
" aku mau bicara sama kamu."
Almira terkejut jika Elang ternyata menghampirinya ia belum membaca balasan pesan dari ponselnya tadi.
" maaf aku enggak baca
" aku tahu, kau sudah pesan?" Elang tahu dari centang pada pesannya masih belum terbaca.
" sudah, jika mau bicara aku mohon biarkan aku makan dahulu."
" oke." Elang paham mungkin sekarang Almira cukup lapar dan lagipula ia tidak mau bertindak menyakiti Almira, niatnya mau rujuk dan Elang yakin jika Almira masih menyukainya terbukti dia belum menikah lagi hingga kini.
makanan datang, keduanya makan dalam hening dan fokus pada milik masing masing, elang masih mencoba menyusun kata agar dapat berhasil bisa dibilang elang yakin delapan puluh persen jika ajakan rujuk akan mudah dan diterima.
" oke,.langsung saja aku mau kita menikah aku sudah selesai dengan Desi." kaget tentu saja mereka pacaran sembilan tahun dan hanya hitungan hari mereka menyelesaikannya.
" kau memang penjahat wanita Elang." sinis Almira namun Elang nampak cuek saja.
" kau tidak tahu, aku bahkan selama sembilan tahun tidak pernah menyentuhnya lebih selain memeluknya."
" oh iya? lalu jika kau berhasrat dengan siapa?"
" melakukan sendiri akan lebih higenis daripada menyewa ****** diluar sana."
" Desi mu pasti sangat sakit."
" dia bahagia, dia akan menikah tenang saja."
" wah selamat untuk kalian."
" tapi bukan denganku, dia menikah dengan orang lain."
" apa dia selingkuh di belakangmu?"
" entahlah." Elang nampak acuh jika diingat dulu atau beberapa hari lalu setelah Gauri dan Almira datang, Elang begitu membela dan menyanjung Desi nya itu kini ia kaget bagaimana ia nampak acuh apakah ini permainan dari Elang?
" aku kesini mau rujuk sama kamu, membangun kembali rumah tangga denganmu aku pastikan perlakuan yang dulu aku kasih ke kamu tidak akan aku ulangi, aku mau menua bersamamu, suka duka aku mau bersamamu dan aku akan menjadi ayah yang baik bagi Gauri maupun anak anak kita kelak."
percaya diri sekali orang ini, apa ia sudah bilang akan menerima pinangannya,namun Almira takjub seorang Elang mampu berkata manis seperti ini pantas saja Desi tidak mau meninggalkannya.
" sudah,?"
__ADS_1
" jadi jawabanmu?"
" tidak." bagai petir disiang hari, Elang tidak menyangka dirinya ditolak seorang Almira Sharman, mungkinkah ini karma untuknya?
" jangan gila kau bercanda kan?"
" aku bahkan lupa artinya bercanda Elang.
" lalu apa alasanmu?"
" alasanku? simple aku tidak mau jatuh ke jurang yang sama dan kau tahu, aku pun tidak berminat menjalin rumah tangga denganmu lagi bagiku, mencari yang baru akan jauh lebih baik, bahkan seorang perjaka saja sudah ada yang mendaftar denganku betapa hebatnya bukan pesona seorang Almira Sharman?"
rahang Elang mengeras, dirinya dipermainkan oleh anak dan ibu, ia hanya ingin mengikuti kemauan Gauri yang sepertinya menginginkan keluarganya kembali utuh itu spekulasi yang digagas Elang dari pembicaraan kemarin malam oleh sang anak.
namun nyatanya dirinya ditolak.
" kau bercanda kan? ayolah jangan mempersulit, aku akan berikan apapun bahkan kekayaan dan perusahaanku bisa aku berikan untukmu." Almira tertawa dan menggeleng ia kira Almira yang sekarang seorang yang miskin?
" jika kamu lupa, perusahaanku jauh lebih besar dan lebih pesat daripada perusahaan mu."
Elang kembali tersulut emosi, dirinya dipermainkan.
" kau berani beraninya menolaknya, aku pastikan kau akan menjadi milikku, jika cara halus kau menolak, maka cara lain akan aku lakukan termasuk dengan cara kotor." Elang berubah menjadi iblis ia begitu terobsesi dengan sang mantan istri.
kembali ke kantor, sebuah undangan pesta ulang tahun perusahaan disebuah hotel besar berada di mejanya, ia yakin Aline yang memberikannya karna hanya Aline lah yang ia berikan akses masuk ke ruangan tatkala dirinya sedang tidak ada.
membaca, semua perusahaan besar turut diundang, acaranya malam Sabtu artinya pulang kerja, ia harus bergegas ke salon dan mencari gaun malam.
Gauri tidak akan ia ajak, acara genre dewasa sudah tentu tidak luput dari minuman berkelas seperti wine dan Almira tidak mau merusak anaknya.
melanjutkan pekerjaan hingga jam menunjukan pukul tujuh malam.
sedang Elang, memandang undangan pesta ulang tahun perusahaan Toshaba disebuah hotel berbintang, senyum iblis menyeringai ia sedang memikirkan apa saja yang akan dilakukan untuk menjebak seorang Almira Sharman yang angkuh itu.
" jika secara halus kau menolak, aku pastikan ini akan berhasil karna kau yang mengajarkan aku cara ini." menangkup kedua tangannya dan menatap ke arah depan ia akan gunakan kesempatan ini sebaik baiknya.
.
pesta dimulai, semua kolega sudah hadir di red carpet yang disediakan pihak penyelenggara bak ajang penghargaan kelas menengah dunia , maklum saja pebisnis luar biasa di Indonesia semua turut hadir dari mulai perusahaan ElGi, Tampansonik, Monda, Yamaga, sampai tokoh pengusaha terkenal seperti Rudi Salimin, Harry Tannasidibyo maupun Chairil Tambun sudah nampak hadir.
semua terpana melihat kedatangan Almira Sharman, si pengusaha papan atas sekelas Ciputri grup datang sendiri, mereka memang tahu ia mantan istri dari Elang Daniswara, pengusaha dari Daniswara Grup hanya saja tidak menyangka jika belum ada yang mampu menggeser status jandanya itu.
__ADS_1
Almira datang dengan senyum lebar, ia tahu Elang sudah datang dengan Johan sang sekertaris.
" bagaimana Bu Almira, sepertinya anda begitu menikmati kesendirian?"
" iya karena bagi saya, sendiri bukan berarti terpuruk namun sendiri berarti mampu bertahan." senyumannya membuat semua para pengusaha yang membentuk perkumpulan nampak tertawa namun elang nampak menajamkan telinganya apa saja yang dibicarakan.
" saatnya beraksi sayangku." senyum menyeringai timbul dari wajah Elang Daniswara, ia menyuruh membagikan pelayan minuman karena kebetulan Almira belum meminum minuman itu.
Almira belum minum lantaran hanya ada wine dan ia tidak mau, Elang tahu Almira tidak minum wine makanya ia memberi pelayanan segelas koktail yang sudah ia racik sedemikian rupa.
" pastikan ia mengambilnya." dan dianggukan pelayan.
" nona, ini coctail free alcohol hanya ada perasan jeruk dan soda hingga membuat segar." Almira mengambilnya dan mengucap terimakasih.
melihat ke sisi kanan dan kiri ia tidak menemukan Elang mungkin sudah pulang.
di menit ke lima, Almira merasakan pusing yang sangat luar biasa akibat minuman itu kepalanya pening dan tidak ada orang disekitar ya.
pandangan nya kabur dan gelap namun badannya ditangkap seorang pria yang langsung berlari menghampirinya.
.
matanya berat, Almira mencoba membuka matanya namun ini bukan kamarnya dimana ia semalam? apa ia belum pulang ke apartement?
" kau sudah bangun sayang." suara bariton berat itu ia kenal, menoleh ke arah sumber suara ternyata dia adalah pria yang sedari kemarin mengganggunya dengan hanya menggunakan handuk dibawah pinggang dan keadaan telanjang dada.
" kau... apa yang kau lakukan?"
" lihatlah dirimu."
Almira melihat tubuhnya terbalut selimut tebal dan keadaan polos tanpa benang sehelai pun ia melihat bagian dadanya yang terekspos banyak tanda kepemilikan.
" kau... kurang ajar sekali kau apa yang kau lakukan padaku Elang Daniswara?"
tobe continue
udah ah besok lagi updatenya ya tiba tiba otak gacor banget mau nulis sampe dua bab hari ini aku kasih.
ini Selasa, mana vote dan likenya? aku tunggu
dari pecinta Kim Taehyung dan V BTS.💜💜
__ADS_1