
Celine masih mengurung dirinya sejak pulang dari bandara dia hanya diam dan termenung. Bahkan saat sampai di villa dia tidak mengucapkan apapun bahkan menjawab pertanyaan Reyhan pun tidak.
Reyhan mengerti kepergian Siska sangat berat untuk Celine, Reyhan membiarkan Celine sendirian di kamar. Saat tiba makan malam Reyhan mengantarkan makanan untuk Celine.
"sayang makan dulu"
(Celine hanya mengangguk)
"yank kalau kamu begini terus Siska pasti ikut sedih, apa kamu nggak kasihan ?"
(air mata Celine semakin deras)
"sudah ya bersenang-senanglah agar Siska juga di sana gembira melihat mu"
(Celineli mengangguk)
"party mu gimana mau di cancel?"
"terserah"
"gak usah deh kasihan teman kamu yang udah booking tiket"
"hmmm"
***
pagi hari Celine bangun dari tidurnya dia masih merasa terpukul setelah kepergian Siska, namun kali ini pikirannya sudah sedikit jernih sehingga dia bisa menyembunyikan kesederhanaan itu.
Celine mandi dan turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan, dia terlihat begitu ceria seperti biasanya.
"morning mba" sapa Celine dengan senyuman lebar
"selamat pagi non" jawab Nina
Reyhan turun dan melihat Celine sedang sibuk menata meja makan.
"pagi sayang"
__ADS_1
Celine berbalik
"pagi juga yank, sarapan dulu"
"begitu dong senyum biar suami mu ini juga punya stamina"
"haha iya sayang"
***
malam ini adalah perayaan pesta ulang tahun Celine, sejak siang tadi mereka sudah sibuk menyiapkan semuanya.
Celine terlihat sangat cantik malam itu.
mereka semua menikmati acara, Jenny memperhatikan kesana kemari untuk mencari keberadaan Reyhan
Jenny akhirnya melihat Reyhan, dia pun mengirim pesan kepadanya.
"aku ingin kembali ke hotel bareng kamu"
setelah membaca pesan itu Reyhan melihat ke arah Jenny, lalu Reyhan meninggalkan temannya dan menuju ke arah Jenny di mana Jenny sedang berkumpul bersama Celine dan Rosa.
acara belum selesai, bahkan tamu masih sangat banyak. Namun Jenny sudah berpamitan kepada Rosa dengan alasan tidak enak badan, dan Reyhan juga berpura-pura menawarkan diri untuk mengantarkan Jenny.
"kak Jenny boleh balik duluan gak, kepala Jenny tiba-tiba sakit banget"
"hah kok bisa ? dari tadi ?"
__ADS_1
"iya kak awalnya aku kira sakit kepala biasa aja makanya aku tetap ikut, tapi ini rasanya makin sakit"
Reyhan baru ingin menawarkan diri untuk mengantarkan Jenny namun Celine sudah lebih dulu menyuruhnya.
"yaudah yank kamu tolong antar Jenny tuh takut dia kenapa-kenapa di jalan"
"iya yank aku ambil mobil dulu"
"iya hati-hati ya"
"iya" Reyhan mencium pipi Celine
***
Reyhan dan Jenny menuju ke hotel, suasana di dalam mobil sangat hening. Tidak ada diantara mereka yang membuka pembicaraan.
hingga akhirnya Reyhan menggenggam tangan Jenny, Jenny melihat kearah Reyhan. Dia mencium bibir Reyhan.
"stop Jenny aku sedang mengemudi ini akan jadi bahaya jika kau membuatku larut"
"tepikan mobilnya kak"
"hah ?!?"
Reyhan heran dengan perintah Jenny namun akhirnya dia menuruti dan menepikan mobilnya.
mobil berhenti Jenny kembali ******* bibir Reyhan
"kita tidak pernah melakukan ini kan kak"
"Jenny mengapa kau jadi liar begini"
"aku sangat menginginkan mu kak, sejak kemarin kau mengabaikan ku dan ini adalah hukuman mu"
Jenny memimpin permainan, mereka benar-benar melakukan adegan panas itu di dalam mobil. Mereka terhanyut dengan pertempuran panas itu.
Tanpa mereka sadari dari belakang tiba-tiba ada sebuah truk yang kehilangan kendali sehingga menabrak mobil mereka.
__ADS_1