
Jenny membaca pesan yang masuk di handphone miliknya. Dia sangat jengkel melihat isi pesan dari Reyhan. Dia menghubungi Reyhan berkali-kali namun Reyhan tidak meresponnya, bahkan Reyhan mematikan handphone miliknya. Akhirnya Jenny pun mengancam Reyhan.
“Jangan salah kan aku, aku akan ke butterfly malam ini”
5 menit
.
.
10 menit
.
.
Hingga 1 jam berlalu dia menunggu balasan dari Reyhan namun dia tidak kunjung meresponnya. Jenny merasa sangat kesal dia pun memutuskan untuk pergi ke butterfly. Dia menelepon salah satu pelayan di butterfly
“Halo tolong sediakan meja untuk ku”
“baik Jen”
Jenny mengganti bajunya dan melaju ke butterfly. Sesampainya.
“Wahhh mawar butterfly ada apa ini ? Apa kau akan terjun kembali kedunia ini Jen?”
“bawakan aku minuman” jenny tak menjawab omongan Luna salah satu wanita pekerja malam.
Jenny duduk di sofa yang sudah dia pesan sebelumnya, dan Luna pun mengikutinya. Luna memang dekat dengan Jenny bahkan saat masih di butterfly hanya Luna yang mau bergaul dengannya.
Dari kejauhan ada sosok pria yang dari tadi memperhatikan Jenny, mulai sejak Jenny masuk. Jenny sadar dengan hal itu namun Jenny membiarkannya. Tak lama kemudian pria itu memanggil salah satu pelayan di butterfly.
“aku mau gadis itu” kata pria tersebut
“Tapi tuan dia sudah lama tidak bekerja di sini”
__ADS_1
“aku tidak mau tau, apa salahnya jika kau menanyakan kepadanya langsung. Tak ada jaland yang tidak menginginkan uang”
“baiklah akan saya tanyakan tuan”
Pelayan itu menghampiri Jenny
“Miss Jenny ada yang ingin berkenalan dengan mu”
“Siapa ?”
“lelaki di meja nomor 2”
“suruh dia membuka ruang VIV, baru aku mau berkenalan dengannya”
“Wahhh Jen loh gak gila gimana kalo pacar Lo tau”
“Urusan belakang”
Pelayan tersebut kembali memberitahu lelaki tadi. Dan lelaki itu mau menuruti perintah Jenny
“Oke gue tunggu di VIV”
Jenny berdiri dari tempat duduknya..
“Lo gak mau ikut gue, kayanya dia punya temen tuh”
“Mau dong Ayuk”
Jenny dan Luna menuju ruang VIV, dia duduk di kursi sambil menunggu tamunya datang. Seling beberapa waktu dua orang pria memasuki ruangan tersebut, Jenny melihat pria itu
“silahkan tuan” ucap Luna
“tak ku sangka kau begitu mahal nona Jenny”
__ADS_1
“lantas apa kau tidak sanggup dengan harga ku”
“Haha kau bercanda nona, harga segitu belum mengorek saldo ku sedikit pun”
“kalau begitu biarkan aku mengerjakan tugas ku tuan”
Jenny menuangkan minuman kepada pria itu, dia juga menikmati minuman tersebut. Bahkan Jenny tidak lagi mengontrol minumannya. Dia terus saja minum dan minum. Pria tadi mulai merayu Jenny tangannya perlahan merayap ke tubuh Jenny, dia mulai mencumbu Jenny
Teman pria itu memperhatikan permainan mereka yang semakin larut hingga pria itu juga mengajak Luna pergi.
“apa sebaiknya kita keluar dari ruangan ini”
“ayuk beb”
Mereka meninggalkan Jenny dan pria itu di dalam ruangan VIV. Jenny melepaskan cumbuan pria tersebut
“stop tuan ku rasa cukup sampai disini”
“apa aku harus membayar mu lebih untuk melanjutkannya ?”
“ku rasa kau tidak perlu menanyakan tentang hal itu”
“baiklah sebutkan nomor rekening mu dan jumlah yang kau inginkan”
“kau yakin tuan ?”
“Tentu saja”
“Baiklah”
Jenny memberikan nomor rekeningnya dan juga nominal uang yang dia inginkan cukup fantastis.
“baiklah kau harus memberikan servis terbaik mu untuk ku nona. Jangan buat aku kecewa setelah membayar mu dengan angka yang banyak”
“kau akan mendapatkan yang terbaik tuan”
__ADS_1
Mereka meninggalkan ruangan tersebut dan melanjutkan aksinya di sebuah hotel berbintang.