Balasan Untuk Orang Ketiga

Balasan Untuk Orang Ketiga
Kehilangan (2)


__ADS_3

satu persatu tamu mulai meninggalkan tempat acara. Celine tampak gelisah karena sudah 2 jam berlalu sejak Reyhan mengantar Jenny, namun dia belum juga kunjung datang.


"Rosa gimana Jenny bisa dihubungi gak ?"


"gak bisa Cel, Reyhan gimana ?"


"gak bisa juga Ros"


"yaudah gue disini aja dulu temenin Lo nungguin Reyhan"


"iya Ros kalo gitu gue ganti baju dulu yah"


Celine naik meninggalkan Rosa, dia masuk ke kamar mandi lalu membersihkan diri dan juga riasannya. Handphone Celine terus berdering


namun ia tidak mendengarnya.


Saat keluar dari kamar mandi, Celine memakai baju lalu mengambil ponselnya dia melihat ada empat panggilan tidak terjawab. Saat menghampiri Rosa handphone miliknya kembali berdering, Celine pun segera menjawabnya.


"halo non Celine ini saya Anton sekertaris pak Reyhan"


"oh iya ada apa Anton ?"


"Bu sebaiknya segera ke jalan xxx"


"kenapa emangnya ?"


"saya baru dapat kabar dari kantor polisi, mereka mengabari saya karena menemukan kartu nama saya di mobil pak Reyhan, pak Reyhan mengalami kecelakaan"


"APAAAAAA ? kamu serius ? dimana suami ku sekarang??"


"masih di TKP non, apa sebaiknya saya menjemput non"


"tidak usah Anton terimakasih atas informasinya, saya akan kesana bersama sepupu saya"

__ADS_1


"baik non"


Rosa kaget melihat ekspresi Celine,


"ada apa Cel?"


"Rey... Reyhan kecelakaan Ros" Celine menangis


"astaghfirullah, di mana ayok kita segera ke sana"


"iya Ros"


Rosa mengambil mobil dan segera ke lokasi bersama Celine.


***


saat sampai di sana betapa terkejutnya mereka melihat mobil Reyhan dengan posisi terbalik



"Rosa apa-apaan ini ?"


"aku juga tidak mengerti Cel, mengapa mereka seperti ini"


Celine mengesampingkan emosinya, dia segera mengikuti ambulance dan membawa Reyhan dan Jenny ke rumah sakit terdekat.


***


Celine termenung sambil menunggu kedatangan dokter, dia menunggu cukup lama hingga akhirnya dokter keluar.


"wali dari tuan Reyhan ?"


"saya dok"

__ADS_1


"maaf Bu kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun nyawanya tidak bisa tertolong"


Rosa menangkap badan Celine dan menyuruh perawat untuk membawanya.


"bagaimana dengan adik saya dok"


"pasien atas nama Jenny tidak apa-apa Bu, dia hanya pingsan, selain itu baik-baik saja. Hanya ada luka lecet sedikit di badan selebihnya dia baik-baik saja. kita tinggal menunggu dia sadar saja"


"terima kasih Dok"


Rosa menelpon Nina untuk datang ke rumah sakit. tidak lama kemudian Nina datang dan segera ke ruangan Celine. sementara Johan dan Anton mengurus jenazah Reyhan.


Celine terbangun dia melihat Nina berdiri di sampingnya, dia memeluk Nina


"mba Reyhan mba..."


"sabar sayang ini sudah kehendak Allah, kita akan mengurus jenazahnya, kau ingin memakamkannya di mana ?"


"disini saja mba bersama kedua orang tuanya"


"kalau begitu kita akan bawa jenazahnya pulang malam ini dan sebelum itu saya sudah mengabari keluarga Reyhan"


"makasih mbaa" Celine memeluk Nina.


malam itu jenazah Reyhan di bawa pulang ke villa suasana di villa sangat kacau bahkan sisa-sisa dekorasi pesta masih menghiasi seisi villa.


"yank cepat banget kamu ninggalin aku 😭 aku bisa apa tanpa kamu. bahkan aku belum bisa ngasih kamu keturunan, tapi sekarang kamu malah ninggalin aku 😭😭"


"sabar Cel" Rosa berusaha menenangkan Celine


"Ros gue baru aja kehilangan Siska beberapa hari yang lalu dan sekarang tepat di hari bahagia gue, gue juga harus kehilangan suami gue😭 berat banget Ros gue harus gimana tanpa Reyhan, hidup gue sangat bergantung sama dia"


"ikhlaskan Cel doakan Reyhan bahagia"

__ADS_1


tangis Celine semakin pecah sampai dia tidak mampu menahannya dan akhirnya jatuh pingsan lagi


__ADS_2