
Elang merasa kacau, ia kembali menghubungi Yudha untuk sekedar sharing, keadaan semuanya kacau apalagi Desi yang berniat untuk menggodanya agar ia menjadi miliknya.
jujur ia juga merasa bersalah pada Desi, hanya saja jika mengingat penolakan dan pengusiran Gauri terhadap dirinya justru membawa luka.
menyesal dahulu berkata jika ia tidak mau bertanggung jawab dengan yang terjadi pada Almira namun ia juga menyalahkan wanita egois itu, karna ke serakahan dirinya, Gauri menjadi korban.
masuk ruang VIP, memilih menyesap wine yang tersedia ia melihat Yudha datang.
" kenapa? ga dikasih jatah Ama Desi?"
" bangsat Lo, gw jaga dia sembilan tahun sampai nunggu halal takut dosa gw."
Yudha tertawa lebar " masih inget dosa? minum ini bukannya haram ya."
sial Yudha membuat moodnya tambah kacau.
" udah lah jangan nambah mood gw gaenak, gw kesini mau nenangin diri." Elang frustrasi dan Yudha hanya tertawa melihat betapa kacaunya Elang.
" oke. jadi si Desi ngapain?"
" dia mau nyerahin badannya ke gw karna dia takut gw balik ke Almira."
" kenapa dia berpikir kaya gitu?"
" entah lah, mungkin karena gw beberapa hari ini enggak ngabarin dia."
" ah coba elo kenapa sih?"
Elang merasa semua terlalu rumit, pikirannya berkecamuk kepada seorang anak yang bernama Gauri Sharman karena sejujurnya ia amat mencintai Desi namun kata kata Gauri yang meminta meninggalkan Desi terus saja berputar.
" gw belum dapet maaf dari Gauri, kemaren gw datengin ke apartemen Almira sedikit bicara sama Gauri dan dia bilang, dia bakal maafin gw asal kan tinggalin Desi." Yudha terkejut dan penasaran seperti apa Gauri tsb, ia akan mencoba bertemu dengan sosok Gauri tsb mungkin bisa menemui Almira, sedikit ia tahu lantaran Almira kenal dengannya.
" so jadi elo maunya gimana? ini kan hasil perbuatan elo sendiri bukan? siapa yang dulu nolak akan hadirnya sang penerus Daniswara, Almira juga balik ke indo bukan ngemis minta pertanggung jawaban lagipula elo bisa nyetak Gauri setelah nikah sama Desi dan satu lagi, Almira juga belom tentu mengijinkan elo ngerawat Gauri setelah apa yang elo lakuin ke dia. saran gw mending elo datengin Almira dan buat kesepakatan setelah itu, urus masalah elo sama Desi enaknya gimana jangan lupain Gauri elo butuh maaf dari dia."
ini rumit terlalu rumit untuk Elang namun yang dikatakan Yudha benar adanya karena Gauri dan Desi tidak mungkin bersatu seperti air dan minyak.
kini ia mantap akan menemui sang mantan istri untuk berkonsultasi dengannya dengan harapan tidak ada yang tersakiti meskipun itu tidak kan mungkin.
**********
Gauri masih memandang boneka besar yang diberikan Elang dan tatapannya hanya dia yang mengerti, Gauri memilih pergi ke kantor sang mamah agar tidak berpikir Elang.
meski kecerdasannya diatas rata rata, Gauri tetaplah seorang anak berusia delapan tahun yang menginginkan kedua orang tuanya bersatu layaknya pada umumnya.
hanya saja melihat perjuangan sang mamah mengurungkan niatnya untuk mengungkit perasaan sang mamah, baginya mamah adalah seseorang yang meski ia sayangi dengan tulus.
__ADS_1
sampailah Gauri di sebuah gedung Ciputri grup, dirinya memasuki gedung tinggi tersebut dengan datar, semua orang yang melihat kedatangan sang anak bos membungkuk hormat namun Gauri tidak perduli dengan tatapan itu.
wajah dingin yang mendominasi dari gen sang ayah.
bruuggghhh
ia tidak sengaja menabrak pria parubaya yang berada disini.
" maaf bapak enggak apa apa?"
sang pria parubaya membenarkan posisi tubuhnya dan belum melihat siapa yang menabraknya " saya baik baik saja."
" ada yang luka?" pria tersebut memandang siapa yang menabraknya terkejut bukan main
" wajah itu??" ia terus saja memandang sang gadis kecil yang amat mirip dengan putranya ketika kecil.
" hello are you okay?" melihat pria parubaya tersebut terdiam membuat Gauri membuyarkan lamunannya.
" jika tidak ada yang luka, saya permisi sekali lagi saya minta maaf." Gauri membungkuk tanda hormat, rasa empati dan hormatnya kepada yang lebih tua masih tertanam di diri Gauri.
sedang pria tua tersebut meneteskan air matanya, dia adalah Tedy Daniswara ayah dari Elang Daniswara yang ingin menemui Almira Sharman dan mencoba menemui sang cucu.
pantas saja jika Elang yakin Gauri anak biologisnya sungguh sangat mirip sekali antara Gauri dan Elang bahkan sikap acuh sang anak ketika kecil pun sama.
memilih menemui reception dan minta janji bertemu dengan Almira.
ternyata mamahnya sedang ada tamu.
" sayang, kok kesini enggak ada bilang?" mamahnya bangkit dari kursi dan memeluk dengan erat sedang sang pria nampak memperhatikan
" aku rasa mamah sedang sibuk memilah pria buat jadi ayah aku." keduanya kikuk mendengarkan ucapan anak kecil itu.
" ah enggak kita lagi bahas masalah kontrak kerjasama kamu ini."
" mam im tired."
" oke masuk ke kamar mamah akan selesaikan ini dahulu." Almira menunjukan berkas yang sedang diperiksa dengan pria tadi.
Gauri memilih ke kamar dan menonton tayangan berbayar di iPad yang ia selalu bawa.
" itu anakmu Almira?"
" yah,,,"
" mirip banget sama bapaknya meski kalian sudah berpisah namun kuasa Tuhan segalanya" Almira tersenyum ia tahu itu hanya saja memilih mengerjakan kembali kontrak kerjasama dengan Adiwilaga salah satu pengusaha yang mengembangkan sayapnya di dunia industri yang akan menggunakan jasa Ciputri grup untuk membangun perusahaan baru di daerah Purwakarta.
__ADS_1
" oke pak Adi sudah selesai kita bertemu dengan semua pihak dua hari lagi dan jangan lupa bawa team mu kemari atau aku saja yang kesana?"
" wanita seharusnya menanti saja tidak perlu repot-repot datang."
*dasar player sejati
" baiklah terimakasih*." Adiwilaga pergi sedang Almira nampak membereskan map dan beberapa berkas penting yang ia akan bagikan ke teamnya untuk dipelajari.
telpon berdering menandakan ada panggilan masuk.
" ya.."
"......"
" suruh mereka masuk." tidak lama sepasang suami istri parubaya yang masih Almira ingat datang dengan senyum mengembang.
" ayah,, mamah." Mayang dan Tedy memeluk Almira tidak menyangka jika keduanya hadir di kantor miliknya.
*flashback on
setelah bertemu dengan Almira dan memperlihatkan wajah Gauri, Tedy berbicara dengan sang istri.
" mah..."
" ada apa papah?" ucap Mayang yang masih menata makanan di meja makan dibantu maidnya.
" aku barusaja bertemu Almira."
" lalu kalian membicarakan apa?"
" aku sudah lihat anak Almira meski hanya dalam foto dan meminta bertemu." pergerakan Mayang terhenti merasa tertarik dengan jalan cerita sang suami.
" jadi benar itu anak Elang pah?"
" aku yakin jika dia anak Elang karena memang wajahnya amat sangat mirip dengan Elang kecil."
mata Mayang berbinar ia sudah memiliki seorang cucu.
" kita harus bertemu dengan Almira secepatnya pah."
" oke tunggu waktu yang tepat." Mayang begitu antusias ingin melihat anak Almira itu hingga beberapa hari ini Mayang terus saja bertanya mengenai pertemuannya dengan Almira.
untuk itu ia mewujudkan keinginannya hari ini bertemu dengan Almira namun siapa sangka ia tidak sengaja menabrak seorang anak kecil yang wajahnya persis dengan foto anak kecil yang ada di wajah iPad Almira tatkala bertemu waktu itu.
" kau benar benar harus mengenal kami nak." gumam dalam hati setelah melihat Gauri pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1
flashback off
tobe continue*