Belenggu Sang Mantan

Belenggu Sang Mantan
BSM : Episode 34


__ADS_3

Almira merutuki suaminya yang berani membohonginya.


ia sudah mulai percaya dengan perubahan bahkan sikap manis Elang terhadapnya namun sialnya ia malah berbuat diluar toleransi.


pesan tersebut masih ia lihat, tangannya meremas jika sudah begini ia akan buat perhitungan.


" mamah are u okay?" dan dengan senyum yang dibuat ia menganggukan kepala, " fine sayang."


" Oma nyuruh aku nginep selama satu Minggu disana, dia mau antar jemput aku, boleh?


" kamu mau? mama enggak keberatan sayang."


" mama engga apa apa aku tinggal lama? janji deh ini yang terakhir sebelum bantu mama urus Dede bayi."


" oke kalo kamu mau lama juga enggak apa apa." Almira sangat bersyukur perubahan pada Gauri yang membuatnya senang dengan mau berinteraksi dengan orang lain dan keluarga sendiri.


jika diingat, Gauri memang type orang yang tak mudah dekat dengan orang dan bersyukur orang tua Elang tak patah arang mendekati dirinya pada cucunya.


sebagai bentuk permohonan maaf dimasa lalu tidak hadir karena perceraian kedua orang tuanya.


selama perjalanan, ponsel Almira berdering. beruntung mode dalam keadaan silent.


ia sudah sampai dan masuk ke gedung, yang melihat kedatangan Almira menunduk hormat tidak menyangka bumil cantik ini datang ke gedung.


" selamat pagi Bu." dan senyum juga anggukan ia pancarkan untuk semua karyawan yang ada disini.


menaiki gedung tertinggi, ia masuk keruangan ya namun ketika Gauri sudah masuk keruangan ya, Almira dikejutkan dengan kehadiran Aline.


" bu perlu sesuatu?"


" ya ada beberapa berkas yang perlu saya ambil."


" perlu bantuan Bu?"


" kalo ada nanti saya kabari."


" baik Bu, emm tadi pak Elang menelpon."


kan dia sudah kalang kabut, " ngapain?"


" nanyain ibu ada disini ga? tapi saya jawab enggak karena ibu baru tiba."


" kalau begitu jika ia menelpon lagi, bilang sama dia kalau saya tidak kesini." Aline bingung dengan jawaban sang atasan namun sebisa mungkin ia hanya mengganggukan kepala tanda paham.


" baik Bu."


Almira melenggang ke dalam dan sejenak beristirahat, tubuhnya sudah sangat lelah namun masih bisa menikmati peran ganda.


" mah, aku kedalam ya mau coba seragamnya."


" oke."

__ADS_1


Almira mengerjakan beberapa pekerjaan dahulu ia terlalu malas untuk kembali.


saat Elang masih menunggu Desi di UGD, ia melihat ponselnya bergetar terus menerus.


" Johan, ya Johan."


" bapak dimana? klien kita sudah menunggu."


" oke, kamu tolong hubungi Keenan suami dari Desi bilang istrinya kecelakaan."


" baik pak." menunggu sebentar ia menghubungi suster jika administrasi sudah ia selesaikan namun harus bergegas pergi ke kantor.


ternyata, Desi Dimata matai oleh Keenan entah mengapa dirinya masih belum percaya dengan Desi sepenuhnya mungkin jika dipersentasikan hanya dua puluh persen kepercayaannya pada Desi.


meski Desi sudah melahirkan seorang putra untuknya.


ya Desi memang belum lama ini melahirkan seorang putra hasil dari satu malamnya dengan Desi karena Keenan belum pernah menyentuh Desi lagi hingga ia melahirkan alasannya, Desi dan Keenan belum ada tumbuh rasa cinta.


hanya saja, Desi tidak tahu jika Keenan menginginkan gadis itu namun mengingat ia sudah merenggut kesuciannya meski tidak memaksa, rasa bersalahnya terus menghantui ditambah hubungan Desi dan Elang kandas meski itu bukan ulahnya.


baik sekali bukan Keenan itu.


sebagai seorang lelaki, tentu ia memiliki kekurangan yaitu ia tidak bisa menahan hasrat maka memilih bermain dihotel dengan wanita bayaran dan Desi tidak tahu sama sekali.


keterbukaan diantara keduanya belum ada.


mata mata Keenan mengirim sebuah video dimana Desi keluar rumah lantaran ia ingin membeli keperluan pribadinya seperti pembalut karena ia sangat malu ketika meminta tolong maid membelikan barang pribadi satu itu makanya ia keluar rumah.


brakk


Desi tersungkur ke sisi jalan namun karena kaget, ia pingsan dan keningnya terbentur namun tidak parah.


awalnya Keenan ingin menghampiri Desi lantaran mata mata Keenan berkata akan sangat bahaya jika ia menolongnya, namun betapa kagetnya tiba tiba Elang datang dari kerumunan orang banyak menghampiri istrinya dan spekulasi pun terbentuk dari diri Keenan jika Desi keluar untuk bertemu dengan mantannya.


maka dari itu, ia mengirim gambar potongan video saat Elang menggendong Desi ke mobilnya.


kesempatan membalas Elang saat pernikahannya kala itu.


senyum iblis nampak terukir saat ia menekan tombol kirim ketika membuka aplikasi hijau dan menampilkan nama


Almira Sharman.


ia yakin tidak lama lagi Elang akan mendapatkan hadiahnya.


Keenan mendapatkan telpon dari Johan, asisten Elang jika istrinya ditemukan di jalan dalam kondisi tabrak lari, ia tahu dan tetap datang ke rumah sakit namun tidak menemukan Elang, hanya suster yang menjawab.


" yang menolong sudah melunasi administrasi dan pergi meninggalkan pesan jika suaminya sudah dihubungi dan akan datang beberapa waktu lagi." begitu penuturan suster.


percaya? tentu tidak ia tidak yakin atas apa yang dibilang Elang, ia akan mendengar penuturan istrinya nanti kebenarannya.


" kamu udah siuman?" tanya dingin Keenan pada sang istri.

__ADS_1


" makasih udah bawa aku kerumah sakit, tapi kok kamu tahu aku kecelakaan, bukannya kamu pamit kerja?"


loh kok begini.


" kamu enggak tahu siapa yang bawa kamu ke sini?"


ya enggaklah orang lagi pingsan.


" enggak, bukannya kamu yang bawa kemari?"


bukan, bukan aku, " apa kamu keluar ada janji dengan seseorang?"


" bukan, aku mau beli pembalut karena stok habis, aku enggak enak minta tolong maid beli perlengkapan pribadi, terakhir aku jalan keluar sebelum melahirkan dua bulan lalu.


jadi Keenan salah sangka?


" benar kau tidak janjian dengan Elang?"


" Elang? kamu ngaco aku terakhir ketemu dia pas nikahan kita udah itu, aku udah enggak ketemu lagi sama dia." Desi berkata sungguh dan Keenan percaya lantaran mata matanya berkata hal yang sama.


haruskah ia merasa bersalah dan bertanggung jawab? apakah Elang sudah menikmati hadiah darinya? biarkan saja ia sedikit egois, setidaknya mungkin jika perlu ia akan meluruskan nya tapi ia ingin Elang menikmati hadiahnya dahulu.


sedang Elang sedang risau, telponnya tidak diangkat sama sekali oleh Almira lantaran ia tidak mengangkat telponnya yang sudah berulang kali, terlalu fokus mengantar ke rumah sakit membuat ia tidak ingat ponselnya bergetar ditambah tidak adanya nada dering.


ia bergegas ke kantor sebentar dan langsung pergi menuju sekolah Gauri namun, Almira sudah pergi sejak setengah jam yang lalu, ia menelpon pihak Ciputri grup namun nihil tidak ada dia disana.


" mungkin dipondok indah." namun sial tidak ada juga dan harapan terakhir adalah dirumah dan lagi lagi tidak ada.


ia risau, akhirnya melangkahkan kaki ke apartemen Almira, ia menekan bel namun tetangga unitnya bilang tidak ada orang didalam sejak sembilan bulan lalu hanya sesekali pihak apartemen membersihkan unit yang memang sudah disewa Almira agar terawat.


lalu dimana Almira? mungkinkah Almira marah padanya? namun kenapa? ia bahkan tidak melakukannya kesalahan sepertinya.


tobe continue.


hai hai im comeback, nih aku kasih part tambahan hari ini siapa yang gemes sama :


Almira


Elang


Gauri


Keenan


Desi?


kasih tau ya alasannya kenapa kalian gemes dan satu lagi nih, aku mulai semangat karena pihak NT udah kasih aku cover baru yeeaayy senengnya, sekarang tinggal dari kalian aja kasih like , komen atau vote atau kembang gitu biar eyke semangat yuhuuuu....


udah ah cuap cuap ya eyke mau hibernasi dulu kalo gitu okay see you..


dari pecinta Kim Taehyung aka V BTS 💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2