
saat umur Gauri saat ini 15 tahun.
Almira, Elang, Gauri dan adik Gauri yang saat itu baru dilahirkan bernama Afanin Kamala, sedang sarapan pagi, semua makan dalam keheningan.
" em kak, hari ini ujian nasionalnya terakhir kan?" tanya Almira pada Gauri
" hmm." sudah biasa bagi keluarga kecil bahagia ini menanggapi sikap Gauri yang acuh.
" wah kalo begitu kita bisa pergi liburan setelah kakak ujiannya selesai dong." antusias sekali Elang jika mengenai holiday. memang Gauri sangat susah diajak sekedar holiday ke vila pribadi ataupun ke pusat perbelanjaan entahlah memang dia berbeda dari anak seusianya.
" yah gaurinya mau enggak pah? anak itu kan susah kalo diajak jalan."
" liat nanti, aku berangkat." Gauri bangkit dari duduknya dan takzim kepada kedua orang tuanya sedang Afanin memang masih kelas satu sekolah dasar yang akan diantar oleh mamahnya setiap pagi karena searah dengan Ciputri grup.
ya Almira masih memegang Ciputri grup sampai Gauri siap memegang alih.
" gak mau papah antar sayang?" hanya gelengan yang dibalas oleh Gauri, semua kecuali Afanin menghela nafas kapan pribadi cuek anaknya itu akan hilang?
sepanjang jalan, Gauri hanya membaca buku dan buku, jika dihitung sudah ribuan buku yang ia miliki di ruangan khusus belajarnya, sesuai permintaan darinya yang menginginkan ruang tersendiri untuk belajar dan di penuhi elang di samping kamar mandi kamar, tidak ada yang namanya walk in closed seperti kebanyakan orang kaya yang memiliki banyak koleksi fashion.
sesampai di gerbang, tak lupa ucapan terimakasih ia torehkan pada sang sopir dan melangkah masuk kedalam.
" Gauri."
teriakan dari salah satu temannya Flanela yang baru saja datang diantar oleh ayahnya sekalian berangkat kerja memanggilnya.
" hei Fla Fla." panggilan khusus yang Gauri berikan pada sang sahabat yang imut dan lucu, cantik? sebagian teman Gauri memang memiliki kecantikan yang paripurna.
" aish, aku bukan saus Fla sayangku," memang Flanela begitu manja pada sahabatnya, ia merasa Gauri terlalu cuek dan dingin.
" yaudah deh." keduanya jalan seseorang tidak sengaja memanggil dari luar.
" RI, Nela."
Bara, cowok paling ganteng se-sekolahan ditambah kekayaan yang dimiliki kedua orangtuanya yang memiliki usaha penambangan batu bara membuatnya tampil mewah namun hatinya baik.
" eh prince Bara udah datang." Fla yang membalas tegurannya namun wajah Bara yang selalu melihat wajah Gauri yang nampak cantik namun tidak tersentuh.
" aku duluan ya." Gauri cepat cepat ke dalam kelas, ingin mempelajari ujian tryout yang dilakukan sekolah beberapa waktu lalu.
" hmmm pasti mau belajar lagi tuh anak, heran deh dari apa sih itu otaknya Lo tau kan dia pinter banget? berasa kaya makan buku tiap hari itu orang udah itu hidupnya lurus lurus aja lagi." Fla mengeluh dengan Bara, ia merasa Gauri terlalu menutup dirinya.
__ADS_1
" tapi gua tetep suka sama dia, emm Lo tahu gak dia bakal nerusin dimana?"
" balik ke Washington kayanya deh tapi gatau juga."
" auto nyusul gua." Bara melaju kedalam kelas sedang Fla mendengus karena ditinggal Bara.
ujian telah selesai, semua berpesta pora di lapangan setelah mendengar pengumuman jika seluruh kelas 12 akan dihiatuskan (istirahat) hingga pengumuman kelulusan karena sejak beberapa tahun memang sekolah tidak mengadakan trip keluar daerah dengan alasan lepas kenang siswa kelas 12.
mereka memilih acara perpisahan di gedung sekolah.
" genks kita keluar yukk kemana gitu mall atau nonton atau kemana gitu ya perayaan selesai ujian." Rebecca salah satu teman sekelas Gauri yang mengusulkan.
" boleh boleh mau banget gue." Fla sangat antusias sekali mengenai ide dari Rebecca.
" eh pendek ajak Gauri sana, gua bakal kasih 500k kalo dia mau Lo ajakin."
" bener yakk, awas loh kalo boongan." antusias sekali Fla mendengar imbalan uang yang diberikan Bara.
semua orang tahu, jika Bara menyukai Gauri sejak kelas 11, untuk itu ia berhenti menjadi Cassanova.
awalnya ia hanya bertekad mendapatkan Gauri karena baginya menaklukan seorang Gauri amat mudah namun yang dikatakan nyatanya salah besar.
" Gauri, jalan yuk kita rayain selesainya UN, jangan nolak yah mau yakk." Gauri nampak berpikir ia begitu malas ingin beristirahat dan menonton siaran drama Hollywood terbaru di Netfl*x, hanya saja ia tidak enak setiap kali diajak selalu menolak.
" emm oke deh, tapi aku nyusul yakk aku mau ke kantor kepsek sebentar."
tentu saja, Fla langsung memeluk dan memberitahu semuanya, " genks Gauri mau dong yuhuuu tapi nyusul." Fla begitu senang Gauri ikut entah karena Gauri ikut atau karena jackpot yang didapat dari Bara.
" sial tau gitu enggak usah gw kasih reward tuh pendek."
semua memilih menunggu, Bara tidak tanggung tanggung mengajak nobar sekaligus makan siang bareng bahkan satu resto ia boking.
semua menunggu di lapangan, menunggu Gauri yang masih berbicara dengan kepala sekolah.
" gini aja deh kalian pesen tempat ya nanti takut ga kebagian, Gauri urusan gua gimana." Bara mengusulkan niatnya ingin modus sama Gauri karena untuk pertama kalinya Gauri mau diajak jalan oleh semua.
" yaudah gua cabut semua yakk jangan sampe ga dibawa tuh Gauri kesayangan gue." Fla pamit pada Bra dan dibalas dengan lengkungan tangan tanda oke.
Gauri sudah selesai, ia menuju taman yang disepakati anak anak untuk kumpul namun ia bingung satu kelas terdiri dari dua puluh orang (karena international school) namun kenapa tidak ada orang? apa dirinya ditinggal atau__
" RI," Bara memanggil nama Gauri dan yang dipanggil menoleh ke belakang.
__ADS_1
" yang lain mana?"
" udah duluan boking tempat, elo pergi sama gue."
" berdua aja?"
" ialah gw kan bawa mobil sendiri."
" kalau gitu aku bawa mobil sendiri aja pake supir."
" supir Lo udah gua usir dari depan."
" kenapa?"
" ya enggak apa apa, udah Ayuk.." kelamaan Gauri bertanya tanya dan Bara yang tak sabar langsung membawanya menuju area parkir dengan menarik lengan Gauri sebelah.
Gauri yang tidak siap, hanya mengikuti Bara saja.
sampai disebuah mobil Lamborghini Gallardo berwarna merah menyala, Gauri dipersilahkan masuk bak seperti putri dan reaksi Gauri? hanya biasa saja datar.
keduanya melajukan dalam diam, Gauri lebih nyaman menikmati semilir angin yang tercipta, sedang Bara ingin sekali mengobrol dan alhasil Bara memecahkan keheningan.
" gue denger elo mau kuliah diluar, bener?" Gauri yang merasa diajak ngobrol menoleh kesamping dan menganggukan kepala tanda benar.
" jurusan apa? dimana?"
" bisnis, aku keterima di Stanford dan Havard,"
glekkk Bara menelan salivanya dengan susah payah, benar benar definisi anak pintar dan terdidik macam Gauri.
" dan Lo ambil dimana,?"
" entah masih ada waktu buat berfikir mau kemana, aku belum bicara sama kedua orangtuaku."
sesampainya, Gauri lagi lagi dibukakan pintu dengan Bara, bukannya senang justru Gauri malah merasa risih, " aku bukan orang lanjut usia yang ga bisa buka pintu, lain kali biar aku buka sendiri." menghela nafas dengan berat, jika bukan Gauri mungkin gadis lain akan senang bahkan nyaris pingsan diperlakukan olehnya tapi itu tidaklah berarti untuknya.
tobe continued.
sedikit sedikit dulu ya, inget ini baru bab satu atau bab awal kisah Gauri, boleh tanya hujat jangan right.
dari pecinta Kim Taehyung aka V BTS 💜💜💜
__ADS_1