar Avi gelagapan.


"Kau kenapa?" Tanya Cahaya bingung akan sikap Avi.


"Menjauhlah dari istrimu. Beberapa Hari ini." pinta Avi.


"Kenapa?! Kenapa aku harus menjauh?!" Tanya Cahaya bingung.


"Dia. Kakakku. Aldana. Dan dia, dia dendam padamu." Ujar Avi.


"Dendam?! Kenapa?!" (Cahaya)


"Dia mengincarmu karena Kembaraku. Dia... buta. Dia buta setelah mengalami kecelakaan." Ujar Avi.


"Buta?! Tapi... Tapi .... aku gak sengaja dan sudah meminta maaf pada keluarga mu. Dan.. bukannya Ayahmu lah yang menyuruh untuk melukainya. Dan.. bukankah kau avi?! lantas siapa yang buta?!" Tanya Cahaya bingung.


Ia ingat. Tugasnya adalah mengikuti anak Pak Artanta yang bernama Avi. Dan dia boleh melukainya. Lantas jika Avi buta, di depannya siapa?!


"Ah maaf aku belum menjelaskan. Aku Avi yang asli dan Kembaraku yang kau tabrak adalah Via. Saat itu aku sedang koma dan nama kami tertukar tanpa ada yang tahu. Dia, Kembaraku jadi aku." jelas avi.

__ADS_1


Cahaya mengerti sekarang.


"Jadi... jadi mengapa sekarang aku diincar oleh kakakmu?"


"Saat aku terbangun dari koma aku menyadari sesuatu. Gelang yang dipakai Via adalah miliku. Itulah yang membuat nama kami tertukar. Dan ya kau tau dia di perlakukan seperti apa. Setelah mereka tau, kakak marah padaku dan beberapa waktu kemudian Via buta. Papa mama sangat terpukul karena kesalahpahaman ini. Kakak. Dia marah pada orang yang sudah membuat Via buta. Ia sangat menyayangi Via."


Ah oke. Cahaya mengerti. Jadi sekarang keluarga Artanta mengkhianati nya.


"Kakakku psikopat Ya. Maka dari itu dia mencarimu di sini. Dan aku juga di sini untuk memberi tahumu. Jadi kumohon... menjauhlah dari semua orang. Kalau tidak kakak akan membunuh mereka satu persatu..." Ujar Avi dengan wajah ketakutan dan menahan tangis.


Cahaya terkejut dengan kenyataan bahwa dia psikopat. Terlintas di benaknya adalah Ira. Senyumnya, suaranya, dia teringat itu. Dia tak mau semua itu sirna.


"B baiklah.. Beri tahu padaku siapa yang dia Incar sebenarnya." Dia mengincarmu. Dia mengincar orang terdekatmu. Tapi yang pasti, orang tuaku tidak akan ikut diincar karena sejahat jahatnya kakak dia masih punya hari untuk orang tua." Jawab Avi.


"Dia ingin kau menderita.... Maafkan aku tak bisa berbuat lebih jauh. Papa mama juga sudah menyerah dengan kakak." lirihnya kemudian. Cahaya memejamkan matanya erat*.


Kenapa harus dia??


"*Baiklah aku akan di sini dan melindungi mereka semua dari belakang. Aku gak akan membiarkan dia menyentuh keluarga ku apalagi istri ku." geram Cahaya.


"Ada satu lagi otak dari semua ini. Hanya saja... Aku tak tau siapa dia. Dia gak pernah menunjukan dirinya.." Ujar Avi.


"Ada lagi ?!" Tanya Cahaya.


"Ya. Mungkin mereka bekerja sama. Kau harus hati-hati kita tak tau apa motifnya." Ujar Avi getir .


"Tenang. Kau tak ingat aku siapa?" Ujar Cahaya lalu menelepon salah satu orang kepercayaan nya di perusahaan papanya.


"Vin, tolong kau kirim orang untuk menjaga Ira dan Dava. Di sana juga kau jaga Indi juga dewa sama Gladis.. Jika ada sesuatu yang mencurigakan suruh hubungi aku."


"..."


"Iya. Kau juga hati-hati."


"..."


"Nanti kuceritakan detailnya. Pokoknya kau hati-hati juga."


"..."


Cahaya pun menutup teleponnya.


"Sepertinya sejauh ini kakak tidak akan mendekati kau karena ada aku. Jika aku ada apa-apa, papa pasti tau dan kakak akan di ancam ke penjara. Sebaiknya kau juga jangan hubungi siapapun. " Ujar Avi lagi. Cahaya hanya menurut. Pikirannya kalut. Ia sampai melupakan bahwa Ira masih ia tinggal di Kampus.


Sehari setelah itu Cahaya membawa Avi berjalan-jalan ke taman karena katanya dia bosan. Cahaya memang memilih untuk bersama Avi dulu sampai perempuan itu sembuh sambil memantau Aldana. Saat akan balik ia malah ketemu Ira di rumah sakit. Ia jadi ingat bahwa kemarin dia meninggalkannya*.


Kenapa dia di rumah sakit? Kenapa pakai pakaian pasien? Kenapa wajahnya pucat? Apa dia sakit ? Apa karena aku?


*Cahaya berpikir banyak. Namun ia tak bisa menanyakan seperti biasanya karena dia juga sedang di pantau. Ia tak mau Ira ikut terseret. Ia berjanji akan menyelesaikan meja ini. Catat; dengan Cepat.


Terlihat raut kekecewaan dari Ira saat ia berlalu.


"Apa tidak apa Ya?!" Tanya Avi prihatin.

__ADS_1


"Aku yakin dia mengerti. Dia orang paling pengertian." Jawab Cahaya. Ya dia baru menyadari. Ira adalah yang paling pengertian, paling sabar, dan terima apa adanya. Bahkan mamanya pun tak pernah seperti itu.


xixi*


__ADS_2