
Celine dan Reyhan turun kebawah untuk sarapan.
“Selamat pagi tuan, selamat pagi non”
“Iya selamat pagi”
Sesampainya di meja makan, Celine dan Reyhan pun menyantap makanan yang sudah disediakan. Sebelumnya, Reyhan sudah memerintahkan kepada semua karyawan yang ada di villa untuk menyiapkan barang mereka. Seling beberapa menit setelah sarapan, bis perusahaan pun datang beserta sekertaris Reyhan.
“Semuanya sudah siap pak”
“Baiklah terimakasih, tolong kamu perintahkan beberapa pengawal kantor untuk berjaga di sini'
“Baik pak”
Setelah siap mereka pun berkumpul.
“Baiklah maaaf sebelumnya karena saya telat, bahkan saya hampir lupa janji saya semalam”
“tidak apa-apa tuan sing penting jalan. Wes mo jam berapa ae gakpapa” kata Johan salah satu satpam villa yang membuat mereka tertawa.
“haha baiklah, oke sekarang bersiaplah dan naikkan barang kalian ke bis”
Semua karyawan villa sangat antusias, momen begini sangat jarang mereka dapatkan di mana pun mereka bekerja. Mereka segera memasukkan semua barang mereka ke dalam bis, setelah semua selesai mereka pun segera berangkat.
“Semuanya sudah siap tuan”
“baiklah mari kita berangkat”
Celine dan Reyhan juga ikut di dalam bis bersama karyawannya, bahkan selama perjalanan mereka bercanda dan tertawa bersama. Tidak terasa mereka pun sampai di tempat tujuan. Tempat yang sangat indah dan sejuk, mereka pun segera mendirikan tenda beberapa ada yang pergi mencari kayu bakar.
__ADS_1
Nina dan beberapa orang lain menyiapkan alat untuk memasak beserta bahan-bahan yang diperlukan.
Malam mulai datang, mereka pun menyalakan api unggun. Mereka pun berkumpul dan makan malam bersama, setelah makan malam mereka bersantai bersama menikmati api unggun.
“bagaimana kalau kita main truth or dare ?” ajak Johan
“Tantangannya apa” tanya Nina
“Yang memilih tantangan dia akan meminum 1 gelas air”
Johan menyiapkan air untuk tantangan permainan, air yang ia siapkan adalah air teh yang telah dia campur dengan berbagai bahan dapur. Johan kemudian kembali bergabung bersama mereka
“apa itu Johan” tanya Nina
“Tentu saja ini rahasia mba” jawab Johan tersenyum jahil.
Saat ingin memulai permainan, Celine dan Reyhan keluar dari tenda mereka
“kami ingin bermain truth or dare, bergabunglah non” jawab Sisil yang langsung menarik Celine ikut berkumpul bersama mereka.
“Sayang ayo” Celine pun menarik tangan Reyhan dan juga ikut bergabung bersama mereka
Merekapun memulai permainan , Johan memutar botol kaca ..
Dan putaran pertama jatuh kepada Johan sendiri. Dalam 1 permainan hanya 3 orang yang boleh bertanya. Setelah bertanya botol akan diputar kembali, namun jika botol mengarah kepada orang yang sama maka pertanyaan akan dijauhkan kepada 3 orang yang lainnya. Dan yang tidak ingin menjawab pertanyaan yang dilemparkan, mereka boleh meminum minuman yang sudah disediakan.
“baiklah kau kena pertama Johan, apa yang akan kau pilih haha” Nina meledek Johan
“truth” jawab Johan
__ADS_1
“Siapa pacar kamu sekarang ?” tanya Nina
“tidak ada, oke yang kedua”
“apa hal yang paling memalukan yang pernah kau lakukan” tanya Sisil
“ngupil di kereta api saat banyak orang, dan tidak ku sangka ada orang yang memperhatikan aku hahha, oke yang ketiga
“Jika di suruh milih kamu lebih suka dengan non Celine atau tuan Reyhan” pertanyaan terakhir oleh Clara
Reyhan dan Celine yang mendengar pertanyaan itu pun langsung menatap kearah Johan. Johan menunduk dia pun gugup saat melihat bosnya telah menatap kearahnya.
“Nda ada pertanyaan lain opo” jawab Johan ingin menghindari pertanyaan tersebut
“Tidak ada Johan, jawablah atau kau akan meminum air racikan mu sendiri” Kata Nina
“yo saya pilih dua-duane”
“harus salah satu dong dan berikan alasannya” Kata Nina dengan ekspresi yang seolah menakuti Johan
“Non Celine” jawab Johan dengan terbata-bata
“alasannya ?”
“yo ngono, non Celine baik, ramah, sama karyawan kaya dibuat jadi teman dan juga non Celine suka ngasih tip” jawab Johan sambil senyum-senyum
Celine yang mendengar itu pun tersenyum, sedangkan Reyhan menjahili Johan
“oh berarti bulan ini gaji kamu akan saya kurangi”
__ADS_1
“Ya Ojo toh tuan, waduh Iki piye Iki pertanyaanne menjebak Iki mati aku” Johan panik mendengar ucapan Reyhan
Mereka yang melihat tingkah Johan pun tertawa termasuk Reyhan.