
cung siapa sini yang ngira Desi pelakor?? hahahha engga salah sih jika kalian anggap Desi pelakor tapi menurut saya posisi Desi serba salah genks, ah syudahlah nasib Almira, Elang, Desi dan Keenan ada ditangan eyke selaku author.
so check this out jangan lupa like komen dan vote nya yes kalo enggak eyke ngambek huhuhu ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
_________________________________________________
Elang masih saja frustasi belum menemukan sang istri yang menghilang bak ditelan bumi sedangkan ia ingat betul tak melakukan kesalahan apapun sepertinya pada sang istri.
dengan gontai, sore hari setelah sebentar berjibaku dengan kesibukan sebagai petinggi Daniswara grup, akhirnya ia melangkahkan kakinya menuju gedung Ciputri entah feeling-nya mengatakan sang istri ada disana karena sebelumnya ia sudah menelpon orang rumah jika sang istri belum kembali sedari pagi.
sedang Almira, yang tadinya ingin mengambil berkas, kini malah bekerja, Gauri saja sampai bosan dan memilih kembali dan menuju rumah Oma nya yang sudah berjanji akan membelikan sesuatu sebagai hadiah karena dirinya mau bersekolah di sekolah umum.
Mayang memang tidak tanggung tanggung membahagiakan sang cucu terlebih Gauri cucu satu satunya sebelum sang janin kedua dari Almira dan Elang hadir di dunia.
tanpa permisi, Aline yang masih sibuk membereskan meja kerjanya lantaran sudah waktunya pulang dan Almira memberinya ijin untuk kembali dikagetkan dengan kehadiran Elang.
" dimana Almira?"
" didalam pak."
" pagi tadi kamu bilang tidak ada?"
" karena emang belum datang ibu pak, ibu datang pas bapak tutup telpon." malas berdebat memilih untuk masuk ke dalam dengan setengah emosi.
brakk...
Almira kaget, ia sedang menatap layar lipat benda pipihnya dengan tenang namun terusik akan kedatangan suaminya.
" kamu itu kemana aja? kenapa telpon aku enggak diangkat?"
" aku sibuk?"
" sesibuk apa sampai panggilan masuk aja kamu engga bisa angkat Mira? kamu tahu aku kaya orang bodoh nyariin kamu kesana kemari."
" enggak ada yang minta dicari aku dah gede bisa pulang sendiri." Elang emosi namun ingatan akan kehamilan sang istri yang sudah membesar mengurungkan niatnya.
" aku tahu mir kamu itu sibuk, tapi bisakah kamu berikan aku kabar kalo kamu baik baik aja?" akhirnya suara Elang lirih menandakan dirinya lelah.
" oke."
" lagipula kenapa kamu masih kerja? kan aku dah suruh kamu untuk wfh, kenapa masih kerja dikantor?"
__ADS_1
" aku malas dirumah." astaga kenapa sih Almira bisa menjawab, bisakah ia berkata maaf agar Elang merasa baikan setidaknya?
" apa kesalahan ku kali ini mir? tidak mungkin kamu begini kalo aku enggak buat salah Dimata kamu?"
sadar diri juga ia rupanya, langsung saja membuka galeri ponsel Boba tiga miliknya, ia berikan pada sang suami, foto dimana ia menggendong Desi yang pingsan karena kecelakaan.
" kamu dapet foto ini darimana?"
" tidak penting, yang penting bener enggaknya bukan?" Almira masih saja malas menatap mata sang suami yang mencerna darimana sang istri mendapatkan foto tersebut.
" aku akan jelaskan." dan Elang pun menjelaskan secara rinci, Almira tentu tidak mau percaya begitu saja.
begitu sulit sepertinya membuat sang Almira Sharman mempercayai kata katanya.
" kita bisa bertemu Desi jika kamu masih enggak percaya."
" oke."
ia menghubungi Johan untuk membuat sebuah janji sore ini di sebuah cafe didekat rumah keduanya, Elang sebenarnya malas bertemu dengan Keenan tapi ia merasa ini harus diluruskan.
" kenapa telpon Johan?"
dasar baper.
beberapa saat kemudian, keduanya sanggup menghadiri undangan Elang, sedikit mengejutkan bagi Almira, apa Desi masih mengharapkan suaminya? tapi ia sedikit percaya jika Desi dan Elang sudah tidak ada hubungan apa apa.
ingat hanya sedikit.
keduanya sudah sampai lebih dulu, karena memang lebih dekat jaraknya dengan kedua rumah pasangan yang baru saja mendapatkan seorang putra itu.
" maaf jalanan macet," Almira dan Elang datang langsung memberitahu keduanya karena terlambat, Keenan hanya mendengus sedang Desi nampak pucat mungkin karena Desi memang bersalah banyak dengan Almira.
" langsung aja, aku mau klarifikasi mengenai foto yang dikirim sama suami kamu ini." Elang memberikan salinan foto yang sebelumnya sudah ia kirim dari hape Almira ke hape miliknya, ia nampak emosi menggebu saat melempar ponsel mahal miliknya ke arah keduanya.
" Almira salah paham, dia menyangka aku mau ketemuan atau berhubungan sama kamu."
" ini semua enggak bener, aku keluar karena mau beli pembalut tapi ada mobil yang nyerempet aku dan aku pingsan setelah itu tiba tiba aku ada dirumah sakit dan aku kira yang bawa aku suami aku mbak."
Almira masih nampak tenang, sedang Elang sudah nampak mengepalkan tangannya ke arah Keenan yang raut wajahnya nampak tenang menghadapi Elang.
" iya aku tahu itu semua." Keenan membuka suara membuat Elang menghajar wajah Keenan.
__ADS_1
buggghhh
" maksud kamu apa kirim foto macam itu?"
" anggap saja kita impas karena pernikahan ku kacau karena kamu."
Desi semakin merunduk, ia tidak menyangka suaminya masih mengingat kejadian itu membuat nya malu telah menampar Almira sedang Almira masih menikmati suasana mencekam didepannya, percayalah Almira pernah merasakan jauh lebih parah dari ini.
" ini baru im__" belum selesai Elang berkata, seorang wanita cantik berbodi seksi tidak lupa baju kurang bahan dan make up tebal waterproof menghiasi wajahnya.
" darling Keenan."
shitt kenapa ****** ini memanggilnya, membuat Keenan menahan emosi.
" ah sepertinya kamu sudah akur dengan istrimu yang kampungan itu yah pantas kau tidak menghubungiku lagi, oppss." ****** ini sepertinya sengaja mengacaukan suasana membuat Elang nampak berpikir sepertinya tidak asing dengan wanita ini.
" kamu Angel kan, ia kan? wanita yang suka disewa demi memuaskan para pejabat dan pengusaha yang sedang butuh kasih sayang?"
" emm. apa kau mengenalku?"
" tentu, kalangan pengusaha semua membicarakan kelihaian kamu di ranjang, tapi enggak berlaku denganku, karena aku pria yang setia sama pasangan." Elang menekan kalimat terakhir dan menampakan senyum mengejek Keenan yang masih menahan emosinya itu.
matanya Keenan memicing kepada Angela agar segera kembali, membuat Angela mengerti situasi sepertinya memanas, " oke darling kalo butuh kehangatan, japri saja ya." angel mencium pipinya tanpa bersalah dan langsung pergi sedang Almira hanya menghela nafas dengan kasar, ia wanita biasa merasa iba dengan nasib Desi yang sedang membanjiri pipinya dengan air mata.
" jadi ini jawaban selama ini kamu enggak pernah sentuh aku?" Desi befkata tanpa menoleh ke arah Keenan, Keenan sedikit panik dan bergeming.
" woh woh woh , drama rumah tangga sinetron ikan terbang segera dimulai, sayang lebih baik kita pergi, tidak baik situasi ini didengar baby kita bukan?" Almira hanya bangkit dari duduknya, membiarkan kedua pasangan ini menyelesaikan masalah sedang Elang nampak mengejek sambil melambaikan tangan, " see you dude nikmati situasi yang indah."
sial gara gara menerima pertemuan Elang dan Almira dirinya terjebak.
" aku bisa jelaskan."
tobe continue
woh woh bang Keenan tengah menerima apa yang ia tuai genks...
oke nanti lanjut ya mungkin beberapa part lagi bakal ending tapi lanjut season dua ya.
di season dua aku mau mengangkat kisah pelik seorang Gauri Sharman Daniswara, seperti apa kisahnya? stay aja di mari.
dari pecinta Kim Taehyung aka V BTS 💜💜💜
__ADS_1