
Desi terbangun, dirinya berada disebuah kamar mewah dan parfum pria menyeruak di area kamar ini.
ia terbangun dan merasakan kepalanya pening akibat meminum alkohol.
ia hanya ingat semalam minum segelas dan pingsan karena selebihnya tak ingat apapun.
saat hendak bergegas, **** ***** nya sakit dan nyeri ia melihat ternyata tak mengenakkan sehelai benang apapun.
mengingat kembali namun tak ingat.
" kau sudah bangun?" suara bariton pria yang tak ia ingat suaranya siapa, melihat sosok tinggi tegap memiliki rahang keras dan nampak ditumbuhi bulu bulu halus siapa pria ini bathinnya.
" permainanmu semalam sangat liar dan luar biasa, aku menyukainya meski masih amatir, karna aku tahu ini yang pertama kalinya maka sengaja aku memberimu sebuah obat."
" obat?" beo Desi dan dianggukan pria tadi.
" siapa kau? aku tidak mengenalmu." Desi mulai panik melihat keberadaan seorang pria asing ditambah kondisi dirinya yang_____
" kau memperkosa ku?" Desi membola matanya menatap pria itu namun sang pria nampak acuh tak peduli.
" bisa dibilang begitu tapi bukan kesalahan aku juga, kau menggodaku meski entah kau memanggilku dengan salah nama."
flashback on
Desi tidak sadarkan diri, ia melihat seseorang menghampirinya, tidak realnya hanya duduk berdekatan saja namun Desi mengira jika pria tersebut adalah Elang-nya.
" mas, kau kah itu?"
pria tadi hanya menatapnya secara datar.
" tolong minum ya satu." pria tadi meminta pada bartender dan sepertinya memang si bartender sudah mengenal pria tadi " biasa kan." dan dianggukan olehnya.
" mas Elang, please aku mohon jangan kembali sama Almira, aku cinta sama kamu sembilan tahun aku nunggu kamu kenapa kamu enggak mau aku jadi milik kamu, aku bakal menyerahkan semuanya untukmu." Desi mencium pria tadi dengan liar.
pria itu yang notabennya seorang player pun mengikuti permainan yang diinginkan wanita didepannya.
__ADS_1
" your mine sayang." Desi secara spontan memegang pusaka pria tersebut dan berbisik di leher pria tadi.
" jadikan aku sepenuhnya."
tentu jiwa laki lakinya pria tersebut sedang digoda dan merasa ini adalah jackpot tanpa protes dia menggendong Desi dan memesan kamar VIP seperti biasa jika ia sedang membutuhkan wanita bayaran.
masuk ke dalam sebuah kamar VIP room, nampak keduanya sudah di bakar namun sayang Desi yang notabennya baru pertama kali sedang sang pria sudah pro mau tidak mau ia memberikan obat perangsa*g dosis tinggi hingga tak lama Desi pun menjadi wanita yang liar di ranjang.
jika dihitung sesi bercinta dilakukan dari jam sebelas malam hingga pukul tiga dini hari lantaran obat sialan itu baru berhenti setelah empat jam benar benar luar biasa dan mereka seketika ambruk.
bak seperti menemukan harta karun, pria tersebut ternyata mendapatkan seorang gadis perawan.
flashback off.
Desi tak menyangka atas penjelasan pria tadi bisakah ia mempercayai ucapannya? lalu bagaimana dengan hubungannya dengan Elang yang sedang ia coba perjuangkan?
" kau tidak ingin mengenalku?" pria tadi duduk tepat dihadapan Desi yang masih mencoba mencerna kata kata pria tadi, ia sudah kehilangan kehormatannya.
" kau.. " Desi menangis pria tadi merasa kasihan namun ia tidak mau disalahkan.
plakkkk..
Desi menampar pria itu " kurang ajar kamu kira aku ******* yang butuh bayaran, ini hanya kecelakaan kau bisa tinggalkan aku dan jika aku mengandung, aku tidak akan meminta pertanggung jawaban padamu ini salah ku kesalahanku sungguh hina sekali diriku ini aku wanita ga berguna pantas saja Elang meninggalkanku dan memilih mantan istrinya itu aku kotor aku kotor..." Desi terus saja merancau Keenan bingung jika di telisik wanita ini sedikit depresi karena kehilangan entah pacar atau sugar daddynya hanya saja ia hanya dapat mendengar ungkapan maupun rancauan dari wanita ini.
" hei hei.. listen me.. dengar kau akan baik baik saja tanpa pria itu, jika kau mengandung, maka aku akan bertanggung jawab jangan khawatir."
" mana ada pria yang mau sama aku? sekalipun aku tidak mengandung, mungkin tidak ada yang mau denganku aku sudah kotor sangat kotor." Desi menarik dan menggosok tangannya sendiri hingga memar, Keenan bukan manusia tanpa hati ada perasaan bersalah namun juga ini bukan kesalahannya bukan?
" ayo kita menikah?" Keenan tiba tiba mengeluarkan kata keramat itu, meski ia tidak kenal ia meyakini bahwa wanita ini wanita baik baik buktinya ia masih suci hanya salah tempat menyelesaikan masalah.
" kau bilang apa? menikah? bahkan kita ga saling kenal, lagian aku yatim piatu tidak punya keluarga akupun bukan sultan hanya gadis biasa yang menjadi editor sebuah perusahaan novel daring.
" pernah kah kau mendengar seiring berjalannya waktu maka perasaan akan terbiasa?, maka belajarlah seperti air yang berusaha melubangi batu meski mustahil atau seperti karang yang dihantam air laut." Desi masih kacau dan Keenan hanya menghela nafas dengan kasar entah kenapa semakin ia tahu gadis ini ia semakin iba dan ingin melindunginya.
padahal tidak pernah ada dibenaknya seorang Keenan mau jatuh cinta ataupun membina rumah tangga, mungkinkah dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama?
__ADS_1
*********
Elang datang menemui Almira ke kantornya, setelah semalam banyak bicara dengan Gauri, ia yakin akan menemui mantan istri untuk sebuah misi.
" nyonya ada?" Elang sudah tau ruangan Almira dan orang Ciputri sudah mengenal Elang.
" udah janjian pak?"
" kabari saja saya sudah disini mau bicara penting kalo dia menolak katakan mengenai Gauri." dianggukan oleh Aline sang sekertaris dan menelpon ke Almira.
" silakan masuk pak."
melenggang masuk dan membuka nampak Almira sedang sibuk dengan kertas didepannya, tanpa menoleh, ia berkata " apa yang buat kamu datang ke sini pagi begini?"
" kita harus bicara penting."
" i know but masalah apa? aku rasa masalah kita sudah selesai bukan? tidak ada hubungan apa pun lagi bukan?" Almira melepas kacamata yang bertengger dan meletakkan berkas dimeja.
" ayo kita menikah."
" kau gila? masih mabuk semalam?" ia kaget sebenarnya atas ucapan Elang yang mengajaknya menikah ia amat kenal betul seorang Elang Daniswara.
" tidak kau tidak salah dengar dan aku seratus persen tidak mabuk karna aku semalam bicara dengan anakku."
" memang apa yang kalian bicarakan?"
" Gauri memintaku untuk meminta maaf denganmu dan aku rasa dia menginginkannya ayah dan ibunya kembali." Almira tentu saja tidak percaya untuk alasan terakhirnya, seingat Almira Gauri menentang keras jika ia kembali dengan mantan suaminya itu ia mesti bicara dengan sang putri.
" aku belum bisa jawab, lagipula masalahnya kau tidak mungkin lepas dengan lolimu kan, aku tahu kau dan aku tidak ingin masa lalu kelam itu____" ucapannya terpotong oleh Elang " aku pastikan kali ini aku akan berubah dan aku akan meninggalkan Desi."
Almira terpesona, tentu saja tidak ia tidak semudah itu mempercayai seorang Elang Daniswara lagipula masa lalu mengajarkannya banyak hal lihatlah dirinya yang sekarang jauh lebih baik dan yang terpenting tidak mudah jatuh terinjak.
" urus saja masalahmu dengan Desi mu itu." Almira kembali mengerjakan pekerjaannya sedang Elang, ia pikir Almira akan luluh dan senang namun ternyata sebaliknya mungkin ini karma dari masa lalunya ia bahkan harus baik dengan Almira jika tidak, ia akan kehilangan Gauri sekali lagi ini kesempatannya.
tobe continue
__ADS_1