
sepenggal kisah masa lalu .
Elang Daniswara, sedang mengerjakan proyek pembangunan di Surabaya sembilan tahun lalu.
dalam keadaan terik, ia meninjau pembangunan yang dibawahi oleh Daniswara grup.
selesai, ia kembali ke hotel berhubung senja sudah melambaikan tangannya dan siap menyambut sang malam.
saat hendak kembali, tidak sengaja ia menyerempet seorang gadis cantik dan usia sekitar 22 tahun menggunakan jaket dan rok hitam..
aaarrrggghhh...
wanita itu tersungkur di tepi jalan yang kebetulan ada besi bekas pagar pembatas yang mencuat dan karat..
sreeekkk...
darah seketika mengalir dari sekitar area kaki dengan cukup banyak, baru merasakan perih
aish ...
sosok pria dewasa berusia dua puluh delapan tahun turun dan mengecek keadaan orang yang tidak sengaja ditabraknya.
" kamu enggak apa apa?"
namun hanya rintihan saja yang didengar membuat Elang mengecek keseluruhan dan ia melihat kakinya yang berdarah.
buru buru dibopong kedalam mobil untuk mendapatkan perawatan dirumah sakit, ia lajukan mobil dengan kecepatan tinggi sedangkan gadis tersebut masih mengeluarkan darah dari area kakinya.
sampai, Elang langsung saja membopongnya ke ruang IGD " dokter suster tolong," diambil alih lah gadis tersebut dan raut wajah Elang masih sangat kacau.
tak lama seorang dokter menghampiri Elang " maaf tuan, yang tadi bawa pasien atas nama Desi Oktasari?" Elang bingung karna belum tahu siapa nama gadis itu, namun ia hanya menganggukkan kepala saja tanda iya.
pasien mengalami luka robek di bagian pergelangan kaki cukup dalam beruntung alat vital tidak sampai kena, jika sudah selesai dijahit dan infus habis boleh pulang, silakan untuk administrasi ya." anggukan dan ucapan terimakasih dari Elang untuk sang dokter dan mengurus administrasi.
setelah selesai, dirinya kembali mengunjungi Desi yang sedang berbaring lemah.
__ADS_1
" kau tidak apa apa?" suara bariton Elang membuyarkan lamunan seorang Desi Oktasari yang sedang memikirkan masalah biaya rumah sakit karna biar bagaimanapun ini adalah kesalahan nya yang tidak berhati hati saat menyebrang.
hidup sendiri tanpa kedua orang tua yang hanya seorang buruh tani di kampung, ia memang sudah beberapa tahun merantau ke Surabaya menjadi waiters di salah satu rumah makan besar di Ambarukmo.
melihat ekspresi Desi yang hanya memandang, Elang mengerti jika Desi bukan type orang yang mudah bergaul ataupun dekat dengan orang yang belum ia kenal.
" aku Elang, aku harap kita bisa berteman."
jabat tangannya menggantung dan belum dibalas dengan Desi.
Desi hanya berpikir, masih adakah di jaman sekarang yang baik? padahal kan orang baik di jaman sekarang sudah sulit mencari orang baik, namun ia tetap membalasnya sebagai ucapan terimakasih.
" Desi, salam juga buat pertemanan."
hari-hari berlalu, kedekatan Desi dan Elang semakin dekat, hingga jaminan ke enam bulan, elang memutuskan untuk menyatakan cinta pada Desi dan bagi Desi, Elang orang yang baik.
saat kebahagiaan terjalin pada usia hubungan bulan ketiga, elang dikejutkan dengan perjodohan antara dirinya dengan seorang bernama Almira Sharman, salah satu cucu dari keluarga orang terpandang Sukdev Sharman, pengusaha sekaligus pemilik Sharman properti yang merangkak besar dan dikenal sebagai Ciputri Group lantaran diganti sebagai rasa cintanya pada sang istri Ciputri Sharman.
Elang menolak, namun ia tidak dapat berbuat apa apa selain menerimanya karna jika ia menolak, maka sebagai konsekwensinya adalah dirinya akan kehilangan semua aset milik kakeknya yang di perbesar oleh ayahnya, Tedy Daniswara.
Desi pun tidak ia beritahu hingga pada akhirnya diusia pernikahan ke dua hari ia melihat sang suami berjalan bersama seorang wanita.
" jadi ini hasil akhir dari lima hari mas enggak ada kabar?" Desi menghampiri rumah Elang dan terkejut bekas pesta besar dan juga ia berjalan bersama seorang wanita yang cukup cantik namun arogan.
" Almira bisa kamu masuk dulu?"
" siapa dia mas elang?" tanya Almira yang belum memahami
" dia Desi, pacar aku."
kaget tentu saja tatkala sang suami masih memiliki kekasih sedangkan sang ayah maupun kakek belum bahkan tidak mengabarkan mengenai sang calon suami yang memiliki kekasih.
" aku tunggu kabar baiknya ya suamiku sayang." sengaja Almira mengucapkan seperti itu sebelum meninggalkan keduanya agar masalah semakin beres.
namun Almira melakukan kesalahan, dirinya justru dibuat terkejut lantaran sang suami dan Desi enggan melepaskan hubungan dengan dalih Elang memintanya agar tetap setia berada disisinya setelah keduanya mengetahui jika di masa lalu, Elang dan Desi adalah teman dekat ketika tinggal di Jakarta saat elang kelas empat SD sedang kan Desi masih jelas satu SD dan saat itu dibully karna Desi seorang anak pembantu.
__ADS_1
mendengar penuturan tsb, semakin lama rumah tangga Elang dan Almira memburuk bahkan Almira sering diacuhkan maupun tidak mendapat hak yang layak sebagai istri di usia pernikahan menjelang satu tahun.
tidak terima ingin diceraikan, membuat Almira berpikir akan menjebaknya di satu malam yang indah sekaligus kado anniversary pertama mereka dengan makan malam bersama di rumah keluarga Daniswara dan Almira sengaja memasukan obat perangsang agar bisa bermalam dan menikmati cinta satu malam karna memang sedari dulu ia belum mendapat haknya.
pagi menyapa setelah malam panjang tsb, Elang Daniswara dikejutkan dengan tidur tanpa busana bersama sang istri sah yang sedari dulu ia hindari, Almira Sharman.
ia terus menuduh seolah Almira yang salah disini meski begitu adanya, padahal keduanya sama sama menikmati cinta satu malam tsb.
"kau menjebakku.'
"kau merencanakannya."
"dasar jala*ng murahan bisa bisa nya kau melakukan itu padaku."
"kenapa memangnya? kita sudah sah sebagai suami istri aku berhak menerima itu."
"aku tidak menginginkannya, jika terjadi sesuatu padamu maka jangan mencariku jangan meminta pertanggung jawabanku karna ini kehendakmu bukan keinginanku."
bagaimana bisa ia seolah menghianati sang Desinya, loli yang bersedia berada disampingnya meski ia sudah memiliki Almira yang akan ia segera ceraikan dalam waktu dekat?
" aku benci kamu Almira."
" aku benar benar membencimu."
" wanita licik, enyah lah kau dari hidupku."
Almira hanya menangis dihujani kata kata yang menyakiti dirinya, ini bukan keinginannya yang mau menikah tanpa cinta tanpa perasaan hanya kehendak para tetuah.
" baik, aku akan pergi, aku tidak akan meminta apapun meski suatu saat ada utusan Daniswara junior yang tidak mau mengakui kehadiran ayah biologisnya," dengan gontai Almira pergi menemui sahabatnya, Adelia yang siap mendengarkan keluh kesahnya.
memilih menemui sang teman di Washington sesuai dengan rencana awal karna ia akan menata kehidupan yang baru agar semua dapat membaik.
" kuharap, aku bisa menghancurkan mu pria sialan, Elang Daniswara."
tobe continued
__ADS_1
maafkeun baru up lagi holidey jadi enggak konsen buat cerita thank you buat semuanya.