Balasan Untuk Orang Ketiga

Balasan Untuk Orang Ketiga
Kembali


__ADS_3

Celine menyuruh pelayan mengambil pizza yang dibeli Reyhan sepulang kantor.


“Sebenarnya tadi niatnya cuma mau traktir kalian makan pizza rame-rame, tapi pas Reyhan bilang kalau besok kita bakal balik ke Jakarta makanya saya ngadain acara makan malam ini”


“yahh tuan dan non ora usah balek nggeh, disini ae sepi rek kalau non Celine ora ono”


Johan murung mendengar ucapan Celine, Johan memang sangat akrab dengan Celine karena Celine sudah banyak membantu keluarganya. Terlebih lagi Celine selalu memperhatikan anak Johan yang kadang ia bawa ketika bekerja jika istrinya ada panggilan untuk bekerja di rumah orang.


Vivi dan Nina datang membawa pizza dan menaruhnya di atas meja. Kemudian Celine menyuruh mereka berkumpul untuk makan malam. Malam itu menjadi makan malam perpisahan mereka, karena Celine dan Reyhan sangat jarang berkunjung ke villa, apalagi jika mereka disibukkan dengan aktivitas dan pekerjaan mereka di Jakarta.


***


Celine bangun lebih awal dia sudah menyiapkan semua barang yang akan dia bawa. Setelah selesai dengan barang dia pun membangunkan Reyhan untuk bergegas mandi. Sambil menunggu Reyhan mandi dia turun kebawah membantu Nina menyiapkan sarapan.


“mba buat sarapannya yang banyak ya aku mau ajak mereka sarapan sekalian”


“Baik non”


Reyhan telah selesai bersiap-siap dan dia pun turun kebawah.


“Wah baunya enak banget, sayang ajak mereka sarapan bareng sekalian ya”


“Non Celine sudah memerintahkan lebih dulu tuan” jawab Vivi


“benarkah hehe”


“sayang ini sudah jam berapa ?”

__ADS_1


“baru jam 7 yank, kenapa”


“kamu pesan penerbangan jam berapa ?”


“jam 11 masih ada 4jam yank”


“Berarti masih ada waktu mba nggak usah buru-buru hehe”


“Hehe iya non, kentara banget ya kalau lagi buru-buru”


“iya mba hehe”


Setelah memasak mereka pun makan bersama. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.20 Reyhan dan Celine pun menyuruh sopir untuk mengantarkan mereka ke bandara.


“kak aku pamit ya tolong jaga villa baik-baik kakak tau kan seberapa berharganya villa ini buat Rey”


“Tentu saja Celine yang paling berharga”


“Mba Celine pamit ya” Celine memeluk Nina


“Iya kamu hati-hati ya, jaga kesehatan kabarin mba terus ya”


“iya mba tenang aja Celine bakal telpon mba tiap hari hehe”


“Ayok yank kita jalan”


Saat hendak memasuki mobil tiba-tiba Johan datang sambil berteriak-teriak. Dia membawa Dinda anaknya yang berlari memeluk Celine

__ADS_1


“aunty, Dinda belum ada main bareng sama aunty tapi aunty sudah mau pulang” Dinda menangis dalam pelukan


“Dinda kenapa nggak kesini aunty juga baru sebentar disini, aunty Cuma 5 hari disini”


“Dinda sakit, aunty bisakah pulangnya ditunda dulu, Dinda kangen banget sama aunty”


“Dinda aunty janji bakal kembali, Dinda tunggu aunty ya sayang, aunty juga pengen lama-lama disini Cuma uncle banyak kerjaan di Jakarta dan aunty juga sudah mulai mengajar mulai lusa”


Dinda semakin menangis, dia begitu lengket dengan Celine sehingga dia sangat sedih membiarkan Celine kembali ke Jakarta.


“ Johan kenapa nggak bilang kalau Dinda sakit”


“Nggak non saya nggak mau non sibuk jika tau Dinda sakit, dan ibunya juga nggak mau kalau Dinda nantinya merepotkan non Celine”


“Yasuda ini kamu ambil dan belikan Dinda boneka yang besar” Celine memberikan beberapa lembar uang kepada Johan


“Tidak perlu non” Johan merasa berat hati untuk menerima itu


“Dinda sayang ini kamu ambil dan ajak ayah ke mol beli boneka besar sebesar aunty yah, anggap boneka itu adalah aunty kalau kamu kangen dan juga nanti aunty video call Dinda ya di hp ayah”


“Iya aunty” Dinda menerima uang dari Celine


“Yaudah jangan nangis lagi aunty jalan ya sayang” Celine memeluk dan menciumnya


“Bye-bye aunty hati-hati Dinda sayang aunty, jangan lupa kembali ke villa ya Dinda tunggu”


Celine dan Reyhan pun melaju ke bandara.

__ADS_1


__ADS_2