Balasan Untuk Orang Ketiga

Balasan Untuk Orang Ketiga
Ketahuan 2


__ADS_3

Setelah selesai mandi Reyhan memakai pakaiannya dan duduk di sofa, dia kelihatan seperti memikirkan sesuatu. Jenny yang melihatnya pun menghampirinya.


“Apa yang sedang kau pikirkan kak ?”


“Jenny aku takut bagaimana jika Celine tau tentang kita”


“Sudah ku bilang itu tidak akan terjadi asal kau menjaga gerak gerik mu”


Reyhan terdiam dan lagi-lagi dia menghayal entah apa yang dia pikirkan. Jenny pun menerkamnya, dia mendorong tubuh Reyhan ke sudut sofa dan menindihnya.



“Kau tidak perlu khawatir kak, hubungan kita akan tetap aman”


“Tapi Jen..”


“nggak ada tapi-tapian, kau sudah jadi milikku. Jangan berpikir kau akan mudah lepas dari genggaman ku kecuali aku yang melepaskan mu”


“Jenny..”


“kita sudah terlanjur bermain gila kak, jadi jangan berharap kau bisa lepas dari aku”


Reyhan membalikkan posisi tubuhnya, sekarang dia yang menindih Jenny. Dan Jenny pun tidak bisa apa-apa, Karena tubuh Reyhan lebih kuat darinya.


“Baik lah Karena kau sudah berani mengancam ku, maka aku tidak akan lepas dari genggaman mu selir ku”


“Kak apa yang kau lakukan”


“kau sangat menggoda jen, kau hanya menindih ku dan itu membuat junior ku terbangun”

__ADS_1


Jenny tersenyum nakal, dia meletakkan kedua tangannya melingkar di leher Reyhan lalu menariknya sehingga bibir mereka pun bertemu. Mereka saling ******* dengan penuh gairah. Tangan Reyhan masuk kedalam piyama Jenny dan meraba tubuhnya.


Nafsu mereka memuncak, Reyhan dengan kasar menarik baju Jenny sehingga membuat kancing baju itu rusak, perlahan pakaian mereka pun lepas dan berserakan dilantai. Jenny memimpin permainan dia dengan lihai menggoyangkan pinggulnya. Pertempuran itu menjadi sangat panas dan ganas.


Setelah menikmati pertempuran tadi mereka pun pindah ke kasur untuk tidur. Reyhan memeluk Jenny di dadanya, tiba-tiba handphone Reyhan berdering


“Halo sayang”


“Iya yank, kenapa belum tidur”


“aku baru pulang yank, abis dari mol bareng Siska”


“oh iya kenapa nggak bilang?”


“Tadinya mau bilang dulu tapi keburu lupa hehe”


“Yasudah kalau begitu kamu bersihin badan lalu tidur”


“iya paling bentar lagi pulang yank”


“Yasudah aku tidur duluan ya, bye yank”


“Jangan lupa bersihkan diri ya”


***


Keesokan harinya Celine bangun dan sudah mendapati Reyhan tertidur nyenyak di sampingnya. Dia menyentuh pipi Reyhan dan mencium bibirnya. Reyhan terbangun dari tidurnya


“Tidurlah lagi aku tau kamu pasti kecapean”

__ADS_1


“Nggak yank aku harus ke kantor lagi”


“Kalau begitu mandi lah aku akan membuatkan sarapan untuk mu”


Reyhan masuk ke kamar mandi, setelah itu turun untuk sarapan. Sementara Celine menyiapkan baju Reyhan. Reyhan selesai makan dia naik ke kamar


“ada sesuatu yang ingin aku berikan” Reyhan memeluk Celine dari belakang


“hmmm ?”


Reyhan mengeluarkan kotak berisi sepatu


“Kemarin aku melihat mu di mol bersama Siska saat membelikan sepatu ini”


“ohya jadi Siska beneran, kenapa kamu tidak mendatangi ku”


“Kalau aku mendatangi mu itu akan ketahuan dan ini tidak akan jadi hadia sayang”


“makasih sayang” Celine Memeluk Reyhan


***


Sore itu Reyhan dan Jenny datang ke salah satu restoran. Reyhan membuka pintu mobil untuk Jenny lalu menggandengnya masuk ke dalam restoran tersebut. Tanpa mereka sadari ternyata Siska melihat mereka di parkiran, bahkan mengikuti mereka.


“Gue gak nyangka Rey Lo tega ngeduain Celine, bahkan sama adik angkat sepupunya sendiri”


“Sis tolong jangan beritahu Celine tentang ini”


Seketika muka Jenny menjadi pucat

__ADS_1


“dan Lo Jen parah sih Lo, gue tau Lo itu pecun tapi gue gak nyangka Lo bahkan mau jadi Simpanan Reyhan”


Kata-kata Siska sangat menampar bagi Jenny. Bahkan Jenny hanya tertunduk malu di hadapan Siska.


__ADS_2