Balasan Untuk Orang Ketiga

Balasan Untuk Orang Ketiga
Kehilangan


__ADS_3

warning !!! yang merasa cengeng siapin tisu dulu yah😉


Siska bersiap-siap ke villa Celine, saat keluar dari kamar dia bertemu dengan Jenny di lift.


Siska sengaja menelpon Celine


"halo Lo siapin gue makanan yang banyak ya, banyak yang mau gue omongin ke Lo"


Raut wajah Jenny yang mendengar itu seketika berubah



"gue gak akan tinggal diam kalo sampe Lo bilang macam-macam ke Celine"


"Lo gak perlu segugup itu Jen, gue masih pengen ngeliat sampe mana hubungan sialan Lo berdua bertahan. Jadi nikmati saja itu gue gak bakal ngebocorin apa pun ke Celine"



"Lo sama sekali gak berhak ngancam gue Jen karena kartu As Lo ada di tangan gue, mungkin gue gak bakal ngasih tau Celine tapi Lo bayangin aja nasib Lo saat Rosa yang tau tentang ini semua"


Siska meninggalkan Jenny dia paham perasaan Jenny dengan melihat raut wajahnya yang sangat gugup.


***


ditengah perjalanan ke villa Siska menelpon Celine


"halo Cel gue udah dekat"


"Lo bawa mobil sendiri"


"iya Lo tau lah gue susah percaya sama sopir selain sopir pribadi gue"


"yaudah Lo hati-hati ya"


"iya"


saat ingin menutup panggilan Celine mendengar ada teriakan

__ADS_1


Bruuuuukkkkkkkkkkk


ahhhhhhhhhhhh......


"Siska Lo gak papa"


"Sis"


"halo"


"Sis jawab gue"


"Sis"


Celine sangat khawatir dia menelpon Reyhan


"halo yank coba cek ada kecelakaan gak malam ini"


"kenapa yank"


"hah ??! oke aku cek sekarang kamu tenang dulu yah"


"buruan yank"


Celine menangis dia sangat menyayangi Siska seperti sodara kandungnya sendiri dia sangat takut kehilangan Siska.


***


Cukup lama dia menunggu telpon dari Reyhan, namun tidak ada juga. Tidak lama kemudian Reyhan datang menjemput Celine


"gimana yank ?"


"ayo kita ke rumah sakit itu beneran Siska"


Celine sangat terpukul dia syok, bahkan dia sempat mematung hingga akhirnya Reyhan menarik dan membawanya ke mobil


"yank kamu tenang dulu kita doakan semoga Siska gak kenapa-kenapa ya"

__ADS_1


"yank aku takut banget aku gak mau kehilangan Siska" Celine menangis


"kamu jangan berpikir yang macam-macam dulu oke" Reyhan menggenggam tangan Celine untuk menenangkannya


sesampainya di rumah sakit, Celine berlari dan menanyakan keberadaan Siska. Saat bertemu dengan sekertaris Siska dia langsung menanyakan keadaan Siska. Namun, raut wajah sekertarisnya membuat Celine semakin panik dan khawatir.


Reyhan memeluk Celine, dan berusaha menguatkannya.


"kak Celine.." sekertaris Siska menangis di tengah kalimatnya


"ada apa Rio bagaimana keadaan Siska???"


"kak Siska gak selamat kak, dia udah pergi buat selamanya"


tangisan Celine pecah begitu pun Rio yang merupakan sekertaris dan juga adalah adik Siska walaupun mereka tidak seayah namun, Siska sangat menyayangi Rio.


"Rio kamu gak bercanda kan" tanya Reyhan


"nggak kak 😭 aku akan pulang ke Jakarta malam ini bareng kak Siska, keluarga sudah mengetahui kejadian ini dan menyuruh ku untuk mengurus kepulangan Siska"


Celine tidak sanggup lagi menahan kesedihannya pengelihatannya mulai gelap dan akhirnya dia jatuh pingsan.


saat mulai sadar Celine berusaha menguatkan dirinya. Dia melihat jenazah Siska, memeluknya bahkan mencium kening Siska.


"Lo sahabat terbaik gue Sis, yang tenang disana ya, maafin gue gak bisa nganterin Lo balik ke Jakarta, tapi gue janji setelah gue kembali ke Jakarta gue pasti jenguk Lo makasih udah mau jadi sahabat gue selama 30tahun lebih Lo adalah sebagian dari perjalanan hidup gue"


Celine, Reyhan dan Rio berangkat ke bandara mereka menggunakan ambulance.


"Rio sampein ke mama gue minta maaf gak bisa datang ke pemakaman Siska"


"gak papa kak, kak Celine dan kak Reyhan sudah sangat membantu Rio dan kak Siska di sini"


Celine mengantar jenazah Siska ke pesawat, bahkan pesawat itu di boking Reyhan untuk membantu dan sekaligus menenangkan istrinya.


"Sis baik-baik di sana ya, Lo jangan cari sahabat lain selain gue ya 😭 tunggu gue di Jakarta gue pasti datengin Lo, Lo tunggu gue yah"


( yaallah episode kali ini bikin author menangis )

__ADS_1


__ADS_2