
Siska sudah merencanakan sesuatu, dia menyuruh seorang paparazi untuk mengikuti Reyhan dan Celine secara diam-diam. Dan semua bukti foto telah dia dapatkan namun, foto itu tidak akan dia serahkan kepada Celine hingga saat yang dia tentukan
****
“Kak Siska sangat menggangu hari ku dengan mu, berbuatlah sesuatu”
“Tenang saja aku akan mengurusnya, kau tidak usah mengkhawatirkannya”
“tapi dia sangat mengganggu, dia bahkan sering memergoki kita terang-terangan”
“Sudah tenanglah”
“Nggak bisa kak, bahkan di salon tadi dia juga membuat ku harus pergi. Karena katanya Celine akan datang ke salon itu”
“Bukannya itu bagus dia memperingatkan mu, seandainya dia membiarkannya hubungan kita juga pasti akan selesai”
Jenny terdiam mendengar ucapan Reyhan yang memang betul. Reyhan mengantar Jenny ke apartemen, lalu kembali ke rumah.
“Sayang” teriak Reyhan saat masuk ke rumah namun tidak melihat sosok Celine
“Bu dimana Celine”
“ahh ada di kolam tuan”
“baiklah, tolong simpan ini di ruang kerja saya”
“baik tuan”
Reyhan melangkah menuju kolam renang, benar saja dia mendapati Celine sedang asyik berenang
“Hey sayang kapan datangnya”
“barusan yank, tumben berenang”
“iya lagi pengen yank”
__ADS_1
“kamu nggak ke salon ? “
“kok kamu tau aku mau ke salon”
“iya tadi sempat ketemu Siska di jalan, dan dia nanyain kamu”
“Oh iya tadi emang janjian tapi aku tiba-tiba mager jadi pilih berenang aja”
“Jad masih mau berenang ni”
“Yasudah ganti baju kita makan diluar aja ya,udah lama nggak makan di luar”
Reyhan mengajak Celine makan di luar, Celine pun segera bersiap-siap. Saat tiba di restoran V. Jenny melihat mereka baru masuk dan bahkan memilih tempat duduk tepat di depan mejanya. Saat hendak ke mejanya, Celine melihat Jenny duduk sendirian.
“Hay Jen, kam sendirian ?”
“iya kak”
“Rosa mana ?”
“Oh begitu, mau gabung bareng kami nggak dari pada kamu makan sendiri”
“nggak usah kak, Jenny udah mau selesai kok”
Jenny menyudahi makanannya, dan berpamitan kepada Reyhan dan Celine.
“Kak aku udah selesai, aku duluan ya”
“Oh iya hati-hati ya Jen”
Jenny menuju parkiran, dia memasuki mobilnya dan mengambil handphonenya di dalam tas, lalu mengirimkan sebuah pesan kepada Reyhan.
“aku tunggu di apartemen, aku nggak mau tau pokoknya kamu harus datang”
Celine meninggalkan Reyhan, dia menuju ke toilet. Saat Celine pergi Reyhan merasa handphone miliknya bergetar, dia membukanya dan kemudian membaca pesan yang masuk. Dan ternyata itu dari jenny. Dia bingung harus menggunakan alasan apa kepada Celine
__ADS_1
“Pesan dari siapa yank”
“dari asisten aku yank”
“Ada apa ?”
“Besok kami akan ke Bali, dia menyuruhku datang ke kantor untuk menentukan berkas yang akan di bawa”
“oh begitu ya sudah nanti kamu antar aku pulang dulu ya tapi”
“iya yank”
Mereka menikmati makanannya, setelah selesai mereka menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobil, di perjalanan
“sayang kamu mau nggak ikut aku ke Bali”
“Hah emang boleh ?”
“Ya boleh lah kamu kan istri ku”
“baiklah aku ikut”
“kamu nggak ada jadwal les?”
“bisa aku alihkan sama guru les yang lain”
“Oke, yaudah nanti sampai rumah kamu langsung siapkan barang kita ya”
“Nggak usah yank, paling aku packing baju kerja kamu doang”
“Jangan bilang kamu mau shopping lagi di sana makanya nggak mau bawa barang”
“hahaa nggak yank baju aku udah ada sebagian aku simpan di villa, paling nanti aku minta beliin dalaman doang”
“Tetap aja ujung-ujungnya belanja sayang”
__ADS_1
Reyhan dan Celine tertawa selama perjalanan Reyhan menggenggam tangan Celine.