
Rayhan menghampiri Jenny dan duduk di sampingnya.
“Makan dulu, itu udah aku siapin ada diatas meja”
“Iya, kamu nggak makan ?”
“Tadi aku udah makan di rumah”
“Yaudah aku makan dulu”
Setelah makan Jenny mendatangi Reyhan yang sedang asyik bermain game di atas kasur.
“Jalan yuk, aku bosan ni”
“Mau ke mana ?”
“Bioskop kek”
“Yaudah kamu siap-siap”
“Yes baik lah”
Jenny segera bersiap-siap dan sedikit berias lalu setelah itu dia langsung menuju ke arah Reyhan
“Kak ayok aku sudah siap”
"ganti pakaian mu aku tidak suka kau memakai baju seperti itu Saat keluar bersama ku"
Jenny pun segera mengganti bajunya dengan stelan tertutup
***
__ADS_1
“Mau nonton film apa ?”
“Apa aja deh”
Reyhan membeli tiket, dan beberapa cemilan untuk mereka. Mereka pun memasuki ruangan bioskop Jenny sangat menikmati film yang ditayangkan, namun semakin kesini film itu semakin membosankan menurutnya
Di dalam bioskop yang sama ternyata juga ada Celine dan Siska. Saat membeli tiket, Siska sempat melihat Reyhan namun untungnya hanya dari belakang. Tapi Siska merasa dia tidak salah jika itu adalah Reyhan.
“Cel suami Lo di rumah ?”
“Nggak sis dia lagi lembur, beberapa bulan ini memang dia sangat sibuk bahkan sering lembur. Cuma, dia tetap aja ada waktu luang buat aku”
Siska semakin curiga mendengar penjelasan Celine. Tapi dia membiarkannya karena menurutnya itu bukan haknya untuk ikut campur selagi sahabatnya itu masih baik-baik saja dan rumah tangganya juga masih harmonis.
***
Film belum selesai namun Jenny dan Reyhan sudah meninggalkan ruangan, karena Jenny merasa bosan. Mereka pun memutuskan untuk berkeliling mol Jenny membeli beberapa pakaian, sepatu dan aksesoris.
“Cel liat deh laki-laki itu mirip banget sama Reyhan” Siska berbalik memanggil Celine
“Ah nggak mungkin lah Sis, Reyhan kan lagi di kantor”
“Coba deh kamu liat sendiri kesana” Siska menunjukkan toko tempat dia melihat Reyhan
Saat Celine melihat kearah toko tersebut Reyhan sudah tidak ada.
***
Saat sedang asyik menemani Jenny berbelanja, Reyhan berbalik kebelakang dan dia melihat Siska, dia memperhatikannya lagi dan betul saja Reyhan menemukan sosok Celine di belakang Siska.
Reyhan segera masuk kedalam toko, dia menghampiri Jenny.
__ADS_1
“Jenny kita harus segera pergi dari sini”
“Kenapa kak ?”
“Celine dan temannya juga ada di mol ini”
“oh ya di mana mereka ?”
“Sepertinya Siska melihat aku tadi”
“gak usah panik kak, berapa ukuran sepatu kak Celine”
“39 kenapa ?”
Tanpa menjawab pertanyaan Reyhan Jenny pun memilih-milih sepatu dan setelah menemukannya Jenny langsung ke kasir dan membayar sepatu tersebut.
“Ayuk pulang”
“Yaudah ayok”
***
Sesampai di apartemen Jenny. Dia langsung memberikan sepatu yang tadi dia beli kepada Reyhan.
“Apa ini ?”
“Berikan pada istri mu, katakan padanya sebelum dia bertanya kepada mu besok”
“Apa yang harus aku bilang ?”
“Bilang aja kamu ke mol membelikan sepatu itu untuknya”
Jenny meninggalkan Reyhan di sofa dan segera ke kamar mandi. Setelah selesai mandi Jenny keluar dan menuju meja riasnya.
__ADS_1
“mandilah kak, tidak perlu memikirkannya sebegitu. Kita tidak akan ketahuan jika kau pintar menyembunyikan raut wajah ketakutan mu itu”
Jenny memperhatikan Rayhan melalui kaca mejanya. Reyhan yang mendengar ucapan Jenny tadi langsung menuju ke kamar mandi. Jenny melanjutkan riasnya kemudian dia mengambil piayama di dalam lemari bajunya dan mengenakannya.