
" so, jadi keputusan elo gimana? mau nikah sama itu gigolo baru elo apa elo mau rawat anak elo sendiri?"
Almira kesal dengan Adelia, ia ingin minta saran malah ia balik bertanya, " justru itulah fungsi gw ngajak elo ketemu."
Adelia tertawa temannya sedang mood kacau ditambah fakta mengejutkan jika seorang Almira hamil anak sang mantan suami menggelikan, " oke, gw cuma mau tanya, sadar gak elo hidup Gauri itu terlalu keras sehingga dia dewasa bukan pada umurnya? yah mungkin saat Gauri terlahir sifat kedua orang tuanya egois nah disini Elang lah yang nampak sedang elo, mencoba bertahan dengan Gauri yang ada didalam perut elo itu, nah kasusnya adalah sama hanya bedanya kalo sekarang elo yang egois lantaran Elang sebagai pemberi kecebong di rahim elo itu mau bertanggung jawab sedang elo menolak nya itu sama aja kaya elo menciptakan Gauri kedua, dan gw yakin sifat keduanya enggak jauh berbeda, apa elo mau? mungkin yang dibilang sama mertua elo itu bener kalo Gauri sebenarnya butuh figur sang ayah hanya saja dipendam karna enggak mau bikin elo terbebani." Adelia meminum machiato miliknya sedang Almira nampak berpikir benarkah dirinya egois jika tidak mau dinikahkan dengan Elang? namun rasa sakitnya masih sangat membekas dimasa lalu.
" elo bisa minta adaptasi sama Elang soal menerima dia secara perlahan, gw yakin Elang mau dan itu bisa dijadikan ajang sama Elang buat mendekatkan diri sama Gauri yang udah terlalu jauh."
benar perkataan Adelia, padahal dirinya belum menikah namun bisa bersikap dewasa begini. Adelia type orang yang cinta kebebasan namun bukan berarti dirinya tidak butuh partner ranjang, ia memilih menyewa gigolo diluar sana daripada harus menerima komitmen suatu hubungan yang rumit seperti sahabatnya Almira.
diusianya menginjak 33 tahun, Adelia masih memilih sendiri dan orang tuanya yang notabennya mencintai kebebasan putrinya tidak masalah apalagi keduanya berasal dari luar negeri tidak masalah baginya.
" oke. gw mau nikah sama Elang, tapi gw mau kasih dia syarat."
" ya bebas sekalian aja buat perjanjian pra nikah, bikin dia miskin kalo elo emang enggak mau diselingkuhin lagi." ya perkataan Adelia ada benarnya, ia memang masih belum bisa move on dari Elang namun rasa bencinya mendominasi.
ia akan berbicara dengan Gauri untuk kelanjutan kisahnya sebelum dirinya bertemu ayah Elang besok hari.
sedang dipondok indah, tepatnya di rumah keluarga Daniswara, elang nampak gusar ayahnya belum kembali.
hari ini, setelah meminta bantuan pada sang ayah memilih bekerja secata wfh berhubung tidak ada pertemuan yang berarti, buat Johan yang menghandel semua pekerjaan di kantor.
__ADS_1
Tedy kembali, wajah ya nampak pias, rasa nya lelah berhubung usia sudah memasuki kepala enam.
ia menyenderkan diri di sofa sang istri menyambutnya.
" ayah, gimana soal Almira berhasil?" Mayang dan Elang sama sama mengajukan pertanyaan yang sama memang jahat keduanya tidak menanyakan keadaan dirinya yang sudah tua dan lelah.
" kita tunggu besok, kamu siapin satu Minggu lagi berkas pernikahannya jangan dua hari lagi."
" kenapa mesti lama ayah?" protes Elang pada sang ayah.
tuk.... jitakan kepala dihadiahi oleh Tedy untuk sang anak. " pikirin Gauri jangan egois."
malam menjelang, Almira sudah mandi, dirinya sesekali mual mencium aroma shampo, mungkin esok ia harus ganti shampo baru.
melihat Gauri sudah anteng di kursi meja makan, Almira menghampirinya.
" yang, gimana hari ini?"
" no for special."
" ah oke makan lah dulu, mamah ingin bicara sama kamu." keduanya makan dengan hening, dua puluh menit selesai, Almira membuka suaranya.
__ADS_1
" mamah mau rujuk sama papahmu, demi kebaikan kamu, apa kamu merestuinya?"
" jadi itu papah berbobot yang dikasih ke aku pada akhir nya mah."
jika tidak terpaksa, mamah juga enggan untuk kembali.
" mamah pastikan papah kamu akan jaug berbobot."
" let's se...."
" so??"
" apalagi, itu hidup mamah bukan hidupku aku hanya mengikuti sebagai anak." Gauri pergi meninggalkan meja makan dirinya sebetulnya senang namun lebih banyak kecewanya pada akhirnya sang pemberi luka lah yang di berikan mamahnya, bukan pria berbobot yang selalu di suarakan dirinya.
beda lagi dengan Almira, dirinya tahu jika Gauri kecewa hanya saja sudahlah lebih baik ia menerima sang mantan suami, ia masih jngat betul bagaimana kata kata Adelia yang menggema ditelinganya.
percakapan dirinya dengan sahabat masih terngiang dan ia ingat betul benar yang dikatakan Adelia jika ia tidak menerima elang, bisa saja anaknya kelak tidak mau menikah dengan pria dan tugas ya adalah mendidik Elang menjadi pria bertanggung jawab.
tobe continue.
dari penggemar berat Kim Taehyung aka V BTS 💜💜💜
__ADS_1