
Reyhan dan Celine sampai di rumah, Celine turun dari mobil
“Hati-hati ya yank”
“Iya yank aku jalan dulu ya bye”
“Jangan lupa ngabarin ya”
“Iya”
Reyhan langsung melaju menuju ke apartemen Jenny, dia membuka pintu dan melihat Jenny di ruang tamu. Saat melihat Reyhan masuk Jenny langsung menghampirinya
“Kamu kenapa sih bawa dia ke restoran favorit kita”
“Apa maksud mu ?”
“Aku nggak suka kamu bawa dia ke tempat yang sering kita datangi”
“Jenny jauh sebelum aku membawamu Celine sudah tau restoran itu karena restoran itu adalah restoran favoritnya juga, dan Karena memang restoran itu sangat enak”
“Dan kamu membawa ku kesana”
“tolong lah jangan bersikap kekanak-kanakan”
Jenny kesal dan meninggalkan Reyhan di sofa, Reyhan mengikuti langkah Jenny
“besok aku akan berangkat ke Bali”
“mau ngapain ?”
“mau ngecek perusahaan yang ada di sana”
“dengan siapa ?”
“Sekertaris ku dan Celine”
“Aku ikut”
“lah ???”
“pokoknya aku mau ikut titik, aku akan menginap di hotel dan aku mau kamu harus berkunjung ke hotel ku selama kita di sana”
“aku tidak bisa menjanjikan hal itu”
“Apa susahnya tinggal datang ke hotel ku”
“Jenny di Bali aku punya villa jadi mustahil aku menginap di luar, Celine pasti curiga”
__ADS_1
“Yasudah aku akan mendatangi mu di villa”
“Kamu sudah tidak waras ?”
“tidak”
“Terserah mu aku pergi malas berdebat dengan hal yang tidak penting begini”
***
“Sayang barang kita sudah selesai ?”
“sudah yank”
“Oke kita berangkat jam 10 yah”
“Iya yank”
Saat sampai di Bali Celine di sambut oleh Dinda, sebelumnya Celine memang menelpon Nina untuk memberitahu bahwa dia akan datang. Dan kebetulan saat itu Dinda ikut dengan ayahnya.
“mba” teriak Celine dari kejauhan
“Aunty....” Dinda menghampiri Celine yang masih berada di parkiran
“aunty Dinda Miss you”
“Haha aunty juga rindu sayang, kamu makan apa itu?”
“Nggak usah sayang buat Dinda aja”
“hallo uncle”
“hallo bby Dinda apa kabar ?”
“kabar baik uncle”
“sering main kesini ?”
“ya uncle Dinda sering ikut ayah kesini”
“ikut aunty ke atas yuk”
“no aunty, ibu ayah bilang kalau aunty dan uncle datang Dinda gak boleh ikut naik karena aunty dan uncle mau bobo”
“Hahha ayah mu itu ada-ada saja yuk aunty yang ajak kok”
__ADS_1
“Non gak makan dulu”
“Dinda sudah makan ?”
“sudah aunty”
“yaudah kamu main sama aunty Nina dulu ya aunty sama uncle mau makan dulu”
“Iya aunty”
Dinda pergi bersama Nina, Celine dan Reyhan menuju ke meja makan. Mereka menikmati makan siangnya, lalu Celine kembali mengambil Dinda dan mengajaknya naik ke kamarnya.
“Dinda senang aunty datang lagi”
“oh ya Dinda nungguin aunty ya”
“iya aunty”
“Dinda kenapa nggak telpon aunty ?”
“Dinda sering suruh ibu telpon aunty tapi ibu bilang, takut aunty sibuk dan banyak kerjaan jadi ibu suruh Dinda tunggu aunty yang telpon”
“anak yang baik”
Dinda bercerita banyak hal kepada Celine
“Dinda mau gak nanti sore ikut aunty dan uncle ke pantai”
“Dinda..”
Ternyata Dinda tertidur di pangkuan Celine, Reyhan pun membantu Celine menggendong Dinda ke kasur.
“Yank aku ke bawah dulu ya mau ambil buah”
“Iya yank”
Saat turun Celine bertemu dengan Johan
“Non Dinda di mana ?
“ada tuh di atas lagi tidur”
“astaga Dinda” Johan menepuk jidatnya
“haha gak papa Johan, biarkan dia”
“Tapi non dan tuan pasti mau istirahat”
__ADS_1
“Gak papa kita bisa istirahat bareng kok, oh iya nanti sore aku pinjem Dinda ya mau aku bawa ke pantai”
“Iya non silahkan”