
" kamu kenal dia?" Almira memecahkan keheningan saat keduanya kembali menuju rumah mereka dan Elang yang ditanya pun hanya mengangguk tanda mengerti.
" siapa dia?"
" emm bisa dibilang ****** high class gitu di kalangan pejabat atau pengusaha, aku waktu belum nikah sama kamu selalu ditawarin gitu, buat pelicin." Almira paham pelicin dimaksud adalah mempermudah segala urusan.
" dan yang aku denger dari seseorang yang sering make jasanya dia main nya oke banget dia berani bayar mahal asal berkualitas dan ia melakukannya."
" kamu enggak tertarik?"
" buat apa? Desi aja bisa aku tahan sembilan tahun apalagi ****** yang udah celup sana sini ya enggak lah." itulah kelebihan dari Elang, setia dan tidak mudah berpaling.
sedang diseberang sana, Desi dan Keenan semakin mencekam, Desi tidak menyangka selama ini yang Keenan lakukan adalah jajan diluar, ia selama menikah dengan Keenan tidak pernah disentuh, awalnya Desi mengira Keenan sejak menikah dengannya ada masalah karena memperkosa nya mungkin ia takut atau trauma.
tapi Angel, wanita sewaan yang datang tadi menjawab semuanya.
" aku sudah bilang kan aku bisa merawat anak aku tanpa kamu bertanggung jawab, tapi kamu malah memilih menikah dengan aku, setelah menikah aku kira kamu trauma akan suatu hubungan makanya aku memaklumi kamu enggak pernah menyentuhku tapi hari ini, aku dengan sadar, mengetahui keburukan kamu yang lebih memilih menikmati ****** diluar sana daripada aku istri sah kamu, kenapa? apa karena aku miskin? kampungan? ia aku ah...__" Desi merasakan luka sayatan akibat melahirkan secara SC merasakan sakit yang luar biasa, mungkin emosi yang menggebu tebu membuat tekanan nafasnya tidak teratur dan kembali merasakan sakit.
Des, are u okay." Keenan ingin menyentuhnya namun ditepis, berdiri dihadapan Keenan dan beranjak namun sebelumnya ia berkata, " urus perceraian kita aku tunggu gugatannya dan aku pastikan aku tidak akan mempersulit kamu." Desi melenggang pergi namun kata kata Keenan membuatnya berhenti mendengarkan ucapannya.
" tidak akan aku biarkan kamu membawa anakku."
tatapan Desi menahan amarah dan tangis menyebabkan mukanya memerah, " oke kalau begitu aku akan bersaksi di pengadilan semua yang kamu lakukan di belakang kami." Desi melenggang pergi memegang perutnya yang sakit, keduanya menjadi tontonan gratis.
" aaarrrggghhh, sial benar benar sial bajingan bangsat semua kacau."
menelpon seseorang diluar sana, " kau kenal Angel, si wanita sewaan yang suka dipake? aku mau mau buat dia hancur kalo perlu mati sekalian." menutup telpon sepihak dan menghampiri Desi dengan cepat namun sial Desi lebih dulu menaiki taksinya dan mau tidak mau Keenan membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
namun sial keadaan sepertinya memihak pada Desi, ia kehilangan arah karena macet sudah tentu kemana lagi Desi selain pulang kerumahnya.
ia masih bersabar membelah macet hingga sesekali mengumpat orang didepannya lantaran menyebabkan kemacetan hanya ah sudah lah lebih baik ia memikirkan bagaimana membujuk Desi agar tidak pergi dari hidupnya, niatnya ia akan menyentuh Desi jika Desi sudah mencintai dan menerima pernikahannya, meski Desi bersikap layaknya istri pada umumnya, namun ia tahu jika Desi hanya menerima pernikahan ini dengan terpaksa dan bukan karena cinta.
makanya Keenan memilih bersabar namun jujur Keenan bukanlah pria sempurna yang bisa menahan hasratnya, apalagi sebelum menikah dengan Desi, Keenan adalah pria bebas yang menyewa wanita demi kebutuhan biologisnya itu.
sampai dirumah yang harusnya hanya memakan waktu lima belas menit, karena macet ia tiba sekitar empat puluh menit, ia melihat Desi sudah siap dengan dua koper besar dan juga anak yang digendongnya.
emosinya tertahan biar bagaimanapun ini kesalahannya namun ia tidak habis pikir kenapa Desi. akan membawa bayi yang masih berumur harian itu.
" mau kemana?"
" lepas, aku akan pergi, urus saja perceraian kita atau aku yang akan menggugat supaya kamu tidak terbebani oleh kami berdua."
" please, maafkan aku yang sudah menodai pernikahan ini, beri aku waktu untuk semuanya."
Desi menatap nyalang sang suami untuk pertama kalinya, " kamu nyuruh aku belajar dari mbak Mira, apa kamu mau belajar dari mas Elang? kamu tahu meski mereka sembilan tahun berpisah namun mas Elang enggak pernah yang namanya jajan diluar meski mas Elang sudah tahu nikmatnya dunia, aku sudah cukup sabar sembilan bulan menunggu keterbukaan kamu namun kamu seolah memilih sibuk dengan dunia kamu dan apa yang ingin buat aku tertawa? apa kamu bilang jangan bawa putra aku, sadarlah kamu, kamu saja tidak pernah menggendong putra kita apalagi aku tinggalkan dia yang ada anakku tidak mengenal kedua orang tuanya, jika tidak siap dengan pernikahan dan hubungan aku saranin mending tidak usah sok menjadi pahlawan untuk kami, aku akan urus bayi aku dengan kedua tanganku." Desi melenggang pergi setelah mengeluarkan semua keluh kesah selama ini ia pendam, ia tidak pernah yang namanya membangkang maupun pergi tanpa pamit sama seperti apa yang dikatakan Keenan padanya namun ini semua tidak adil kenapa dirinya menerima kenyataan sepahit ini? inilah akibat dari dirinya yang sudah membuat Almira sulit? karma kah ini?
mencari tempat tinggal ditengah malam sulit terlebih ia membawa anak kecil, ia melihat saldo ditangannya hanya ada sekitar lima juta, ia memang sedari dulu memisahkan mana tabungan pribadinya mana uang yang mengalir setiap bulan yang diberikan Keenan, ia tahu diri dengan meninggalkan debit yang diberikan Keenan di kamarnya.
mencari tempat tinggal dahulu sepertinya malam ini ia akan menginap di hotel kemudian baru mencari tempat tinggal esok hari.
tidak mungkin ia kembali kepada budenya, karena saat acara pernikahan, budenya marah besar karena fakta mengejutkan dirinya mabuk dam berakhir diperkosa Keenan, budenya merasa malu dan langsung meninggalkan acara saat itu juga, sejak kejadian itu Desi tidak pernah berani menghubungi budenya lagi dan memilih untuk bungkam mengenai kehidupan rumah tangganya.
sedang orangtua Keenan, memilih kembali ke Washington untuk kehidupan normalnya.
Almira masih memikirkan semuanya, ia bersyukur Elang mau berubah tapi soal kehidupan Desi? sejujurnya ia type orang yang tidak peduli dengan kehidupan orang lain namun untuk pertama kalinya, ia memikirkan nasib Desi, mirip dengannya bahkan lebih parah jika Almira menjadi Desi ia akan memilih meninggalkan Keenan.
__ADS_1
" sedang apa?" hadiah pelukan hangat dari belakang diterima Almira siapa lagi pelakunya jika bukan Elang, suaminya.
" aku mikirin Desi?" Almira menengok ke arah belakang dimana suaminya, alis Elang naik satu alisnya Almira tahu ia bertanya mengapa namun Almira memilih menghadap ke depan lagi dan tak lupa lengan kedua Elang menyatu di perut besar Almira sambil menyenderkan dagunya di bahu Almira, sungguh manis perlakuan seorang Elang pada istrinya.
" kamu tahu, aku juga mengalami hal buruk namun tidak separah Desi."
" aku yakin Desi akan menceraikan Keenan."
" really?" tentu saja dianggukan Elang, " aku dan Desi sama sama tidak melegalkan yang namanya penghianatan dan affair."
" apa kau pernah jajan diluar? emm seperti Keenan?"
" aku memilih melakukannya sendiri, terlalu berharga milikku dimainkan wanita murahan." keduanya menikmati indahnya dunia namun tidak lama ponselnya Almira berbunyi nama mertuanya nampak ia segera menerimanya.
namun tubuhnya limbung ia bergegas mengambil kunci mobil dan Elang merasa bingung kenapa Almira berubah demikian, mengikuti kemanapun Almira berjalan sambil bertanya, " mir kenapa sih mir?"
" Gauri masuk rumah sakit." Elang panik dan menyambar kunci mobil ditangan Almira bergegas membelah kemacetan yang sudah jauh mereda.
menelpon kembali ke mamahnya memastikan rumah sakit mana dan penyebabnya.
Almira jadi mengingat kejadian sewaktu ia di Washington, dinyatakan tidak cocok menggunakan jenis obat Paracetamol membuat Gauri tidak bisa menurunkan demamnya dengan obat aneh karena reaksi tubuhnya akan menolak dan menyebabkan alergi hebat ditubuhnya.
sesampainya, Almira tak henti berdoa dalam diam, ia tidak mau kejadian beberapa tahun lalu terulang kembali.
tbc
dari pecinta Kim Taehyung aka V BTS 💜💜💜
__ADS_1