
" sayang,, kenapa kamu masuk ke dalam? apakah cuacanya teduh?" Mayang tampak celingukan melihat Gauri masuk ke dalam rumah karna ia beralasan ke pekarangan rumah lantaran bosan dengan suasana apartement, rumah keluarga Daniswara memang mewah berlantai tiga dan juga halamannya sangat luas, tidak heran rumah dengan tanah sekitar tiga hektar ini sangat luas dan banyak tanaman juga pohon rindang, Mayang lah yang membuat dibantu para asisten kala itu.
" aku hanya bosan saja Oma."
" mau Oma temani? kebetulan masaknya sudah selesai lagi diberesin art ja___." mayang menghentikan suaranya ketika melihat Elang masuk kedalam.
pantas saja Gauri masuk ke dalam karna ada anaknya itu.
" Gauri mau ke kamar Oma, aku lelah." menghela nafas dengan berat " yaudah nanti kalo mau makan malam omah panggil yah." dianggukan Gauri dan melangkah masuk tanpa menatap Elang.
" ngapain kamu kesini?"
" kok mamah bilang gitu?"
" biasanya juga mana inget sama kami kalo enggak ada masalah."
" Gauri kok ada disini?"
" loh memang kenapa? dia cucu mamah cucu yang mamah impikan bukan dari sebuah kesalahan." sindir Mayang pada sang anak.
" mah aku mau bicara sama papah tapi emmm bisa kalian bantu aku mendapatkan maaf dari Gauri?"
" kau saja urus masalahmu sendiri mamah masih mau dilihat sama cucu mamah." Mayang memilih pergi daripada meladeni anaknya yang plin plan itu entah apa yang dahulu ia ngidam hingga memiliki anak macam Elang.
sedang Elang memilih masuk kamar dan misi membereskan masalah harus terwujud.
" kamu baik baik aja kan sayang? Almira menelpon anaknya sebelum kembali ke apartemen sehabis bekerja takut sang anak meminta kembali jadi sekalian jalan.
" always good mama don't worry."
" dimana sekarang?"
" dikamar."
" loh enggak kumpul atau bantuin omah beberes atau masak gitu?"
" pria dewasa itu ada disini malas."
" mamah yang kasih tau."
" kenapa?"
" ya cuma mau tau aja dia masih berusaha meminta maaf kamu apa enggak."
" dia itu bodoh."
" dia papah kamu sayang udah jangan bilang gitu."
" okay, mah kalo dia minta maaf aku kasih sarat dosa ga?"
" tergantung, kalo kamu suruh membunuh ya kamu jadi otak kriminal dosa."
" kalo aku suruh dia pisah sama ceweknya?"
__ADS_1
" alasannya?"
" mau bikin dia jadi berkualitas dan berbobot." Almira tertawa anaknya selalu menyebut apa keinginan dari seorang ayah."
" apa mesti aku pakai popok lagi biar dia bisa gantiin popok aku mah?"
" ya enggak gitu juga, kasih sayang, ketulusan itu yang utama." ketukan pintu menghentikan ucapan Gauri.
" Gauri sayang ini omah, boleh omah masuk?"
" mamah aku tutup telponnya ya."
" oke be carefull sayang." Gauri membuka pintu dan melihat Mayang tersenyum " udah mandi? makan yuk."
Gauri nampak diam beberapa saat, Mayang takut Gauri tidak mau turun lantaran ada Elang hendak saat ia ingin membuka mulut agar nanti Elang tidak ikut makan namun langsung di jawab " oke."
" habis telpon mamah?" dan dianggukan Gauri.
" gapapa kan papah kamu makan sama kita?" Mayang hati hati saat bertanya namun tidak ada balasan, saat hendak berkata lagi lagi ia menjawab " oke."
sampai di gundukan tangga terbawah, Gauri tak melihat sang papah namun ia memilih duduk di meja makan yang diarahkan Mayang.
" sebelah opah ya bentar lagi opah datang kok."
" ia Omah."
didalam sana.
" ayah, ayah pokok nya harus bantu aku dapet maaf dari cucunya."
" aku juga enggak ada niatan pah, aku harus bisa dapat maafnya dari dia apapun jika memang harus kembali aku akan turuti."
" lolimu? apa Almira mau jika lolimu masih menempel seperti parasit."
" aku akan mundur."
" pernikahan kalian?"
" aku akan tetap menikah mesti berbeda pengantin wanitanya."
" kamu gila."
" ia aku gila karena merasakan sakit dari anakku darah dagingku."
" ini ulahmu selamat menikmati." Tedy memilih pergi dan tersenyum namun Elang tidak tahu, dirinya masih meyakini jika Elang dan Almira bisa kembali hanya saja ia tidak mau cepat berspekulasi nikmati alur dan biarkan ia menjadi penonton setia kisah cinta sang anak yang pelik.
kini semua makan makan malam dalam hening, sesekali Mayang nampak memberikan suaranya untuk sang cucu.
" makan sayang yang banyak habisin kalo bisa."
" yes omah."
namun tatapan teduh dirasakan Gauri dari sang ayah yang masih enggan menatap nya kembali ia sudah bertekad penuh mengenai ini namun berbicara dengan ayahnya sedikit menampar kenyataan yang ada.
__ADS_1
makan malam selesai, Gauri memilih masuk kamar dan bermain game sedang omah opah ya nampak menonton televisi cinta yang diikat sedang viral itu.
Elang di kamar atas menuju lantai dua kamar dimana Gauri tempati.
tok tok tok " boleh pap. maksudnya saya masuk?"
Gauri menimang sedikit dan membuka pintunya " ada apa tuan."
hatinya nyeri anak sendiri berbicara seperti itu " boleh kita bicara empat mata?"
" bukannya ini sudah bicara ya?"
" boleh saya masuk?"
" ini bukan rumah saya, jadi kalo mau masuk ya masuk aja." ditutup pintunya dan Gauri kembali memainkan ML game favoritnya itu.
" lagi apa sayang?"
" enggak liat?"
" oke aku mau minta maaf soal kejadian tempo hari di kantor mamahmu itu."
" yang mana ya? saya enggak inget."
" kejadian tempo hari antara pembicaraan saya dengan Desi dan kamu mendengar."
" oh iya inget dan mungkin enggak saya lupain." badan Elang panas dingin apakah kecilnya Elang sifatnya dia seperti ini?
" emmmm bisakah kau memaafkan aku? apapun akan aku lakukan."
Gauri masih sibuk memainkan iPad nya sebenarnya fokusnya hilang hanya saja ia tidak mau menunjukan pada siapapun gengsi, sifat Almira dan Gauri tidak berbeda jauh sama sama tenang dalam menanggapi suatu kasus.
" yakin anda mau melakukan apapun? pembicaraan ini tidak hari ini aja terjadi loh."
" iya aku yakin, termasuk menikah kembali dengan mamahmu dan membangun rumah tangga kembali."
" bagaimana dengan pacar anda?"
" demi kamu aku akan meninggalkannya."
" duh kasian banget tuh cewe anda tidak kasihan dengannya?"
" jika aku tidak diberikan pilihan aku akan tetap bersamanya."
" anda tamak."
" demi kamu apapun aku lakukan."
" jangan suka menyakiti hati wanita tuan nanti kena karma biasanya di keturunan bukan sama diri anda, maaf aku lelah silakan urus masalah anda dahulu jika sudah anda bisa minta maaf sama mamah karna banyak air mata yang terbuang percuma hanya untuk anda tenang saja besok mamah jemput saya jadi anda tidak perlu khawatir saya berlama lama disini, selamat malam."
apakah dirinya kembali diusir? tapi kata kata Gauri memberi sedikit titik terang jika ia akan memaafkannya dan mau mengakui dirinya jika ia datang ke mamahnya dan meminta maaf ia harus menyelesaikannya dahulu dengan Almira baru dengan Desinya.
sedang Desi keadaannya sangat kacau, ia ke club' untuk menenangkan diri dan ini untuk pertama kalinya ia minum, ia dengar dari temannya jika ada problem maka mabuk sedikit akan menghilangkan pikiran kelutnya namun Desi salah justru petaka barusaja dimulai.
__ADS_1
karena tidak terbiasa, dirinya satu gelas minum saja sudah terkapar dan seorang pria mendatangi Desi dan membawanya ke sebuah kamar.
tbc