
Hari ini adalah peluncuran produk baru di perusahaan Reyhan mereka bahkan menyiarkan peluncuran produk barunya itu di beberapa TV ternama bahkan menyiarkannya secara live.
Reyhan memang selalu mengajak Celine ke acara resmi perusahaannya. Reyhan memakai kemeja putih dengan jas hitam beserta dasi kupu-kupu, sedangkan Celine memakai dress putih yang sangat indah.
setelah acara selesai mereka pun bergegas pulang. Namun saat ingin masuk kedalam mobil, tiba-tiba
"halo pak Reyhan"
"eh pak Wisnu"
"selamat ya atas peluncuran produk terbarunya" Wisnu mengulurkan tangannya untuk bersalaman
"sama-sama pak, terimakasih juga atas dukungan dan juga sudah meluangkan waktu untuk datang ke acara ini disela-sela kesibukan bapak" Reyhan menyambut uluran tangannya
"kalau begitu mari kita rayakan ini"
Reyhan menoleh ke arah Celine, dia tahu Wisnu pasti akan membawa dia ke diskotik. Reyhan sudah bisa menebak Celine pasti tidak mengijinkannya ikut ke diskotik. Namun, Reyhan juga merasa tidak enak jika menolaknya karena Wisnu merupakan salah satu investor terbesar di perusahaannya.
"kalau boleh tau kemana ya ?"
"ke diskotik butterfly Bu bolehkah?"
"kau tidak perlu memanggil ku begitu Wisnu"
Reyhan kaget mendengar pertanyaan Celine, namun dia lebih kaget mendengar Celine yang berbicara non formal kepada Wisnu
__ADS_1
"sayang kenalkan ini Wisnu, dia adalah teman kecil ku"
"haha aku bahkan tidak mau menyapamu terlebih dulu, karena takut Reyhan akan salah paham"
"hehe tidak masalah pak"
"santai saja kau tidak perlu memanggil ku begitu Reyhan aku bahkan masih muda"
"baiklah, kalau begitu izinkan aku untuk berbicara dengan Celine sebentar"
Reyhan menarik tangan Celine dengan jarak yang agak jauh dari Wisnu
"sayang apa ini, bukankah kau sangat tidak suka jika aku masuk ke diskotik"
"sayang.. pergilah, aku mengijinkan mu"
"yank anggap ini sebagai hadiah dari aku. Aku telah merampas masa muda mu, kau bahkan tidak pernah menikmatinya karena sibuk dengan perusahaan dan juga sebagai suami sekaligus kepala keluarga. Kau juga selalu memberikan aku kebebasan untuk bersenang-senang dengan teman-temanku, tapi kau bahkan hampir tidak pernah menikmati waktu luang untuk bersenang-senang dengan teman-temanmu"
"apa kau yakin"
"iya yank aku yakin, aku percaya padamu dan juga aku percaya pada Wisnu"
"baiklah makasih sayang" Reyhan mencium bibir Celine
Mereka kembali bersama Wisnu
"pergilah tapi dengan satu syarat"
__ADS_1
"apa itu"
"kau harus berangkat bersama dengan Reyhan, karena aku akan pulang dengan sopir ku. Dan juga tolong awasi suami ku Oke"
"haha baiklah, kau masih saja seperti dulu masih sangat ceplas-ceplos"
sesampai di diskotik Wisnu dan Reyhan langsung menuju ke salah satu ruangan VIV.
Wisnu dan Reyhan masuk ke dalam room, di dalam sudah ada beberapa rekan bisnis mereka dengan beberapa gadis di sampingnya.
Wisnu memesan minuman dan juga Mawar butterfly. Aku akan memberikan mu hadiah yang paling menyenangkan.
Jenny masuk kedalam room..
"siapa yang telah memanggil ku" ucap Jenny sambil tersenyum
Wisnu berdiri dari tempat duduknya, dia menghampiri Jenny dan membawanya ke meja. Kemudian dia membisikkan Jenny bahwa dia harus melayani Reyhan bukan dia.
Jenny pun mengiyakan perintahnya, dia mulai menuangkan minuman kepada Reyhan. Hingga akhirnya Reyhan mabuk, bahkan Wisnu juga mabuk sehingga dia tidak sadar dia telah meninggalkan Reyhan bersama Jenny.
Jenny masih duduk di dalam room dia memang cukup kuat untuk di ajak minum, entah karena itu profesinya tapi dia memang tidak pernah mabuk saat di sedang melayani tamu.
dia memandang Reyhan cukup lama hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk membawanya.
__ADS_1