
Almira tidak habis pikir bagaimana dirinya bisa hamil padahal rencananya ia datang selain mengurus perusahaan keluarga juga memperkenalkan pada dunia bahwa dirinya baik baik saja terlepas dari perceraiannya yang dahulu sempat heboh lantaran Elang mengatakan dirinya yang menjebak.
sepanjang perjalanan, dirinya nampak berpikir bagaimana ia bicara pada sang anak tidak mungkin kan jika dirinya harus berkata secara jujur kalau ia hamil karna dipaksa sang mantan suami melakukan hubungan intim demi dirinya bisa hamil dan menikahinya? tidak itu hanya akan membuat otak dan pikiran anaknya terkontaminasi.
" gausah gugup gitu tiga hari lagi kita bersatu." sial Elang berkata lantang dan santai sedang Almira sedang berpikir cara agar tidak menikah dengannya.
" aku enggak setuju aku enggak mau nikah sama kamu, bisa aja kamu selingkuh lagi dengan loli lolimu yang lain?"
" ckk.. kamu itu enggak bisa bedain ya mana yang menerima mana yang menolak? harusnya kamu tahu kamu itu pintar." bukan tidak tahu tetapi tidak mau tahu persetan dengan cinta hatinya sudah tidak memerlukan itu, yang sekarang ia butuhkan adalah uang dan logika, dua itu yang menopang hidupnya hingga kini.
" aku tetep enggak mau nikah sama kamu."
" kalo gitu aku bakal bilang sama Gauri kalo aku hamilin kamu dan kamu sedang mengandung adiknya."
" kamu gila ya? menghalalkan segara cara cuma karna mau nikahin aku? itu namanya obsesi bukan cinta." logika Almira masih tidak menerima seorang Elang mencintainya karena apa? sembilan tahun berhubungan dengan Lolinya dan hanya sekejap dirinya tiba tiba mencintainya apa namanya jika bukan obsesi?
" lalu apa kabar sembilan tahun lalu?" Elang juga tidak terima jika dirinya dianggap bersalah mengingat ia mengikuti cara licik Almira mendapatkan satu malam panjang itu.
" Gauri hadir diikatan yang sah mesti terlahir setelah kedua orang tuanya bercerai, sedang anak ini hadir bukan diikatan yang sah, sadar kamu yang egois mementingkan keinginan kamu sedang aku bersikukuh enggak mau kembali sama kamu."
Elang memberhentikan mobilnya secara mendadak, ia mengeratkan rahangnya menatap nyalang sang mantan istri.
" andai aja Almira andai aja kalo kamu mau nikah sama aku pas aku meminta kamu menikah dengan aku secara baik baik, tidak akan aku melakukan ini."
" kalo begitu jangan aku yang terang terangan menolakmu, masih banyak yang lain bukan yang mau denganmu."
" jangan egois, pikirin kesehatan mental Gauri yang tumbuh begitu dingin dan tidak memiliki hati sadar gak, didikan kamu itu salah."
__ADS_1
" ah oh ya? sewaktu kamu belum bilang kalo dia adalah kesalahan dengan jala*g kecilmu itu, semua baik baik saja, kamu yang memberinya luka dan kamu juga yang membuatnya menjadi dingin." Elang terdiam apa yang diucapkan Almira memang benar, jika saja ia tidak salah bicara mungkin tanpa harus menghamili Almira ia dapat pergi dengan Gauri sedangkan sejak kejadian itu, Gauri nampak enggan menatapnya meski sudah memaafkan namun ada beberapa perbedaan perilaku sebelum dan sesudahnya.
Elang melakukan itu semua hanya karna Gauri yang menyuruhnya meminta maaf dengan Almira meski Gauri tidak gamblang berkata namun Elang cukup yakin jika Gauri mau kedua orang tuanya bersatu entah hanya pemikiran Elang saja ataukah benar adanya.
menghela nafas dengan kasar, berdebat dengan Almira akan kalah juga meski memang kenyataan yang diucapkan.
bukankah seharusnya ia memperbaiki hubungan dengan Almira jika ingin meyakinkan Almira?
" oke, aku salah dan aku minta maaf, sekarang apa yang harus dilakukan supaya kamu dan aku bisa berdampingan?"
" jauhin aku dan jangan temuin aku, kalo kamu mau merawat Gauri, kamu bisa menemuinya langsung dan mengajaknya jika memang menginap aku tidak masalah, namun jangan paksa dia karna Gauri bukan type orang yang mau dipaksa sama kaya kamu."
" enggak bagaimana dengan anak yang didalam kandungan kamu?"
" aku yang akan rawat dengan kedua tanganku bersama anak sulungku Gauri."
sekarang ini lebih baik menjalankan kembali kendaraan ia akan meminta tolong pada ayah mamahnya, Almira selalu luluh jika ayahnya yang berkata.
ah sudah lah, tekadnya harus tertuju menikah dengan Almira dalam waktu tiga hari lagi.
.
plakkkk.
tamparan keras diberikan oleh Tedy Daniswara kepada anak tunggalnya.
sesampai mengantar Almira ke apartement dan menelpon supir pribadinya untuk menjemput dirinya, ia melajukan diri menuju pondok indah dimana orang tuanya berada.
__ADS_1
ia menjelaskan kronologi ketika dirinya datang ke Anyer bahkan berbohong pada kedua orang tuanya dengan berkata dirinya ke Bandung dan meniduri mantan istrinya agar bisa hamil dan menikah justru dirinya disalahkan dan mendapatkan pukulan serta tamparan namun Elang tidak membalas ataupun menjawab.
ia hanya bagai sapi yang di cucuk hidungnya menuruti kemauan sang ayah karna memang ia butuh dukungan darinya dan salah satunya membiarkan apapun yang mau dilakukan sang ayah.
" bodoh, tolol kamu, benar gak sih kamu keturunan Daniswara? kok kayanya enggak cocok kamu jadi keturunanku? apa dulu anakku tertukar dengan seseorang hingga aku mendapat anak yang tidak mampu berpikir panjang? harusnya kamu meminta baik baik dan meluluhkan Almira bukan memberikan luka baru Elang."
" tapi niat aku agar cepat aku menikah makanya aku menghamilinya."
" Gauri?"
" dia enggak tahu Almira juga enggak akan bilang soal masalah ini ke anaknya."
" Almira itu benar ia tidak mudah percaya sama kamu kalo kamu yang notabennya baru aja putus sama Desi sembilan tahun tiba tiba berubah haluan sama Almira yang notabennya membenci dia hingga bahkan kamu rella mempermalukannya ayah rasa Almira benar semua dan kamu yang egois."
" terus aku mesti gimana ayah? aku udah frustasi dan enggak bisa pikir panjang, yang aku mau Gauri dan anak didalam kandungannya aku rawat, selain mengurangi rasa bersalah sama Gauri, aku juga mungkin... sudah jatuh cinta dengan Almira."
Tedy menghampiri Elang, " apa karna dia sudau berubah menjadi Dewi ditambah kekuasaan nya melebihi mu? apa itu namanya bukan obsesi?"
" terserah ayah mau bilang apa, ayah bisa pegang ucapanku setelah aku menikah dengan Almira bahkan aku sudah membeli rumah sebulan lalu karna aku yakin rencanaku berhasil."
" see... liat semuanya yang ada kau menghancurkannya, okeh karna tujuan kamu sejalan dengan ayah, ayah bakal bantu tapi tidak janji ini berhasil setidaknya perubahan ketololan kamu kali ini patut ayah bantu, ingat ayah bakal pegang ucapan kamu itu soal hidup dengan Almira setelah menikah jika tidak, selain aku coret dari daftar KK, kamu juga kehilangan perusahaan karna kamu sudah memiliki anak dan aku pastikan semua aku berikan pada Almira selaku kuasa." berbinar lah wajah Elang yang sedikit lebam akibat pukulan dan tamparan keras dari ayahnya tidak masalah setidaknya ia mendapat bala bantuan dari ayahnya ia yakin Almira mau menikahinya cepat atau lambat.
tobe continue.
gimana genks menurut kalian, apa sih yang kalian lakukan jika posisi kalian sebagai Almira dan Elang? kalian akan melakukan hal apa? aku rasa cerita ini agak berat konfliknya jadi kalian bersabar aja.
vote aku tunggu vote dan like komen kalian makasih semua.
__ADS_1
dari penggemarnya Kim Taehyung aja V BTS (kemaren ada yang protes aku nulis penggemarnya Kim Taehyung dan V BTS katanya sama aja Thor hahahhaha."
💜💜💜💜💜💜💜