Balasan Untuk Orang Ketiga

Balasan Untuk Orang Ketiga
Bali (2)


__ADS_3

Sore hari Celine, Reyhan dan Dinda bersiap-siap untuk ke pantai.


“Dinda coba ini cocok nggak ?”


“Ini apa aunty ?”


“Baju buat Dinda dong, tadi waktu Dinda tidur aunty suruh ayah beliin Dinda”


“Wah cantiknya terimakasih aunty terimakasih uncle”



“Sama-sama sayang”


“Yank aku nunggu Dib bawah yah, Dinda udah ganti baju mau ikut uncle ke bawah”


“Iya uncle”


“Yaudah Dinda tunggu aunty di bawah, aunty ganti baju dulu”


“Iya aunty”


Dinda dan Reyhan turun dan menunggu Celine di bawah


“Wah cantiknya anak ayah”


“Ayah ini aunty yang belikan”


“Iya sayang, Dinda jangan nakal ya, jangan bikin susah aunty sama uncle oke”


“iya ayah”


Tidak lama kemudian Celine turun, mereka pun segera berangkat menuju ke pantai.


“Dinda bisa berenang gak?


“Takut aunty, Dinda bisanya di kolam renang villa saja”


“Hahah mau main air bareng aunty nggak”


“Iya biar uncle yang pegangin Dinda”


“mau “

__ADS_1


Mereka pun menikmati sore itu layaknya keluarga kecil sungguhan, Dinda membuat Reyhan dan Celine merasakan seakan benar-benar berlibur bersama keluarga kecilnya.


Matahari mulai terbenam saat Celine dan Dinda berbilas Celine mendengar bunyi perut Dinda


“hahah Dinda lapar ya”


“I..iya aunty” Dinda tertawa


“Haha iya nanti kita singgah makan ya sama uncle yuk kita keluar dulu samperin uncle”



Reyhan sudah menunggu mereka lebih dulu.


“yank singgah ke resto yuk, aku lapar ni”


“iya yank Dinda juga lapar tuh, bunyi perutnya sampai kedengaran”


“haha oh iya ?”


“i.iya uncle” Dinda tertunduk malu


“Gak papa saya perut uncle juga sudah bunyi dari tadi”


Saat sampai di restoran mereka duduk di kursi yang telah di boking oleh Reyhan sebelumnya. Handphone Reyhan bergetar.


“Aunty Dinda pengen pipis”


“ayuk aunty antar”


Saat Dinda mengantar Dinda ke toilet, Reyhan segera membuka pesan yang masuk dan ternyata itu dari Jenny


“aku ada di hotel V datang kesini malam ini titik”


Reyhan hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya


***


“bu Jenny ada di hotel ini” lapor paparazi suruhan Siska


“oh iya dia di kamar berapa ?”


“tepat di sebelah kamar ibu”

__ADS_1


“Haha kebetulan yang sangat menyenangkan, Reyhan pasti akan kesini”


“Betul Bu Jenny sudah mengirimkan pesan kepada tuan Reyhan, namun tuan Reyhan tidak membalasnya”


“baiklah kau terus intai dia”



“Siap Bu”


“Beritahu aku jika Reyhan datang”


“Baik Bu”


***


Reyhan, Celine dan Dinda segera pulang saat diperjalanan Dinda tertidur pulas di pangkuan Celine.


“Yank abis antar kamu pulang aku langsung ke hotel V yah”


“Nemuin sekertaris kamu ? Ada apa?”


“Mobilnya lagi di bengkel ada berkas yang harus dia jelaskan padaku, aku juga akan meminjamkan mobil kepadanya sampai mobil yang biasa dia pakai sudah baik'


“Oh iya yank tapi gak sampe larut malam kan ?”


“Nggak janji ya yank”


“Yasudah nanti telpon aku yah”


“iya sayang”


Celine sampai di villa, Johan mendatangi mereka


“Astaga Dinda kamu toh nak nyusahin non ae”


“Nggak papa kok Johan aku seneng banget malah bisa bareng Dinda hari ini benar-benar kaya keluar kecil sungguhan”


“Semoga segera diberikan momongan ya non”


“amin Johan”


Setelah mengantar Celine Reyhan langsung menuju hotel. Saat di lobby hotel orang suruhan Siska sudah mengabari Siska bahwa Reyhan sudah datang.

__ADS_1


__ADS_2