Benci Tapi Menikah

Benci Tapi Menikah
Pergi


__ADS_3

Jam empat pagi anggun bangun dan dia menatap wajah damai Gilang.


Dia sangat tampan, apalagi jika dia tengah terlelap dan tidur seperti ini.wajahnya damai dan tenang.


Tangan anggun terulur menyentuh wajahnya dengan perlahan. "Aku mencintaimu mas." ucap anggun pelan.


Kemudian dia bangkit dan memaki pakaiannya kembali. Anggun kembali menatap wajah damai Gilang, hatinya sakit mengingat dia harus pergi tapi dia ikhlas setidaknya dia sudah menjadi istri yang sebenarnya untuk Gilang.


"Maafkan aku mas, aku harus pergi, kamu jaga dirimu baik baik ya mas."


cup...


Anggun mengecup wajah tampan Gilang. Kemudian dia berlalu dari kamar Gilang dan kembali ke kamarnya. Anggun sudah bersiap untuk pergi.


Selesai mandi dan sholat subuh, anggun mengambil tasnya yang sudah dia siapkan sejak kemarin. Dengan langkah pelan dia keluar rumah dan mengeluarkan motor maticnya. Anggun mendorongnya ke depan. Di depan satpam bertanya kemana anggun akan pergi sepagi ini apalagi membawa tas besar.


"Mau kemana Bu?"


"Ada Diklat keluar kota mas, titip pak Gilang ya."


"I..iya Bu. Hati hati di jalan." jawab pak satpam.


"Makasih mas."


Anggun kembali melajukan motornya. Hingga dia tiba di sebuah komplek yang bertuliskan menerima kost putri.


Anggun membelokkan motornya dan memasuki pelataran parkir.


"Pagi Bu" sapa anggun pada wanita paruh baya yang sedang menyapu teras rumahnya.


Pagi, cari siapa?" tanya wanita itu menatap lekat anggun.


"Apa masih ada kamar kosong Bu, saya mau menyewa nya." ucap anggun.


"Oh,bentar ya nak. Sini duduk dulu." ucapnya ramah.


Anggun duduk berhadapan dengan ibu kost yang ternyata bernama Niken.

__ADS_1


"Sebenarnya ada satu kamar kosong tapi ibu mau tau dulu apa alasan kamu ingin kost disini. Karena disini peraturan nya ketat, tak boleh keluar malam, Malam minggu hanya sampai jam sembilan malam.


Tak menerima tamu laki laki Dan masih banyak lagi aturan yang lainnya.


"Saya setuju Bu. Nama saya anggun, saya guru di SMK negeri 1, saya memilih kost karena rumah saya jauh dan saya tak ingin datang terlambat setiap hari."


"Baiklah kamu saya terima, masalah uang kost biar saya jelaskan. Satu bulan biaya nya satu juta, dan harus di bayar di muka." ucap Bu Niken.


Anggun membuka tasnya dan mengambil sejumlah uang yang disebutkan oleh Bu Niken.


"Ini bu uangnya." ucap anggun.


"Mari saya antar ke kamar mu."


Bu Niken berdiri dan mengajak anggun ke kamarnya. Dia menyerahkan kuncinya kepada anggun.


Anggun memasuki kamar kostnya. Melihat sekeliling yang tampak kecil tapi bersih. Ada ruang tamu dengan meja dan kursi plastik, satu kamar dan sebuah tempat tidur, disampingnya ada lemari kecil.


Ada meja serbaguna yang bisa digunakan sebagai meja belajar.


Ada dapur kecil dan sebuah kamar mandi.


Setelah selesai sholat anggun menyusun pakaiannya ke dalam lemari, kemudian dia keluar mencari bahan makanan untuk dia masak.


Anggun belanja di warung terdekat dan membeli bahan makanan, kemudian dia mulai memasak.


Dirumahnya, Gilang terbangun setelah matahari bersinar cerah. Diliriknya jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi.


Gilang memperhatikan sekeliling dan mencari istri nya. Dia kembali tersenyum mengingat momen indahnya bersama anggun.


Gilang bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Setelah mandi dia bergegas ke dapur mencari istri nya.


"Del, Adel....." panggil Gilang.


Bik Minah yang sedang menyapu datang menghampiri tuannya yang berjalan sedikit pincang.


"Bik, lihat istriku?" tanya Gilang

__ADS_1


"Maaf den, sejak tadi bibi belum melihat nyonya anggun." jawab Bik Minah


"Kemana dia?" guman Gilang.


"Tolong bantu Carikan Bik, saya tunggu di kamar."


"Baik den."


Gilang berjalan dan masuk ke dalam kamar anggun. kamarnya kosong dan nampak bersih. Semua tersusun rapi.


Gilang masuk dan duduk di tempat tidur anggun. Dia melirik ke meja disamping nya, "dimana photo pengantinku yang biasa dia pajang disini?" bathin Gilang.


Bik Minah muncul di depan pintu. "Maaf den, nyonya tidak ada, motornya juga tidak ada di garasi. Kata pak satpam nyonya berangkat pagi pagi sekali." ucap Bik minah.


"Anggun pergi? tapi kemana?"


"Ya udah, makasih Bik." ucap Gilang.


Gilang mengambil ponselnya dan menelpon anggun, tapi ponsel anggun mati, tak bisa di hubungi.


Muncul kegelisahan di hati Gilang, dia bangkit dan berjalan kearah lemari untuk memperkuat dugaan ya.


Kosong, isi lemari pakaian anggun sudah Tidka ada lagi. Hanya barang barang dan piyama tidur yang tergantung disana. seragam kerjanya dan beberapa pakaiannya tampak tidak ada lagi.


Wajah Gilang memucat, anggun pergi, tapi kemana dan mengapa?" muncul pertanyaan besar dihatinya.


Bayangan kejadian indah diantara mereka berdua masih membekas dan terasa, apa dia tak merasakan apa yang aku rasakan.


Gilang membuka semua lemari dan meja belajar anggun kosong. Bahkan buku bukunya sudah dia bawa. Hati Gilang terasa semakin sakit dan marah.


Pikiran nya kalut, anggun pergi meninggalkan nya. Anggun yang kini dia cintai pergi entah kemana.


Semua sudah dia periksa dan sekarang kamar anggun sepetinkapal.pecah akibat ulah Gilang.


Namun tak satupun petunjuk dia dapatkan.


Dia berjalan ke samping tempat tidur dan membuka laci nya. Sebagai tempat terakhir yang dianleriksa.Terdapat sebuah kertas berwarna putih terlipat, tangan Gilang mengambilnya dan membuka surat tersebut. Matanya membulat sempurna saat tahu itu adalah surat yang di tulis oleh anggun.

__ADS_1


Apa isinya, tunggu di chapter berikutnya.


__ADS_2