Benci Tapi Menikah

Benci Tapi Menikah
surat


__ADS_3

Anggun duduk termenung di dalam kamarnya, pikirannya melayang memikirkan keadaan suaminya.


Apa yang dilakukan mas Gilang sekarang? 


Apa dia mencariku atau dia malah senang karena aku pergi meninggalkan nya dan dia bisa bebas bersama dengan Cindy.


Yakinlah hati jika kau kuat, aku pasti bisa melewati ini semua. bathinnya.


Tanpa terasa airmatanya kembali mengalir deras. Apakah ini rasanya sakit hati jika terpaksa melepaskan orang yang kita sayang, bathinnya.


padahal dia juga pernah merasa sakit saat tahu dirinya hanya dimanfaatkan, tapi kali ini sakitnya benar benar berbeda. Dalam dan pedih.


Sore menjelang, anggun bangun dan dari tidurnya, karena lelah menangis, anggun pun tertidur. Diliriknya sekeliling, dia baru menyadari jika kini dia berada di kamar kostnya.


Dipandangnya photo pernikahan yang sengaja dia bawa dari rumah Gilang. Tangannya perlahan mengusap photontersebut, Senyuman yang indah yang mereka tampilkan tapi semua hanya lah kepalsuan. 


****************


Sementara di rumah mereka, Gilang terlihat pucat pikirannya kalut. Gilang takut kehilangan anggun, perlahan dan dengan tangan gemetar Gilang membuka surat yang dilipat rapi oleh Anggun.


Teruntuk suamiku tercinta,


Maafkan aku mas, mungkin setelah kamu membaca surat ini aku sudah pergi.


Maafkan aku karena aku pergi tanpa ijin mu.


Aku pergi mas, sesuai dengan janjiku padamu, aku akan pergi setelah dirirmu sembuh.


Terima kasih untuk semua masa dan rasa yang kita lalui bersama selama ini, aku senang dan bahagia mas, aku bahagia menjadi istrimu.


Maafkan aku yang tak bisa menjaga hatiku, aku doakan semoga mas bahagia bersama nya, tolong jangan mencariku.


Aku bahagia jika mas bahagia.


Wassalam


Adelia anggun.


Gilang meremas kertas tersebut dengan kuat dan dia berteriak. Aaaaa,.........


Bik Minah lari tergopoh ke kamar mendengar teriakan tuannya, mbok Minah takut terjadi apa apa pada Gilang.


"bodoh....bodoh...mengapa kau bisa berpikiran seperti itu Del,!!! teriaknya lagi.


mbok Minah berhenti didepan pintu kamar, dia membatalkan niatnya masuk dan hanya mengintip dari luar.


"Den Gilang kenapa? apa mbak anggun pergi meninggalkan nya." gumannya pelan.


Gilang bangkit dan segera menelpon Haris.


"Halo Ris, minta no Linda, istrimu?" ucapnya


"Linda? untuk apa?"


"Aku mau minta nomor kepala sekolah istriku, kan mereka satu sekolah." ucap Gilang


"minta sama istri mu aja kenapa? repot amat!"


"Tinggal ngasih aja apa susahnya sih, ya udah kalau nggak boleh." ucap Gilang dengan nada tinggi dan bersiap mematikan ponselnya.


"Sabar Lang, gitu aja marah. Ya udah aku kirim."


Gilang segera memutuskan panggilannya dan menelpon Linda.

__ADS_1


Dia membanting ponselnya di kursi. Linda tidak tahu dimana anggun dan dia bilang dia juga nggak tahu kemana anggun pergi. bahkan tadi dia tidak masuk ke sekolah.


Del... dimana dirimu!!! teriak Gilang di dalam hatinya.


Gilang keluar dan menaiki mobilnya menuju rumah mertuanya, mungkin saja anggun berada di sana.


Tak butuh waktu lama, hanya lima belas menit Gilang sudah sampai di rumah mama Dewi.


"Assalamualaikum ma" sapa Gilang ramah.


"Waalaikum salam, eh nak Gilang. Anggun mana kok sendirian?" tanya Bu Dewi setelah memperhatikan hanya Gilang yang turun.


"Anggun kerja ma" ucap Gilang terpaksa berbohong.


"Masuk yuk." ucap Bu Dewi.


Gilang masuk dan duduk di sofa. Bu Dewi datang dengan secangkir teh.


"Diminum nak" ucapnya.


"Makasih ma."


"Oh ya, anggun nggak kenapa kenapa kan, tadi malam mama bermimpi buruk dan sejak tadi pagi anggun mama telpon nggak aktif."


"Anggun sehat ma, nanti Gilang suruh telpon mama. Gilang kebetulan lewat sini jadi mampir. Ya udah ma, Gilang nggak bisa lama lama, Karena harus balik ke kantor. Gilang pamit ya ma." ucap Gilang


"Ya udah hati hati ya." ucap Bu Dewi.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam".


Gilang melanjutkan pencariannya, Gilang mengunjungi sekolah anggun, namun dia tak melihat istrinya ada disana.


Gilang yang frustasi memukul stir mobilnya. Dan berteriak.


Malam hari Gilang kembali kerumah dengan wajah kusut dan berantakan. Dia memasuki rumah dan menuju kamarnya.


Rasa nyeri pada lukanya tak dia hiraukan karena nyeri di hatinya lebih sakit dari luka di kaki dan tangannya.


****************


Pagi pagi sekali Gilang bangun dan mandi. Dia segera melajukan mobilnya menuju sekolah anggun, dia ingin melihat apakah istrinya masuk kerja, dan Gilang ingin bicara dengannya.


Sudah tiga jam Gilang menunggu namun dia tidak melihat anggun memasuki sekolah. Gilang sengaja parkir jauh dan dia duduk di kantin depan sekolah untuk memudahkannya memantau anggun.


Gilang yang tak sabar, dia bertanya kepada seorang anak yang membeli jajanan.


"Hei kamu, sini!"


"Saya om" tanya seorang murid.


"Ya kamu, sini."


"Ada apa om!"


"Kamu lihat Bu anggun nggak?"


"Bu anggun guru seni budaya ya om?"


"Iya," jawab Gilang nggak sabaran.


"Kasih tau nggak ya!" ucap si murid sambil berpikir.

__ADS_1


Gilang mengeluarkan uang sepuluh ribu dan meletakkan nya diatas meja.


"Katakan Bu anggun masuk tidak.?"


"Makasih om, saya belum lihat Bu anggun datang om. Karena biasanya jika Bu anggun datang, dia pasti ada di meja piket. Dah om " 


si anak pergi membawa uang yang di sodorkan Gilang.


Gilang bangkit dan menelan kekecewaan, "kemana perginya kamu Del?" ucapnya.


Gilang pergi ke kafe dan meminta Haris bertemu pada jam makan siang.


Dikafe


"Lang, kamu kenapa kusut begitu, nggak dapat jatah ya!" canda Haris.


"Anggun pergi ninggalin aku." ucapnya pelan dan terdengar lirih.


"Apa? anggun pergi? tapi baguslah." ucap Haris santai.


Gilang menatap tajam Haris, "Apa maksud mu?" ucap Gilang dengan penuh emosi.


"Untuk apa dia bertahan, bukankah pernikahan kalian juga cuma sandiwara dan kau tidak mencintainya kan? jadi lepaskan dia, dia berhak bahagia"


"Jangan sok tahu loe!"


"Aku nggak sok tahu, aku tahu semua dari istri ku, dia menceritakan semuanya. Apa kau tidak menyadari nya, lagipula kau kan punya Cindy, untuk apa kau mencari nya lagi."


"Aku tak akan melepaskannya, dia istri ku?"


"Istri macam apa maksudmu? apa kau pernah menganggap nya istrimu? apa yang telah kau perbuat padanya selama ini? 


Dia tersiksa Lang, apa kau tidak sadar juga. kehadiran Cindy di hidup mu membuatnya berpikir menjauh di tambah sikapmu padanya."


"Cindy? Aku tak memiliki hubungan apapun dengannya, bukankah kau tahu itu?" ucap Gilang


Beberapa hari yang lalu, Cindy menemui istri mu dan mengatakan dia dan kau akan segera menikah, dia juga meminta anggun segera pergi."


"Kau jangan mengada ada? ucap Gilang memegang kerah baju Haris.


"Aku tak mengada ada, Linda yang menceritakan nya padaku karena saat itu dia ada di sana." ucap Haris.


Gilang melepaskan cengkraman tangannya, dia terduduk dan terdiam.


"Apa kau tahu Ris, aku mencintai nya ,aku mencintai istriku, aku mencintai anggun" ucap Gilang lirih.


Gilang menunduk tak terasa airmatanya mengalir. Membayangkan betapa sakitnya hati istri nya mendengar kata kata Cindy.


Gilang bangkit dan berdiri.


"Mau kemana kau?" tanya Haris.


"Menemui Cindy dan memberinya pelajaran, karena dia aku kehilangan istriku." ucap Gilang


"Tenang Lang, yang harus kamu pikirkan dimana istri mu sekarang, membalas Cindy hal yang mudah." ucap Haris.


Gilang kembali duduk, ucapan Haris ada benarnya.


"Aku akan membantumu tapi kau harus janji, jika kau tak akan menyia nyiakan nya lagi."


"Iya aku janji." jawab Gilang 


Gimana kelanjutan? apakah Gilang akan bertemu dengan anggun? atau dia membalas Cindy terlebih dahulu?

__ADS_1


__ADS_2