
flashback on.
sebelum memulai aksinya dengan Almira, Elang memikirkan mengenai nasib Gauri yang hanya sendiri di apartemen meski tidak dalam benar benar sendiri karena ada asisten rumah yang menjaganya.
namun ia tahu, Gauri hanya dekat dan menurut dengan sang mamah dan terakhir ia tahu jika Gauri sudah akrab dengan mamah dan ayahnya.
menelpon sang mamah.
" ada apa, tumben kamu inget nelpon mamah."
" mah, Elang minta tolong dong, jemput Gauri di apartement Almira nanti aku kirim alamatnya ajak ayah juga soalnya Almira sama aku lagi ada pertemuan bisnis di Bandung dan enggak bisa pulang koleganya dari luar negeri jadi malam baru datang bahaya kan kalo misal balik ke Jakarta." dusta sekali mulut seorang Elang Daniswara kolega mana yang bertemu malam malam yang ada dia akan memangsa Almira agar bisa menjadikan miliknya.
sialnya, mamahnya percaya dengan ucapan buaya anaknya itu " iyaudah kamu jangan balik besok aja kalo gitu."
" hp Almira juga enggak aktif kabari aja Gauri begitu ya." sengaja elang mematikan sambungan telpon jadi ia akan aman berselancar dengan Almira.
" iya jagain Almira jangan disakitin ingat dia mamahnya Gauri akan hancur kalo mamahnya menangis."
" tenang aja, aku lagi ada misi meluluhkan Almira yaudah aku tutup telponnya." ia melihat Gauri seperti gelisah dan memerah menandakan obat perangs*ng nya mulai bekerja.
" the show time gaes."
flashback off.
Almira tahu Gauri mengetahui jika ia pergi dengan Elang terbukti dari ucapan terakhir sang anak, mungkin sepulang ini ia akan diintrograsi mengenai hal ini oleh sang anak.
ternyata lamunannya cukup lama, sudah sampai di sebuah pantai dekat hotel.
" mau turun atau tetap disini?"
Almira tak menjawab, ia langsung membuka selfbealt namun saat hendak membuka pintu, Almira terkejut jika Elang membukakan pintunya.
keduanya menelusuri bibir pantai dalam hening, ada yang ingin ditanyakan oleh elang mengenai Desi.
" aku mau tanya sesuatu."
" hmm katakan." Elang memainkan kakinya dengan pasir dan air laut disisi Almira
__ADS_1
" bagaimana kalian berpisah?"
" Desi dan aku?" dan dianggukan Almira.
" dia tidur sama orang lain."
" benarkah?" bisakah Almira kaget mengenai hal ini? selain karna Desi terlihat lugu, ia tidak menyangka alasan keduanya berpisah adalah itu.
' kau pasti kaget dengan alasan ya bukan? aku sebelum memikirkan untuk rujuk denganmu bisa dibilang tak memberi kabar dirinya, bahkan dia datang ke club' tempat temanku dan ingin mengajakku tidur ya jelas aku tolak ternyata beberapa hari berselang ia datang kembali dan mabuk dalam keadaan sendiri ya pasti dibawa pria hidung belang lah."
" kok kamu santai banget jawabnya? kamu udah ga cinta lagi sama Desi?"
" lebih tepatnya kecewa, aku jagain dia sembilan tahun malah dia merusak dirinya sendiri. tapi sejak aku fokus mikirin hal untuk rujuk ya aku enggak yakin sih tapi rasa itu berkurang, ya terserah mau percaya atau enggak."
" cih dasar pemain wanita." Elang menghentikan langkahnya menatap tajam tak terima atas tuduhan Almira.
ia mencium paksa bibir pedas Almira namun Almira mencoba melepas ya hanya saja kekuatannya tak sebanding dengan Elang, ia berani lantaran pantai ini keadaan sepi bukan pantai rekreasi memang karna ini berada dijalan.
sedikit meremas gundukan Almira dan bukan protes justru eran*an yang keluar dari bibir Almira.
keduanya melepas ciuman panas itu, nafas nya tersengal sial jika begini justru junior Elang yang merasakan sengsara lantaran tidak dapat masuk ke dalam milik Almira.
" kamu gila ya? tempat umum kaya gini masih bisa nyium aku?" dasar pedofil.
justru elang tertawa hebat apa katanya pedofil?
" kamu kira kamu masih umur sepuluh tahun? anak kamu tuh yang umur nya segitu eh enggak deh masih jalan sembilan tahun yah."
" dasar gila."
" gila sama kamu enggak apa apa lah." Almira bisa gila memikirkan Elang yang berubah seperti remaja yang baru jatuh cinta memilih ke dalam mobil masa bodo dengan Elang yang terus memanggilnya niat mau beromantis ria bak film India di televisi malah penolakan yang didapat.
mencari toko cinammon rolls dan makan malam adalah agenda selanjutnya sebelum kembali ke Jakarta, mereka bukan dibandung namun di Anyer lantaran pihak Toshaba memilih membuat pesta besar di bibir pantai sekaligus honeymoon keluarga jika pada membawa keluarga tentu hotel sudah dibooking pihak Toshaba.
hanya saja yang single seperti Almira dan Elang tentu tidak termasuk lantaran keduanya single makanya mereka memesan hotel sendiri.
jam menunjukan pukul tujuh malam, keduanya sampai di Jakarta tepatnya di pondok indah tempat keluarga Daniswara tinggal.
__ADS_1
rumah nampak ramai ternyata para sepupu dan Tante Elang sedang berkumpul.
" wah acara apa ini " Elang nampak datang bersama Almira dan keduanya menjadi pusat perhatian terlebih Gauri.
" mamah..." Gauri berteriak memeluk mamahnya " enggak nakal kan anaknya mamah?"
" Gauri happy dong disini banyak temennya ia kan sayang." Mayang menghampiri keduanya nampak menjelaskan kepada Almira agar tidak khawatir.
" loh ini kan mantan istrimu Lang, balikan nih." Tante Rita Maharga, sepupu dari ayah ya yang memiliki perusahaan kecil nampak sinis kepada Almira memandang rendah lantaran keduanya sudah bercerai namun masih pergi bersama.
" ah iya aku mau rujuk sama Almira."
" dikasih pelet apa kamu sama dia lang? bukannya kemaren kamu yang kekeh minta cerai dengan mantan istrimu itu?"
Almira hanya memandang keduanya yang nampak akan berperang sebentar lagi.
" Gauri masuk ke dalam ya, nanti mamah panggil." Gauri menganggukan kepala ia mengerti orang dewasa akan bertengkar dan mamahnya melindungi dirinya lantaran dirinya masih kecil menurut adalah jalan terbaik.
" iya aku yang menceraikan tapi aku mau rujuk."
" kaya enggak ada perempuan lain aja, yang lebih mapan seenggaknya bisa naikin derajat kamu diperusahaan." tidak tahu saja jika Almira adalah pimpinan Ciputri grup.
namun ia masih terlihat tenang, baginya Tante ya ini hanya tong kosong nyaring bunyinya.
" itu kan masa lalu Tante, ga perlu lah bahas bahas yang lalu.
" harusnya jadi perempuan dijaga mahrab ya bukan kegatelan ikutin mantan suami." Almira meradang namun masih dapat menahan emosinya jika tidak ada orang lain, sudah tentu akan ia cincang habis mulut pedas nya itu.
melangkah mendekat ke Tante Rita, ia tahu siapa dia " maaf ya nyonya tapi setidaknya saya tidak menggunakan nama anak untuk mendapatkan perusahaan yang nilainya enggak seberapa itu, lagipula setidaknya saya rujuk dengan ayah biologis anak saya, bukan dengan cara kotor seperti pelakor oooopposs..." Almira menutup mulutnya pura pura keceplosan sedangkan Rita meradang tahu darimana perempuan ini tentang sepak terjang kehidupannya.
" jaga bicara kamu ya."
" makanya kalo enggak mau disenggol jangan mulai enak gak tuh kemakan kotorannya sendiri." Almira memilih melewati Rita begitu saja ucapannya terlalu berharga jika hanya berkoar koar tidak jelas.
memilih menghadap kepada ayah Elang dan bergegas kembali ke apartemen " ayo sayang kita pulang, udara disini tidak baik banyak penjilat yang gak tahu diri nanti nular bahaya." Rita meradang sedang Elang sudah tertawa dalam hati tidak tahu saja Rita sedang berhadapan dengan wanita iblis macam Almira Sharman.
" hati hati Tante, Almira kalo sudah bertindak susah bakal hancur perusahaan Tante itu."
__ADS_1
tbc