Balasan Untuk Orang Ketiga

Balasan Untuk Orang Ketiga
Membujuk


__ADS_3

Reyhan memutuskan untuk tidak pergi bekerja. Sejak kedatangan Jenny dan Siska, Celine hanya mendiamkan Reyhan. Dia juga berpikir keras dengan apa yang dia hadapi tadi, dia yakin bahwa sahabatnya tidak akan membohonginya. Namun, dia juga tidak bisa menuduh suaminya tanpa bukti.


Celine menyiapkan makanan malam untuk Reyhan, setelah semuanya siap dia pun naik ke kamar tanpa bicara apapun kepada Reyhan. Setelah makan Reyhan naik, dia melihat Celine sudah berbaring di atas kasur. Reyhan memutuskan untuk menghampiri dan membujuknya.


“Sayang apa kau marah dengan aku ?”


Celine hanya diam walaupun dia mendengar ucapan Reyhan, Reyhan membalikkan tubuh Celine.


“percayalah yank, aku tidak mungkin memiliki wanita lain selain kamu”


“apa kau punya jaminan untuk kata-kata mu tadi”


“apa kurang 7tahun ini, kamu bahkan tau aku tidak pernah berkeliaran selain ke kantor dan ke Bali”


Celine tak menghiraukannya dia kembali membelakangi Reyhan.


“Sayang tadi itu aku benar-benar hanya bermaksud menolong Jenny di jalanan, aku Cuma berniat ingin makan siang di restoran X dan saat di perjalanan aku melihat Jenny diluar mobilnya, makanya aku turun. Karena dia juga buru-buru ingin menemui tamunya, akhirnya aku memberikan dia tumpangan”


“Lantas kenapa harus ke resto”


“dia mengajak ku singgah untuk makan katanya dia lapar dan aku pun sama makanya aku singgah di restoran”


“Lalu bagaimana dengan gandengan ?”


“kami sama sekali tidak bergandengan yank, Siska salah paham soal itu. Jenny hanya tergelincir dan hampir jatuh lalu akhirnya dia memegang tanganku”

__ADS_1


Celine mulai luluh mendengar penjelasan Reyhan, hingga akhirnya dia pun mempercayai suaminya itu.


“ya sudah aku percaya sama kamu”


“Makasih sayang lagian gak mungkin aku macam-macam dengan Jenny sedangkan aku tau dia adalah adik angkat Rosa sepupu kamu sendiri”


Reyhan memeluk Celine hingga Celine tertidur di pelukannya. Tiba-tiba handphone Reyhan berdering ada sebuah pesan dari Jenny.


“Apa kamu tidak ke apartemen ku malam ini”


“tidak Jen, aku harus membujuk Celine malam ini”


“Aku butuh kamu kak”


“Aku nggak mau tau, aku mau kamu nginapnya bareng aku”


“Jenny tolong jangan egois”


“sekarang atau aku akan memberitahu semuanya ke Celine”


“apa kamu bodoh ?”


“aku tidak takut kak kita lihat saja siapa yang akan rugi”


“baiklah aku akan ke sana, tapi aku cari alasan dulu”

__ADS_1


***


“Sayang sepertinya aku harus ke kantor, ada kerjaan yang harus ku kerjakan”


Celine melihat jam


“Ini sudah larut malam apa tidak kelewatan ?”


“ini pekerjaan yang penting sayang”


“kamu punya ruangan kerja di rumah ini, kenapa harus ke kantor malam-malam begini”


“berkasnya ada di laci kantor ruangan ku yank”


“Suruh saja asisten mu mengambilkannya untuk mu, atau kalau perlu suruh saja asisten mu yang mengerjakannya. Untuk apa kamu merekrut asisten jika dia tidak bisa menggantikan mu. Dan untuk apa kamu merekrut karyawan jika kau masih harus turun tangan dalam pekerjaan mereka. Kamu itu bos”


Reyhan terdiam mendengar ucapan Celine.


“kita bahkan baru saja berseteru, tapi kau bahkan lebih mementingkan pekerjaan mu itu. Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya, jika kau masih memilih pekerjaan mu maka ku anggap kau memang memiliki gadis lain diluar sana Rey”


“Baiklah aku tidak akan pergi sayang”


Reyhan kembali berbaring di samping Celine, saat melihat Celine kembali tertidur pulas dia mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan kepada Jenny.


“aku tidak bisa mendatangi mu malam ini, mengertilah”

__ADS_1


__ADS_2