Belenggu Sang Mantan

Belenggu Sang Mantan
BSM : Episode 23


__ADS_3

flashback on


Elang melihat Almira sedang meminum minuman yang diraciknya, tak berselang lama, tubuhnya terhuyung dan elang segera menghampiri Almira.


" kau tidak apa apa?"


" kau menyingkir lah aku baik baik saja."


aish keras kepala sekali sudah lemah begitu juga.


" benar kau tidak apa apa?" namun bukannya jawaban justru Almira pingsan.


berhubung semua kolega nampak sibuk dengan acara mereka sendiri, elang membopong Almira dengan berdiri.


keduanya menjadi tontonan seketika, " maaf Almira tidak biasa minum wine makanya dia mabuk." semua orang nampak mengerti dan alasan konyol elang diterima.


ia keluar gedung dan menggendong Almira ala bridal style mengingat sudah tidak ada siapapun.


memilih naik ke lantai atas, kamar yang sudah ia sewa dan masuk kedalam.


" aku dimana?" setengah sadar namun elang tidak hilang akal " kau aku bawa kehotel, minum lah ini." Elang menyerahkan satu tablet obat dan air putih.


Almira bertanya " obat apa ini?"


" hanya Paracetamol biasa." dusta Elang tidak tahu saja jika itu adalah obat perangs*ng yang ia berikan.


sejujurnya, coctail yang diminum Almira hanyalah obat tidur biasa dengan kadar menengah, namun notabennya Almira yang tak pernah kecanduan dengan obat tidur makanya berdampak cepat pada tubuh Almira.


Almira kembali tertidur dan elang menelisik wajah Almira yang tertidur " entahlah sejak kapan aku menjadi terobsesi denganmu hingga berbuat konyol dengan menjebakmu seperti ini," Elang mencium bibir Almira dan nampaknya sang adik kecil mulai berontak.


pucuk dicinta ulam pun tiba, Almira terbangun dan merasakan sensasi panas dalam tubuhnya.


" aku kenapa?" Almira menggosok area leher dan tangan bak kepanasan.


sedang Elang yang sudah tahu efek obat sialan itu mendekat " kau kenapa?"


suara Elang pun sudah berat menahan hasrat terlebih Almira mencoba menanggalkan gaunnya.


dengan sigap, elang duduk dan menatap mata Almira, dengan senang Almira menatap wajah Elang dengan gairah dan sendu, dengan cepat Elang mencium dan ******* bibir ranum Almira yang dibalut liptint merah itu.


Almira berharap lebih, sudah lama ia tidak mendapatkan sentuhan luar biasa, elang yang paham dan sudah on fire pun langsung melakukannya dari lembut hingga panas.


pertempuran keduanya yang sama sama merindu entah akibat efek obat ataupun karna sudah lama tak merasakan indah dunia, keduanya nampak sama sama menikmati dan menyebut nama kedua masing masing hingga pukul tiga dini hari, keduanya ambruk dan tertidur.


flashback off.

__ADS_1


Elang duduk didepan Almira yang masih mematung, ia berkata " kau memang ditakdirkan bersamaku sayang."


" kau gila, kau menjebakku."


" anggap saja kita seimbang."


" apa tujuanmu sebenarnya?"


" simple, menikah denganmu jika dengan begini kau bisa menjadi milikku bahkan mendapat Gauri selanjutnya, aku tidak masalah."


plakkkk


" kau penjahat."


menangkup dagu indahnya dan menatapnya dengan tajam elang berkata " jika kau mau aku ajak secara baik baik, maka aku tidak akan berbuat seperti ini."


" tapi bukan dengan cara begini, yang ada aku semakin membencimu."


Elang hanya memandang remeh kearah Almira " aku doakan semoga saja penerus Daniswara yang baru, akan tumbuh di rahim mu." memegang perut rata Almira yang masih polos dan bangkit dari duduknya " bersiaplah, apa kau tidak merindukan Gauri?"


Almira melupakan anaknya itu " astaga anakku kenapa__" ucapannya langsung disanggah Elang saat melihat Almira bangkit menuju kamar mandi karna kesulitan ia membawa selimut tebal hotel " tidak usah panik, semalam aku meminta mamah dan ayah menjemput Gauri, karna aku bilang kita ada pertemuan bisnis di luar kota dan akan kembali malam nanti, ini sudah jam sepuluh jam satu nanti kita harus cek out." Almira berhenti dan menghampiri elang yang menatap Almira juga " bahkan kau sudah sangat mempersiapkan nya jika begitu keadaannya."


" memang, aku sudah beberapa hari mempersiapkannya ah lebih tepatnya saat undangan acara ini datang ke kantorku."


" *****."


elang berpaling, ia pria normal yang akan bangkit ketika melihat benda itu " bergegaslah ke kamar mandi atau, kau mau penutupan dulu dengan bermain dua ronde."


wajah Almira seketika memerah dan melihat keadaannya kacau, segera ia pergi ke kamar mandi secepatnya dan mandi di guyuran shower air dingin, pupus sudah harapan yang ingin ia gapai, terlepas dari sang mantan yang justru membuat dirinya terjebak.


tidak menyangka jika seorang Elang Daniswara melakukan hal licik begitu dengannya.


jika ia tahan dengan Desi, kenapa dengannya tidak tahan? apa ia sudah mencintai dirinya atau hanya sekedar ambisi agar ia bisa merawat Gauri?


kemungkinan ia hamil masih lima puluh persen dan Almira berharap semoga tidak mengandung kembali.


.


Almira keluar dengan handuk kimono dan rambut dibalut handuk, ia melihat gaunnya sudah tak berbentuk.


" apa yang kau lakukan pada gaunku? itu gaun baru aku beli."


" Almira sayang, kau tidak akan bangkrut hanya kehilangan gaun itu bukan?" Elang menggodanya wajah Almira memerah biar bagaimanapun ia juga wanita yang akan tersipu jika di goda, namun ia memalingkan wajah hanya saja Elang menangkapnya justru tertawa.


Elang benar benar seperti pria dewasa yang baru merasakan falling in love.

__ADS_1


" jadi aku harus pakai apa?"


Elang mengambil paper bag di sofa " pakai ini " dilihat Almira ada baju lengan pendek namun dengan leher tinggi dan sebuah celana kulot panjang tak lupa dalaman untuknya, Almira membentuk wajah bertanya, sadar akan itu emang pun menjelaskan " itu pakaian baru aku pesan dari Johan jadi masih baru bukan baju bekas."


" kau bahkan benar benar mempersiapkannya."


" aku sengaja merobek gaun mu itu, lihat lah belahan dada dan punggungnya terekspos aku tidak rella berbagi itu pada yang lain."


" really."


" sure, ganti baju dan cepat aku lapar belom sarapan, nutrisiku sudah terkuras akibat malam tadi." akmita kembali merona sial wajahnya tidak bisa diajak kerjasama.


sedang Elang memilih melihat pemandangan di balkon, dekat sini ada pantai ia akan mengajak Almira kesana semoga saja dia mau.


selesai, keduanya makan siang di restoran lantai bawah dalam hening mereka makan, Elang mencoba mengajak ke pantai.


" karena aku bilang pada Gauri akan pulang malam, kita ke pantai dulu ya cari sesuatu juta buat Gauri."


" terserah." moodnya benar benar hancur, dirinya merasa dipermainkan oleh Elang sekarang ia hanya menunggu waktu apakah dirinya hamil atau tidak karna jika iya, tujuan Elang benar benar terwujud.


selesai makan, keduanya masuk mobil untuk ke pantai, ponsel Almira berdering anaknya yang telpon.


" sayang.."


" mamah kenapa enggak bilang enggak pulang." Almira menengok ke Elang meminta bantuan menjelaskan dan elang mengerti " kliennya datang malam jadi kalo maksa pulang bakal bahaya nanti malam janji pulang bawa hadiah." Elang membantu menjelaskan dan Gauri menjawab.


" yaudah disini lagi rame ada banyak sepupuh papah."


papah? sejak kapan Gauri mau memanggil Elang papah?


" yaudah Gauri mau dibawain apa?"


" cinammon rolls yang banyak."


" itu aja?"


" jajanan yang banyak, sepupunya disini asik banget ajak aku main."


" oke.. noted."


" hati hati mah ada yang balikan." Almira tersendak liurnya sendiri sial maksudnya apa anaknya menyindir dirinya?


" maksudnya?"


" sampai ketemu." telpon diputus sepihak Gauri sedang Almira nampak bingung dengan ucapan Gauri " dia kok ngomongnya gitu.?"

__ADS_1


tobe continue.


__ADS_2