
pagi hari orang tua Celine dan juga Paman Reyhan datang ke villa.
"Celine.." ibu Celine berlari menghampiri Celine di samping jenazah Reyhan.
"ibu Celine harus apa, Bu Celine gak bisa tanpa Reyhan" Celine memeluk ibunya.
"ikhlaskan kepergian Reyhan nak"
"iya nak Celine, biarkan Reyhan beristirahat dengan tenang di sana" ucap paman Reyhan.
"Non kita akan segera memakamkan jenazah tuan"
"silahkan pak lanjutkan prosesinya"
paman Reyhan memberikan perintah karena melihat kondisi Celine yang sudah sangat terpuruk. Air matanya menetes tanpa ia sadari, dia harus kehilangan keponakannya yang sudah sangat ia sayangi seperti anak kandungnya.
sejak pernikahannya gagal, Reyhan lah yang menemani hari-harinya, layaknya seorang anak, meskipun dia sangat sibuk mengurus perusahaan tapi Reyhan selalu menjadi prioritas utamanya.
***
jenazah Reyhan sudah selesai di mandikan dan juga di shalat kan. Tiba saatnya mengantar jenazah ke peristirahatan terakhirnya.
Celine dan keluarga serta semua karyawan villa ikut mengantar jenazah Reyhan. setelah selesai melaksanakan pemakaman, satu persatu orang mulai meninggalkan makam.
Tapi tidak dengan Celine dan beberapa pelayan yang lain. Celine masih di atas pusara Reyhan dia menangis di atas taburan bunga yang menghiasi makam Reyhan.
__ADS_1
Celine terlihat sangat terpukul dengan kejadian ini, berkali-kali Nina Johan dan beberapa pelayan yang lain mencoba membujuknya untuk pulang, namun Celine tidak mau.
Celine berdiri untuk pulang namun dia tidak kuasa menahan kesedihannya, sehingga membuatnya jatuh pingsan. Dan akhirnya mereka membawa Celine pulang ke villa.
***
Celine mulai sadar, dia bangun dan melihat Nina di sampingnya.
"bersihkan dirimu dik, sejak tadi malam kau sama sekali belum apa-apa"
"iya kak" jawab Celine dengan lemas
"iya kak"
Celine menuruti omongan Nina dia pergi membersihkan dirinya dan setelah itu dia turun ke bawah. saat sampai di meja makan Celine menyantap makanan yang sudah disediakan.
air matanya menetes mengingat selama ini dia yang selalu gembira menyiapkan makanan untuk Reyhan, kini hal itu sudah tidak lagi bisa dia lakukan.
Paman Reyhan datang ke villa.
"Celine besok paman akan kembali ke Jakarta, selagi paman di sini, paman langsung saja memberitahu mu"
__ADS_1
"ada apa paman ?"
"mulai saat ini perusahaan Reyhan akan di handle oleh mu"
"aku tidak mau paman"
"Celine paman memang keluarganya namun kau adalah istrinya dan juga dalam wasiat Reyhan semua sahamnya akan dia berikan kepada mu"
"kalau begitu paman tolong bantu aku handle perusahaan utama, aku akan tinggal di Bali bersama Reyhan biar aku menghandle perusahaan cabang"
"baiklah kalau itu mau mu nak, kalau begitu paman pamit"
"iya paman, hati-hati"
paman Reyhan meninggalkan villa, setelah paman Reyhan pergi Nina mendatangi Celine, dia membawa kotak kado besar dan memberikannya kepada Celine, betapa terkejutnya Celine saat melihat tulisan di atas kotak kado itu.
"apa ini mba kenapa ada nama Siska?"
"saya juga nggak tau non, sebaiknya non buka saja"
"tapi mba.."
"mungkin saja non Siska memang menyiapkan hadiah ini jauh-jauh hari sebelum kepergiannya"
"iya mba aku coba saja buka"
__ADS_1
Celine mulai membuka kotak kado itu, saat dia membuka bungkus pertama ternyata di dalamnya berisi kotak kado lagi. Dia terus membukanya hingga sampai di kotak yang terakhir