Balasan Untuk Orang Ketiga

Balasan Untuk Orang Ketiga
Terhanyut


__ADS_3

Sejak saat itu, Reyhan semakin dekat dengan Jenny. Bahkan terkadang dia lebih sering menghabiskan waktu dengan Jenny, hingga alasan lembur untuk bisa menikmati time bersama Jenny. Tapi sikap Reyhan terhadap Celine sama sekali tidak memperlihatkan perubahan, Reyhan masih tetap memperlakukan Celine seperti dulu, menyayanginya, memberikannya perhatian dll.


Dan juga karena itulah Celine sama sekali tidak mencurigai Reyhan bahwa suaminya sedang bermain gila di belakangnya. Karena dia percaya kepada Reyhan dan sikap Reyhan tidak ada yang berubah.


“Sayang kamu lagi ngapain ?” Reyhan memeluk Celine dari belakang


“Eh kapan datangnya ? Kamu nggak kerja ?” Celine membalikkan badannya dan membalas pelukan Reyhan


“Nggak yank, lanjut bentar malam lagi”


“yaudah kamu istirahat lah nanti kamu kecapean”


“aku pengen makan masakan kamu boleh ?”


“boleh lah, mau makan sekarang ?”


“hmmmm” Reyhan mengangguk


“yaudah aku kebawah dulu masakin kamu nanti aku panggil ya kalau udah”


“Oke istriku”


***


Celine turun ke dapur untuk menyiapkan makanan. Sementara itu,


“kamu di mana ? Aku pengen ke apartemen mu”

__ADS_1



“nggak bisa aku lagi di cafe bareng temen aku”


“yasudah malam ini aku akan ke apartemen mu”


“Oke kabarin aja”


Reyhan segera menghapus pesan dari Jenny, dia hanya ingin mengantisipasi. Walaupun dia tau Celine tidak akan memeriksa handphone miliknya. Sejak awal menikah Celine memang tidak pernah membuka dan memeriksa isi handphone Reyhan walaupun dia tau kata sandi handphonenya.


Karena menurut Celine itu hanya akan membuatnya lebih sakit jika menemukan hal yang tidak-tidak di dalam sana, karena itulah dia memilih lebih baik tidak pernah memeriksanya sama sekali dan juga sekaligus untuk menguji kejujuran pasangannya.


“Sayang turun lah semua sudah siap” terik Celine dari bawah


“Iya yank”


“sayang aku mau naik mandi dulu nanti kamu tolong siapkan baju ku ya.”


“iya yank”


Setelah membantu bi Mei membersihkan meja makan, Celine pun naik untuk menyiapkan pakaian Reyhan. Setelah Reyhan mandi dia pun bersiap-siap, Celine pasti selalu memakai dasi untuknya.


“Aku jalan dulu ya, kamu hati-hati di rumah”


“iya jangan lupa telpon ya”


***

__ADS_1


Reyhan masuk ke mobil dan melaju ke apartemen Jenny.


“Aku udah nyampe di apartemen”


“aku beli makanan nih, kamu masuk aja dulu kamu tau kan sandi apartemen aku”


“Buruan gih”


“iya bye”


Reyhan naik menuju apartemen Jenny di lantai empat dia menekan tombol dan memasukkan password apartemennya. Dia masuk dan duduk di sofa, cukup lama Reyhan menunggu hingga akhirnya Jenny datang.



“kenapa lama sekali ?”


“Macet kak”


“Yasudah kamu mandi dulu, sini makanannya biar aku siapin”


Jenny memberikan makanan yang dia beli tadi kepada Reyhan, lalu dia masuk kedalam kamarnya untuk mandi dan setelah itu dia duduk di ranjang. Tidak lama kemudian Reyhan masuk ke kamar membawa makanan Jenny.



Ketika melihat ke ranjang, Reyhan terpesona melihat jenny, dia memang cantik dan juga lihai dalam pertempuran ranjang, entah karena dia seorang wanita malam atau memang itu keahliannya. Tapi menurut Reyhan apa yang ada pada jenny tidak bisa dia dapatkan pada Celine dan begitu juga sebaliknya.


Itulah yang membuat Reyhan tidak bisa meninggalkan salah satu dari mereka.

__ADS_1


Aku sangat mencintai Celine, tapi saat ini aku juga sangat tergila-gila kepada jenny, kenapa aku jadi seserakah ini. Gumam Reyhan yang lalu meletakkan makanan itu di meja kecil di dalam kamar Jenny


__ADS_2