
hellow eperibadih apa kabar?? yang kangen lanjutan Almira, Elang sama Gauri cung sini??
aku Hiatus beberapa saat karna down sama keadaan yang menyatakan aku harus segera Hiatus dari dunia pernovelan but demi kalian aku bakal buat ini tamat deh hahahaha.
yaudah kalian bisa lanjut baca bab selanjutnya check this out.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
setelah keluar dari rumah sakit, Almira pun dibawa ke pondok indah dan dirawat oleh mantan mertuanya lantaran Elang begitu posesifnya.
ia merasa satu langkah dibelakang akibat ulah Adiwilaga yang membawa Almira kerumah sakit.
bahkan Almira pun tidak dibiarkan bekerja ke kantor karna ia selalu membuat Almira tak berkutik, " mau kamu ke kantor dan aku ikutin kamu sampe selesai kerja dan berakhir dihotel lagi atau kamu kerja wfh? sudah seperti sakit parah saja padahal morning sick adalah hal yang wajar bukan?? ah mana tahu seorang Elang Daniswara mengenai hal itu.
hari berlalu dan tiba saatnya melihat sang mantan kekasih atau lolinya Elang melangsungkan pernikahan mewah dengan seorang CEO muda namun dingin bernama Keenan yang tak lain adalah teman Almira selama di Washington sedang Elang, ia sejujurnya malas datang, selain masih mengingat penghianatan Desi, ia juga ingat akan Keenan yang pernah mau bertanggung jawab menjadi ayah sambung Gauri meski mendapat penolakan dari Almira namun ia masih emosi tatkala mengingat nama Keenan.
dengan posesif, turun dari mobil Almira mengenakan dress hitam panjang yang memiliki belahan tinggi menampilkan kaki jenjang mulusnya dipadukan leher belahan v rendah kontras dengan kulit putih nya sedang Elang, sedari tadi bersungut-sungut lantaran Almira datang dengan sangat anggun meski ia tak kalah menawan.
tuksedo hitam ditambah Hem berwarna putih dan celana hitam senada milik desainer terkenal wong hang.
sorot kamera yang mengintai keduanya merupakan kesempatan untuk dirinya mengenalkan pada dunia jika Almira adalah miliknya juga supaya diluar sana semua orang tahu jika Almira sudah ada yang memiliki termasuk Adiwilaga.
__ADS_1
" hallo selamat malam, saya Elang Daniswara dengan Almira Daniswara ingin mengucap selamat kepada kedua pengantin semoga sakinah mawadah warahmah." elang masuk dengan masih memeluk pinggang Almira dengan posesif.
Almira sudah jengah pun melepas paksa tangan Elang.
" lepas,"
" kalo lepas, malam ini kita ke hotel."
sial lagi lagi ancamannya itu lihat saja jika menikah nanti akan Almira beri pelajaran ingatkan itu.
keduanya naik ke podium Elang malas menyapa keduanya namun ia sengaja mengajak Almira berbicara, " sayang aku dengar kau mengenal pengantin prianya?" namun Almira hanya menatap Elang seolah tidak mengerti, satu satunya cara yang Almira dengan menganggukan kepalanya tanda iya.
namun Keenan pun ikut menyerang kedua orang tamu didepannya itu, " jadi ini ayah Gauri yang tidak mengakui titisannya dan seolah kamu dianggap selingkuh? cih aku tuh kalo jadi kamu enggak bakal mau balik ke pria brengsek macam dia, cuma bisa selingkuh dan menyalahi bisa aja kan suatu hari nanti dia balik lagi ke mantan kekasihnya?" sepertinya Keenan lupa wanita yang dimaksud adalah istrinya yang sedang berada disebelahnya menatap tak percaya atas apa yang diucapkan oleh suaminya itu.
Almira hanya menutup wajahnya menahan malu, keempatnya menjadi ajang tontonan gratis para undangan yang hendak bersalaman, seorang wanita setengah baya berhijab datang dia adalah pihak keluarga Desi yang dikenal Elang.
" mau ngapain kamu kesini? tidak puas kamu menyakiti Desi?"
" bude," Desi memegang lengan budenya itu untuk menahan agar tidak emosi, dia begitu tahu bagaimana perjalanan cinta keduanya meski tidak tinggal dikota yang sama namun Desi selalu menceritakan apa yang terjadi dengan budenya karna pihak keluarga yang masih dimiliki hanya beliau.
" enggak Desi, dia itu enggak tahu diri kamu udah dibuat nunggu sembilan tahun tapi apa nyatanya? dia malah milih wanita enggak tau diri ini."
__ADS_1
" jaga bicara anda ya, saya tegaskan disini yang merebut Elang adalah keponakan anda, bukan saya dan karena ulah nya, anak saya tidak sepeserpun menerima nafkah baik lahir dan batin dari seorang ayah, anda tahu bukan bagaimana hidup tanpa figur seorang ayah? memang Tuhan itu adil, jika sesuatu yang diambil secara ilegal, maka Tuhan akan mencabut nikmat itu bahkan dihempaskan dan menjadi wanita liar."
plakkk...
Desi menampar Almira, ia tersudutkan sejujurnya ia sudah sempat mundur dari hidup Elang saat tahu ia sudah menikah karena perjodohan, namun Elang menahannya dan menyuruh Desi bertahan demi dirinya, ia marah karena yang dituduhkan adalah bohong.
" anda tidak berhak berkata demikian, anda bisa bertanya langsung pada mas Elang, siapa yang menahan saya untuk pergi."
Elang pun diam melihat kekacauan ini, niat ingin mempermalukan Keenan malah dia yang dipermalukan sial lain kali tidak akan dia mau datang ke pesta mantan jika begini akhirnya.
" Keenan sayang sekali kamu mendapatkan wanita yang tidak sepadan, arogan padahal didalam perutnya ada sosok bayi kecil yang selalu menurut apa kata ibunya semoga anakmu tidak menuruni sifat arogan induknya." Almira melenggang pergi dan semua kaget jika Desi sedang mengandung,
sedang Desi memilih pergi dari panggung pelaminan, ia sudah malu bukan kepalang akibat ulah Almira yang mengatakan dirinya hamil meski itu benar faktanya.
Elang tersenyum remeh kepada sang bude Desi yang masih memandangnya emosi, " see itu ulah keponakan kesayangan anda makanya saya memilih mantan istri saya yang bisa menjaga kesuciannya." Elang pergi dan bude Desi terus saja mengutuk situasi ini.
orang tua Keenan yang notabenenya keluarga besar diluar negeri sebenarnya tidak mempermasalahkan jika Desi hamil diluar nikah dengan anaknya karena ia tahu ini kesalahan yang tidak disengaja, namun jika sudah malu begini, ia harus cepat bertindak dengan menghampiri sang anak, karena keduanya hanya melihat dari bawah panggung, sebenarnya keduanya hendak makan namun saat selesai makan, mereka melihat panggung pelaminan dalam keadaan kacau makanya mereka memilih melihat dari bawah situasi yang ada.
" boy, sebenarnya ada apa? itu tadi Almira kan, wanita yang dulu sempat kau kejar ketika di Washington?" bude Desi terkejut atas apa yang diucapkan oleh kedua orang tua Keenan, ia bergegas menghampiri keponakannya meminta penjelasan sedang Keenan langsung turun dari pelaminan dan menenangkan diri di salah satu kamar hotel yang kebetulan miliknya itu.
kedua orang tua Keenan merasa harus mengikuti anaknya untuk meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi jika tidak, ia tidak akan bisa menemukan jalan keluar sudah kepalang malu atas insiden tadi.
__ADS_1
tobe continue.