
"Boleh nggak aku turun di depan aja aku mau ke rumah temanku," ucap Anggun
"Teman? dimana?" tanya Gilang penasaran.
"Aku mau ke rumah temanku, lagipula kau juga sibuk kan. Jadi kau tak perlu mengantar ku, nanti aku bisa pulang sendiri."
Katakan dimana rumah teman mu, aku akan mengantarkan nya. Jadi nanti jika kau kabur, aku bisa dengan mudah mencarimu."
Apa apaan dia. menuduh aku mau kabur, dasar aneh.
"Di komplek perkebunan. " jawab Anggun.
"Baiklah kita kesana."
Mobil melaju menuju alamat yang disebutkan oleh Anggun.
Aku paham arah kesini, ini kan jalan menuju rumah haris! apa jangan jangan dia teman istrinya haris.
"Siapa nama teman mu!" tanya Gilang
"Kenapa?"
"Aku cuma bertanya, temanku juga tinggal disini. Dan istrinya juga seorang guru."
"Linda"
"Linda istrinya Haris!" tanya Gilang dengan nada lebih tinggi.
"Kau kenal dengan mereka?"
"Ya kenal, Haris teman ku sejak kuliah dan kami bekerja di tempat yang sama." jawab Gilang.
"Tuh rumahnya kan?"
"Iya benar." jawab anggun.
"Terima kasih sudah mengantarku."
Haris keluar karena mendengar suara mobil di depan rumahnya. Dan dia melihat mobil Gilang.
"Gilang, tumben dia kesini. Ada apa?" gumannya pelan.
"Gilang" panggil Haris.
Gilang ikut turun dan menemui sahabatnya.
"Kak Haris, Linda ada?" tanya anggun.
"Oh ada, di dalam. Masuk saja." jawab Haris.
"Lang, kok kau nggak ada cerita ma aku. Dia itu...!"
"Tamu bukannya di suruh duduk, malah di serbu banyak pertanyaan, tuan rumah macam kau ini."
"aku kepo Lang, lagian macam dimana aja. Yuk ngobrol nya disana aja.
"Assalamualaikum, Akila" ucap Anggun melangkah masuk.
"Waalaikum salam, eh anggun datang ma siapa? kok nggak ngabarin dulu." tanya Linda.
"Nggak ,aku datang ma Gilang. Tadi nya aku mau kesini sendiri, tapi dia ngotot mau nganterin."
"Jadi Kak Gilang di depan?" tanya Linda.
"Iya ma Kak Haris."
"Ya udah aku buatin minum dulu, tunggu ya."
Linda membuat empat gelas jus jeruk dan membawanya ke depan bersama dengan anggun.
"makasih Lin, jadi ngerepotin." ucap Gilang kearah Linda.
__ADS_1
"Minum aja kak." ucapnya.
"ini gimana ceritanya kalian bisa bareng, apa kalian saling kenal?' tanya Haris.
"Kenal banget, kamu ingat aku bilang ada cewek resek di sekolah lama ku yang buat aku pindah sekolah, ya dia ini orangnya." ucap Gilang
"Hahaha .. jodoh emang nggak kemana ya. Kemaren aku dan Linda baru niat mau kenalin kalian berdua, nggak tahunya cinta lama, hahaha" Haris merasa lucu .
Gilang merasa kesal karena diolok olok oleh Haris. Kekesalannya terlihat jelas diwajahnya.
"Mas" panggil Linda mengingatkan.
"Aku rasa kalian berdua cocok dan memang berjodoh, buktinya bisa kesini bareng. Kok nggak nikah aja!" ucap Haris lagi .
Gilang benar benar kesal, karena terus jadi olok olokan Haris. Dia melempar bantal kursi kearah Haris.
"Mama .....hiks....hiks . " terdengar suara tangisan dari dalam rumah.
"Aku lihat Akila dulu." ucap Linda berlari masuk ke dalam rumah.
Anggun juga berdiri dan mengikuti Linda masuk ke dalam rumah nya.
"Lang, aku rasa dia cocok untuk mu, Aku kenal betul siapa anggun karena dia sahabat Linda. Anggun tak pernah berpacaran. Dan dia juga cantik, pintar plus Sholeha. Semua kriteria istri idaman ada dirinya "
"Tapi dia keras kepala, nyebelin dan aku benci perempuan. Semuanya sama pengkhianat."
" kau masih dendam? itu hanya masa lalu lang, Nggak semua gadis seperti Desi. Lupakan dia, hidup harus maju, dan Songsong masa depan mu dengan nya".
"Aku sudah melupakan Desi. Tapi aku tidak akan lupa anggun pernah mempermalukan aku,"
"Lalu kau apa bedanya! kau membully nya, memaparkan semua kehidupan pribadinya, kau permalukan dia yang berjualan kue? apa itu semua belum cukup?"
"Ingat Lang, dia jauh lebih menderita dari mu, tapi lihat dia tegar dan bisa berhasil hingga sekarang. Jangan sampai kau menyesal."
"Aku nggak tahu, tapi Minggu depan aku dan dia akan bertunangan."
Kemudian Gilang menceritakan semuanya. Haris menganguk angguk mendengarnya
"Sialan loe "
"Gue balik ya, ngomong sama loe nggak guna!!" .
"Pesek. pesek. " panggil Gilang ..
Anggun keluar, ayo pulang."
"Tapi Lang,...."
"Dah sore, ntar ibumu nanyain nggak enak kan!!"
"Linda, aku balik jangan lupa besok malam datang ya."
"Kami pasti datang, aku pasti akan mendampingi sahabat baikku melepas masa lajangnya." ucap Haris.
Gilang yang jengah mendengar ucapan Haris menarik tangan Anggun dan menyeret ke mobil.
"Mas, hilang kasar banget ya, aku jadi khawatir" ucap Linda melihat mereka dari kejauhan.
"Tapi sebenar nya hatinya lembut. Mas rasa mereka cocok, Anggun akan membaut dunia Gilang kembali berwarna. Percaya ma mas. Ayo masuk." ucap nya.
Didalam mobil anggun terlihat marah.
"Lang aku ingetin ya, jangan seenaknya main tarik tarik tangan ku, kita itu bukan muhrim jadi nggak boleh pegang pegang sembarangan."
"Heleh...cuma.pegang tangan doang, nggak bikin nafsu." ucap Gilang kesal.
"Kamu!!!! aku bukan cewek diluaran sana yang bebas kamu pacarin dan kamu apa apain."
Gilang mengerem mendadak mobilnya hingga anggun hampir terbentur dasboard.
"Kamu pikir aku cowok apaan, dari kemaren ucapan mu itu bikin aku darah tinggi, apa kau pikir kau player?" bentak Gilang.
__ADS_1
Tiba tiba Gilang menarik tengkuk anggun dan menciumnya, bukan mencium dia hanya menempelkan bibirnya singkat di bibir anggun dan melepaskannya kembali.
Anggun terkejut,tubuhnya menegang dan seperti tersengat listrik, detik berikutnya dia berontak kemudian dia menangis. Tubuhnya meringkuk memeluk lututnya.
Gilang merasa bersalah, dia tak menyangka reaksi anggun akan seperti ini. Dia hanya kesal dan ingin membungkam mulutnya. Tapi ternyata tindakannya membuat anggun seperti itu.
Bukankah berciuman adalah hal yang biasa, mengapa reaksinya begitu terkejut, apa dia tidak pernah....akh...aku sudah membuat kesalahan. Dia sampai menangis histeris begitu, bagaimana ini!!!"
Lama keduanya terdiam, Gilang bingung , mau membujuk gengsi dan takut anggun semakin marah, akhirnya dia memilih diam.
"Maaf" ucap hilang akhinya.
"Antarkan aku pulang."
"Nggun maafkan aku."
"Aku mau pulang,"
"Iya, tapi maafkan aku." ucap Gilang.
Anggun tetap diam, dia coba membuka pintu mobilnya,
"Baik kita pulang, duduk. Biar aku antar, tapi please stop jangan menangis."
Gilang mengantar Anggun sampai ke rumahnya, setelah berbincang sebentar dengan ayah anggun Gilang pulang ke rumahnya.
...****************...
Dirumah anggun terlihat sangat ramai, tak tanggung tanggung ibunya juga menyewa jasa dekor untuk menghias rumahnya. Tetangga banyak berdatangan. Bu Dewi terlihat begitu bahagia.
Anggun ingin memberitahu kan kelakuan Gilang, tapi melihat kebahagian diwajah ibunya dia mengurungkan niatnya, ibunya terlihat begitu bahagia.
Sore hari seorang perias datang, dan mulai merias anggun. Anggun terlihat sangat cantik dengan make up flowless.
Diluar sudah sangat ramai, tetangga dan keluarga sudah berdatangan. Begitu juga Linda dan mas Haris. Tapi karena Akila menangis Linda keluar dari kamar anggun.
Anggun menatap dirinya di cermin, satu babak dalam hidupnya akan dia lalui beberapa saat lagi. Perjalanan panjang menunggu didepan matanya.
"Nggun, kamu di panggil keluar" bisik Linda.
Ternyata keluarga besar Gilang sudah datang dan acara kaan di mulai.
Anggun menatap Gilang. Jujur dia memang sangat tampan, tapi kelakuannya, mengingat ciuman Gilang, tubuh anggun kembali ikut meremang.
Acara pertukaran cincin di mulai, Gilang memegang tangan anggun yang sangat dingin dan memasangkan cincin di jari manisnya. Anggun juga memasangkan cincin ke jari Gilang dengan tangan gemetar.
Kemudian photografer meminta mereka untuk photo bersama. Mau tak mau anggun berdiri rapat dekat dengan Gilang, dan dengan nggak tahu malunya Gilang melingkarkan tangannya di pinggang Anggun.
"Mas, yang mesra donk. Mbak pegang tangannya ya, nah gitu' ucap photo graper mengarahkan keduanya yang terlihat kaku.
"bekerjasama atau aku cium." bisik Gilang.
Anggun membulatkan matanya, tapi dia akhirnya menuruti Gilang, digenggamnya tangan Gilang dan tersenyum ke kamera. Di akhir sesion Gilang mencium pipi Anggun tiba tiba dan ckrek, photo berhasil diambil.
"Bagus" ucap si photografer.
"Kau" bisik anggun kesal.
"Mas," panggil Gilang.
Kemudian dia memberikan kode.
Gilang menarik anggun ke kepelukannya dan mencium keningnya.
Ckrekk....
"Keren mas."
Anggun geram dan mencubit pinggang Gilang. Gilang hanya bisa meringis.
Semua keluarga sepakat akan mempercepat pernikahan menjadi dua Minggu ke depan.
__ADS_1
Terus dukung mamie dengan like vote dan koin seikhlasnya. Terima kasih